Assalamualaikum, ww.
Dunsanak orang Minangkabau yang ambo muliakan !
Dibawahko ado himbauan dari dunsanak awak Chendra Hardi Nurba tentang kiat
praktis nan dapek kito lakukan selaku umat Islam dalam menghadapi
Kristenisasi nan sedang malando kampauang halaman awakko, mohon dunsanak
sebarkan kapado dunsanak awak nan lain yang barado dikampuang ataupun nan
dirantau. Insya-Allah didalam tulisanko akan kito temukan jawabannyo untuk
mengatasinyo. Marilah kito kerahkan segala potensi nan kito punyo untuk
membentengi aqidah umat ini. Himbauan iko akan ambo postingkan bertahap.
---------------------------------------------------------
MENGATASI WABAH PEMURTADAN

PENDAHULUAN

Kegiatan Kristenisasi terhadap umat Islam, semakin banyak menelan korban.
Hari demi hari korban-korban kristenisasi terus bertambah. Satu persatu umat
Islam murtad dari Islam. Kebanggaan berislam diwaktu kecil dulu telah hilang
dikalbu para murtadin tersebut, walau kedua orang tuanya masih tetap
beragama Islam. Tetapi itu tidak bisa lagi  menyatukan mereka untuk tetap
dibawah panji-panji Islam.

Korban-korban tersebut, merupakan buah kerja keras penuh keseriusan umat
Kristiani dalam menjalankan program pengkabaran injil sejagatnya. Mereka
bekerja penuh semangat untuk menjinakkan umat Islam yang dianggapnya sebagai
domba-domba tersesat. Segala tantangan mereka sibak untuk meraih kemenangan
dalam menegakkan kerajaan Kristus dibumi Nusantara.

Bahasa toleransi dan  kerukunan keberagaman seakan tidak pernah ada dalam
kamus penyebaran agama Kristen. Toleransi dan kerukunan tersebut, tidak
lebih berfungsi seperti daun pisang dikala hujan. Hujan berhenti, daun
pisangpundibuang.

Korban-korban pemurtadan dan kalangan umat Islam terus bertambah. Kondisi
tersebut tentu saja menumbuhkan kerisauan mendalam. Kerisauan itu menjalar
ke seluruh denyut nadi umat Islam di seluruh pelosok Indonesia.
Hampir-hampir setiap pertemuan diorganisasi-organisasi Islam hal ini
dibicarakan.

Sementara itu umat Islam seakan tidak berdaya dalam melindungi aqidahnya
sendiri, apalagi aqidah saudaranya. Karena memang, perlawanan yang di
dilakukan umat Islam masih kurang bekal. Baik bekal finansial (keuangan)
maupun kajian praktis dalam menghadapi kristenisasi ini.

Dari segi finansial, jujur saja kita akui, umat Kristen  lebih  kuat
dibanding  umat  Islam. Persoalannya bukan umat Islam sedikit yang kaya,
tetapi kekayaan umat Islam tidak teratur dan tersalurkan secara baik. Lagi
pula, sikap kedermawanan orang kaya yang beragama Islam belum tumbuh
sebagaimana mestinya.

Di sisi lain, kajian untuk soal kristenisasi inipun masih langka. Terutama
yang  berbicara strategi Kristen. Di toko-toko buku Islam lebih banyak
ditemui bahasan masalah politik, budaya, ekonomi dan strategi Yahudi.
Sementara itu persoalan kristenisasi yang dihadapi umat saban hari nyaris
terlupakan oleh pengarang muslim. Mungkinkah ada keraguan untuk
membicarakannya ?.

Kondisi saat ini  tentu  tidak  tepat lagi keraguan itu dipelihara. Sebab,
korban pemurtadan di kalangan Islam terus beigelimpangan di medan
pertandingan aqidah. Pemikir Islam harus angkat pena dan berbicara secara
lugas masalah kristenisasi ini, umat sangat butuh penjelasan dan solusi
untuk bertindak di lapangan.

Tulisan pendek ini hanya sebuah langkah kecil untuk mencoba menawarkan
langkah yang bisa diarnbil umat, dalam menghadapi wabah kristenisasi.
Penulis berharap, mudah-mudahan bermanfaat adanya, dan menjadi amal saleh di
sisi Allah SWT, amien !.

(bersambung)




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke