MENGATASI WABAH PEMURTADAN (2)

MENAGAPA KRISTENISASI MESTI DILAWAN ?

1.   Karena kami sudah beragama

Kalau saja umat Kristen mau Jujur pada hati nuraninya, tentang bagaimana
perasaan mereka ketika rumah-rumah orang Kristen dimasuki orang Islam untuk
mendakwahkan Islam. Maka dapat dipastikan jawabannya akan menimbulkan
kegelisahan dan sikap tidak senang lainnya. Apalagi setelah orang Islam
berdakwah di rumahnya ternyata ada anggota keluarga mereka mau masuk Islam,
tentu mereka marah. Baik terhadap anggota keluarganya yang masuk Islam
maupun terhadap orang Islam yang telah mengajaknya.

Sikap antipati umat Kristiani terhadap dakwah Islam itu cukup terang kita
saksikan. Peristiwa pengusiran orang Islam di Timur Timor, Irian Jaya, NTT
dan tempat lainnya, merupakan perwujudan dari ketidaksenangan mereka
terhadap dakwah Islam. Walau dakwah itu tidak ditujukan pada umat Kristen.

Sebenarnya perasaan tidak senang terhadap penyiaran agama Kristen terhadap
umat Islam juga dimiliki umat Islam. Sebagaimana umat Kristen yang tidak
ingin umatnya didakwahi oleh Da'i  Islam.  Tetapi sangat disayangkan  umat
Kristen  tidak  menyadarinya  akan  perasaan tersebut,  sehingga tetap saja
bergerak senak perutnya saja.

Mereka berbuat tanpa mempertimbangkan perasaan umat Islam yang begitu pilu
menyaksikan gerakan kristenisasi yang mereka jalankan. Pada hal mereka juga
punya perasaan yang sama jika umat Islam melakukan penyebaran kepada umat
Kristen. Filosofi kehidupan sakik di urang sakik pulo di awak memang sangat
tidak mereka mengerti, apalagi untuk diamalkan. Tapi untunglah umat Islam
sangat pengertian dengan perasaan saudara sebangsanya itu, walau saudaranya
tidak pernah menenggang perasaannya.

Kita tentu  sama-sama  menyadari  bahwa persoalan agama adalah persoalan
hakekat kehidupan seseorang. Dan tidak seorang pun di muka bumi ini yang
ingin hakikat kehidupannya diganggu. Sementara itu orang muslim telah
memiliki hakekat kehidupannya, yaitu Islam itu sendiri. Kalau saja belum ada
punya agama tentu menjadi soal lain. Dan itu pula yang akan diwariskan pada
generasinya.

Untuk itu, pada kesempatan ini penulis ingin kutipkan pernyataan Bapak M.
Natsir yang penuh hikmah dan bijaksana. Beliau mengatakan: "lsyaduuanna
muslimun", saksikanlah dan akuilah bahwa kami ini adalah orang muslimin,
yakni orang yang sudah memeluk agama Islam. orang-orang yang sudah punya
Identitas Islam.

Jangan Identitas kami Saudara ganggu, jangan kita ganggu mengganggu dalam
soal agama ini. Agar agama jangan jadi pokok sengketa yang sesungguhnya
tidak semestinya begitu. Marilah kita saling hormat menghormati identitas
kita masing-masing,  agar kita tetap bertempat dan bersahabat baik dalam
lingkungan lyalullah' keluarga Tuhan yang satu itu.

Kami umat Islam tidak apriori menganggap musuh terhadap orang-orang yang
bukan Islam, tetapi tegas pula Allah SWT. melarang kami bersahabat dengan
orang-orang yang mengganggu agama kami, agama Islam, malah kami dianggap
zhalim bila berbuat demikian (Al- Mumtahinah).

Dengan sepenuh hati kami mengharapkan saudara-saudara tidaklah hendak
mempunyai hasrat sebagaimana idaman-idaman sementara golongan orang-orang
Nashara yang disinyalir Al-Quran yang tidak senang bila belum dapat
mengkristenkan orang-orang yang sedang beragama Islam.

Mudah-mudahan janganlah demikian, sebab kalau demikian  maka akan
terputuslah tali persahabatan, akan putus pula tali suka dan duka yang sudah
terjalin antara kita semua... jangan nanti jalan kita bersimpang dua dengan
segala akibat yang menyedihkan. Baiklah kita berpahit-pahit, yakni dengan
demikian tidaklah dapat kami lihatkan saja dengan sambil berpangku tangan.
Sebab kalaulah ada harta yang paling kami cintai lebih dan segala-galanya,
itu ialah agama dan keimanan kami. Jangan tuan-tuan coba pula memotong tali
warisan ini. Kami dan Allah swt. Untuk menjaga dan memelihara harta ini
sampai dia selamat dan aman, dan jadilah agama itu karena Allah semata-mata.
Kalaulah bisa dengan teman-teman bersama-sama. Kalau tidak seorang diri
sebatang kara.  Memang begitulah  ajaran agama kami". Mudah-mudahan dapat
direnungkan.

(bersambung)




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke