MENGATASI WABAH PEMURTADAN (8) 7. Perintah Allah dan Rasul-Nya
Kekeliruan umat Kristen dalam memahami agama, baik secara konsep maupun pelaksanaan tentu kita serahkan pada mereka, apakah mereka akan tetap bertahan dengan kekeliruan itu atau mengambil langkah lain agar selamat dari pemahaman keliru yang abadi tersebut. Pilihan sikap yang mereka ambil tentu hak mereka sepenuhnya, dan tidak ada hak bagi umat Islam untuk melakukan intervensi terhadap keyakinan mereka. Tidak hanya mereka yang akan menanggung resiko kekeliruan itu, dan juga urusan mereka dengan Tuhan untuk, melakukan pertanggungjawaban dari sikap bertahan dalam kesalahan dan tidak mau menerima kebenaran yang sudah nyata didepan mata mereka. Persoalan itu memang terserah mereka, akan tetapi kekeliruan mereka tidak hanya menyangkut agama mereka, akan tetapi juga menyangkut keyakinan umat Islam. Kekeliruan mereka yang nyata yaitu melakukan pelecehan terhadap Nabi-Nabi yang dianggap umat Islam suci, sementara mereka berpendapat Nabi-Nabi itu adalah manusia hina dan bertebar dosa. Sebagai contoh sikap mereka terhadap Nabi Daud: Nabi Daud sebagai laki-laki hiper sex, sehingga memiliki gundik seribu orang (II Samuel 11:2-27), Nabi Luth yang menggauli anak kandungnya dua malam berturut-turut (Kejadian 19:30-38) dan kepada nabi-nabi lainnya. Jadi persoalan kekeliruan umat Kristen terhadap ajaran agamanya juga bersangkut paut dengan umat Islam, terutama dalam pemahaman Nabi dan Rasul. Karena itu pula orang Islam di perintahkan oleh Allah untuk menyikapi kekeliruan mereka tersebut dan memberi peringatan akan sikap mereka yang tidak benar tesebut. Berikut kami kutipkan perintah dari Allah untuk menjelaskaan kekeliruan umat Kristen tersebut: - "Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu dan janganlah kamu mengatakan kepada Allah, kecuali yang benar, sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah dan (dengan tipuan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya. Dan janganlah kamu mengatakan Tuhan itu "(Tuhan itu tiga)" berhentilah dan ucapan itu. (itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang dilangit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara". (AnNisa' :171). - "katakanlah: dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia". (Al-lkhlas: 1-3). "dan ingatlah ketika Allah berfirman: hai lsa Putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia, jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?" (Al Maidah 5:116). - "Sesungguhnya telah kafirlah orang yang berkata: Sesungguhnya Allah ialah Al Masih Putra Maryam, padahal Al Masih (Sendiri) berkata: "hai Bani Israel, sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanrnu". (Al-Maidah5:72). - "Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: 'Bahwasanya Allah salah satu dari tida (dalam Trinitas)' (Al Maidah 5:73). - "barang siapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidak akan di terima (agama itu) dari padanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (Ali lmran 3:85). Dan ayat-ayat diatas dapat kita pahami, bahwa perdebatan tentang ketuhanan Yesus atau Al Masih putra Maryam tidak saja terjadi antara umat Islam dengan umat Kristen dengan hanya mengandalkan rasionalitas kemanusian, akan tetapi telah melibatkan Tuhan. Keterlibatan Tuhan dalam perdebatan itu tampak jelas dan bantahan-bantahan Allah yang terdapat dalam AI-Quran. Ini juga menunjukkan bahwa persoalan itu tidak hanya menyangkut persoalan akal manusia, akan tetapi juga menyangkut Tuhan itu sendiri. Bantahan-bantahan Allah dalam AI-Quran itu tentu tidak hanya terdapat dalam kitab AI-Quran saja, akan tetapi tentu umat Islam punya kewajiban untuk menyampaikan pada pihak-pihak sasaran bantahan Tuhan itu, yaitu golongan Nashara. Rasulullah SAW "telah melaksanakan petunjuk Allah tersebut untuk menyampaikan kekeliruan agama Ahlul Kitab itu dan mengajak mereka menuju jalan kebenaran Islam "sesungguhnya agama yang diridhoi disisi Allah hanya Islam" (Ali lmran 3:19). Gerakan Rasulullah tersebut dapat dibuktikan dengan surat-surat Rasulullah kepada Raja-raja yang pada waktu itu masih beragama Nashara dan Majusi, seperti Raja Romawi Heraclius, Raja Najasi dan sebagainya. Saatnya Anda berdakwah pada mereka. (bersambung) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

