MENGATASI WABAH PEMURTADAN (10)

PERLAWANAN DARI KELUARGA MUSLIM

1. Hidupkan suasana Islam di rumah tangga

Suasana Islami di rumah tangga, akan menjadi cerminan perilaku keseharian
anggota keluargga. ltu semua, akan menjadi kebiasaan anggota keluarga dalam
mengarungi hari-hari dalam kehidupan ini. Walau anggota keluarga tersebut
tidak lagi berada dalam rumah tersebut.

Untuk itu anda perlu membiasakan anggota keluarga anda dengan tradisi Islam
sejak dini. Seperti: tadarus bersama, shalat berjama'ah, pakaian yang
menutup aurat, tata pergaulan dan perilaku lain yang bersandarkan ajaran
Islam.

Pribadi yang telah menjadikan Islam sebagai prilaku harian, jelas tidak akan
mampu dimasuki ajaran  kebatilan, seperti Kristen. Kalaupun misionaris
Kristen menggodanya, maka la mendapat perlawanan yang sengit dari anggota
keluarga anda, yang sebelumnya telah anda bekali dengan ajaran Islam, untuk
itu segeralah anda jadikan rumah tangga anda menjadi rumah tangga Islami.

2. Perbanyaklah referensi agama dalam pustaka keluarga anda

Kebiasaan sebagian keluarga muslim, suka membelikan anak dengan komik
bergambar, tanpa seleksi apakah bacaan itu menguntungkan bagi perkembangan
nilai agama dalam dada sang anak. Terkadang orang tua muslim terkesan yang
penting anaknya suka membaca.

Terbentuknya budaya membaca keluarga itu bagus. Tetepi akan lebih bagus lagi
ada keseimbangan dalam bahan bacaan. Sehingga, tidak pincang pengetahuan
anda, antara pengetahuan teknis keduniaan dengan pengetahuan ruhyyah anda.

Untuk itu pustaka keluarga anda jangan saja dipenuhi oleh buku-buku
spesialis anda, akan tetapi buku-buku agama perlu sangat ada, sehingga
terjadi keseimbangan dengan buku umum. Dan akhirnya terjadi keseimbangan
referensi.

Bagi yang belum punya perpustakaan keluarga, sebaiknya dibuat pula. Pustaka
itu bukan harus berarti disediakan di ruang khusus. Akan tetapi, lebih
ditekankan adanya ketersediaan bacaan islami yang bisa dibaca oleh anggota
keluarga.

Kebiasaan ini perlu ditumbuhkan. Tidak pula terlalu berat kiranya
mengalokasikan dana untuk membeli buku atau majalah Islam, dua puluh ribu
rupiah dalam sebulan. Dan lebih penting lagi anda pertimbangkan, aqidah anda
dan keluarga lebih berharga dari uang dua puluh ribu rupiah tersebut.

3. Ajaklah keluarga anda mengikuti majelis-majelis Agama

Bila anda perhatikan dengan baik perbedaan antara orang yang sering
mengikuti pengajian dengan yang bukan, maka anda akan menemui banyak
perbedaan antara mereka. Yang mengikuti majelis agama, seperti wirid
mingguan atau acara maulid Nabi dan kegiatan keislaman lainnya, akan tampak
dalam prilaku hidupnya.

Sementara yang tidak, anda akan ternui ia beragama tak lebih sekedar syarat
untuk dapat tinggal di Indonesia ini. Karena orang tidak beragama dilarang
hidup di Indonesia. lbadah shalatnya tidak tertatur, kadang shalat kadang
tidak. Pola pergaulan dan pakaian sekehendak hatinya saja. Seakan Tuhan
tidak pernah buat peraturan. Dan lainnya.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan pengetahuan agama
diantara mereka. Orang yang mengikuti mejelis agama, tidak hanya tahu
teoritis keagamaan, tetapi langsung menjadikannya perilaku. Sedangkan orang
yang tidak mengikuti majelis agama, mungkin banyak tahu hukum agama, tapi
roh agama tidak mereka miliki.

Untuk itu ajaklah keluarga anda untuk sesering mungkin mengikuti majelis
agama. Sedikit demi sedikit nilai-nilai Islam itu akan mereka miliki, walau
anda tidak pernah mengajarkannya, tetapi ia bisa dapatkan dan orang lain,
sebagal buah interaksinya dengan orang yang ada dalam majelis agama
tersebut. Lagi pula orang yang mengikuti pengajian yang lebih banyak
mengamalkan agama dan yang bukan.

4. Terbukalah terhadap keluarga terutama masalah aqidah

Banyak kita jumpai di keluarga muslim, antara lbu dan bapak dengan anak
tidak terjalin komunikasi yang baik. Kondisi ini tentu akan berdampak pada
saat anak atau anggota keluarga menemui masalah diluar rumah. Karena
buruknya komunikasi dengan orang tuanya atau dengan anggota keluarganya,
mengakibatkan masalah itu harus diselesaikannya sendiri atau dengan orang
lain.

Kalau persoalan yang terjadi hanya masalah duniawi, tentu tidak terlalu
bermasalah. Tapi bagaimana kalau sang anak menemui masalah aqidah. Misal la
melihat orang-orang Kristen lebih baik dari pada orang Islam dan ia
mempunyai keinginan pula masuk Kristen. Untuk memutuskan itu, sang anak
masih ragu. Kalau la terlebih dahulu mendiskusikan dengan orang lain tentang
masalah ini, terbuka peluang ia akan diizinkan. Tapi bila la tidak segan
berkomunikasi dengan orang tuanya, tentu anda dapat mengarahkannya dengan
baik.

5. Usahakan anda selalu kontak dengan anak ada

Aktivitas yang begitu banyak, mengakibatkan banyak orang tua terlalai dalam
memperhatikan anak-anaknya. Apalagi anak tersebut jauh diperantauan. Kondisi
ditempatnya, tentu tidak dapat diketahui oleh sang orang tua secara pasti.
Bagaimana aktivitasnya, orang tua tidak mengatahui lagi, karena anakjauh
diperantauan.

Anak yang berada dalam kondisi tersebutlah yang sering menjadi korban
pemurtadan. Kasus pemurtadan di perantauan urnumnya bermula ketika korban
kehilangan kontak dengan orang tuanya. Dengan adanya anda mengontaknya,
menanyakan persoalan yang dihadapi, setidaknya ia akan kembali menguatkan
ingatannya tentang petuah anda yang mungkin mulai terlupa oleh anak anda
tersebut.

6. Budayakan untuk tidak berbelanja di tempat yang memberikan keuntungan
bagi Kristen

Tempat-tempat perbelanjaan yang dimiliki umat Kristen, sebagian untungnya
disetor ke Gereja. Dan setoran tersebutlah yang nantinya dijadikan dukungan
finansial untuk kebutuhan Kristenisasi, seperti di Gramedia, LIPPO Bank, KFC
dan lainnya.

Hal ini menjadi penting untuk dilakukan, mengingat besarnya dana yang bisa
mereka sumbangkan untuk gereja, kemudian digunakan Gereja untuk memurtadkan
saudara kita, kaum Muslimin.

(bersambung)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke