Ass,wr,wb.
  Dunsanak dipalanta RN nan ambo hormati,

  Sebagai selingan, ambo forward kan ota caro kami di milis IKM Pusri nan banamo 
[EMAIL PROTECTED] , maaf iko agak bajelo-jelo, bukan mukasuik hati untuak 
kamanggaduah, tapi hanyo sebagai hiburan sesamo kito. 
  Maaf sekali lagi maaf.

  Wassalam,
  M.St.Bangsawan (47 th)
  Rang Sulik Ayie di Bumi Sriwijaya


  ----- Original Message ----- 
  From: 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Monday, September 27, 2004 3:10 PM
  Subject: Re: [balerong] Carito dari Ranah Minang


  Sebenarnya kalau kita lihat antara Tan Paliara dan Tan Keris ini kalau tidak 
dikatakan setali tiga uang, yah mungkin seringgit sidua kupang lah, keduanya saling 
pintas memintasi. Kenapa begitu, ?... beberapa hari yang lalu saya pernah katakan 
bahwa besarnya beliau ini berlainan,  dalam arti kaji yang mereka tuntut berdua sama, 
cuma tempat menuntutnya saja yang berlainan. Kalau yang satu menuntutnya disurau 
dengan gurunya adalah engku Labai Sati Panduko Rajo dan yang ciat lagi menuntutnya 
dilepau bersama engku Pandeka Bungo Batuang Si Anam..( Nah Langsung ketawa keliatan 
Tan Kasut ).
  Kalau soal penyakit dua-duanya sama-sama punya penyakit, yang Tan Keris penyakitnya 
air selera suka mailir, kalau Tan Paliara jakun-jakun sering naik turun. Begitu ada 
yang lewat nan agak tercelak sedikit, Tan Keris langsung mengemat, sedangkan Tan 
Paliara langsung menawar berapa Timor tu mau dijual. Keduanya tujuan sama, tapi karena 
yang satu besarnya disurau agak meng-endap-endap sedikit, sedangkan yang satu karena 
besarnya dilepau langsung di ago nya saja barang tu.
  Tapi beri ampun juga lah saya, karena ini kan baru penglihatan  saja, tapi rasanya 
tidak akan jauh berbeda dengan apa yang dilihat oleh Tan Kasut, tidak tau kalau Tan 
Muda, karena Tan Muda bisanya akan diliat dari berbagai sudut pandang, kadang-kadang 
dia sato pula sekaki, kadang dipandang-pandang jauhnya saja, begitu Tan Paliara 
tergijau langsung disembar nya. 
  Sudah Tan .... tampaknya Jawi Tan Tawi yang lepas tiga hari yang lalu telah bersua 
di kandang nya Tan Bara, rupanya jawi ini lagi mengawan.

  Wass
  Tan Bandaro
----- Original Message ----- 
From:  
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 28, 2004 8:04 AM
Subject: Re: [balerong] Carito dari Ranah Minang


Ehhhh Tan Bendara,... lah mulai bagak sekarang saya lihat....
Kalau tidak ada Tan Keris Besar di sini, agak bersilantas angan Sutan saya 
lihat,........ tidak ada gunung yang tinggi serata tidak ada pula lurah yang dalam dek 
sutan nampak canda candanya.........., dikacak lengan lah bak lengan,... dikacak betis 
lah baketis.....
Pandai pandainya sutan mempersamakan Tan Keris Besar yang  beruang keramat nantun 
dengan Tan Paliara yang bangsat,. yang Tan Keris galasnya kulit manis dan berkawan 
(join bak kata dia juga) dengan Incat Acay di tanah kongsi, sementara yang Tan Peliara 
menanam lengkuas, bersedua dengan sawah persukuan Tante Upik Tinggi,... padusi beliau 
yang kini......

Jadi Tan Bendara, sekali lagi saya kenang kenangkan, janganlah mempersamakan saya 
dengan Tan Keris,..... besar dosa TAn Ndara tu mah....... Jangankan 
mempersamakan,..... menyuruh saya duduk se bendi saja dengan beliau,..... sudah buncah 
nagari tu mah.....

Kalau dek saya, rancak benar tu mah, banyak untung yang diperdapat, kapan lagi duduk 
se bendi dengan Tan Keris kemenakan Angku Laras Pensiunan,.... naik tuah Tan Peliara 
sekaki tu mah Tan......

Kalau Tan Ndara dan Tan Muda mau bukti,.... coba saja lah lihat,..... sudah ilir mudik 
kita mencarinya untuk bermain domini,.... beliau sengaja mengendap endap, icak icak 
tidak tingaran dek baliau,........, nan ketuju dek baliau main patuk lele dengan 
pareman pasar,..... pokoknya tidak jauh lah dengan teratik Tan Kasut ....

Dan satu lagi penyakit Tan Karis ini Tan,..... kalau tidak akan berlaba,.... dia itu 
tidak akan mau bagai doh.....
Lihat sajalah bulan sapar yang lepas,.... bersorak sorai kita memanggilnya dari lepau 
Mak Mengkuta Emas, ... tidak dipedulikannya,...... tapi sekali panggil dengan sudut 
mata saja oleh Kemenakan Mak Katib Jambang yang guru menjahit itu,..... aaaa lah 
tabang hambur baliau tu mah,...... sampai terbalik memasang terompa lili nya, yang 
suap dipasang di kidar, dan yang kidar dipasang di suap........

Jadi,... sekali lagi Tan Ndara,....  terniat saja Tan Ndara untuk mempersandingkan 
saya dengan Tan Keris,.. aaa lah dosa tu mah, apa lagi mempersandingkan 
benar,......... jangan Tan,  sekali lagi Tan,.... ijannnnnnnnnnn

Ke ilir lah saya cah Tan, jawi Tan Tawi lah di irit pula dek Tan Bara,.... indak 
sisangka sangka pula Tan Bara nantun, jawi teman di semba nya juga........

Tan Peliara

----- Original Message ----- 
From: 
To: [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Tuesday, September 28, 2004 9:03 AM
Subject: Re: [balerong] Carito dari Ranah Minang


Tan Paliaraaa..Tan Paliara...., ini bukan masalah bagak atau lompong, dan bukan pula 
tidak ada lurah yang dalam ataupun gunung yang tinggi, serta dikacak lengan lah bak 
lengan dikacak betis lah bak cimporong.
Selama ini yang saya takutkan,.. kan itu lah, kalau-kalau saya terturuni lurah yang 
dalam dan terdaki gunung yang tinggi. Kalau terturuni lurah yang dalam,  takut kalau 
tak bisa naik lagi, dan kalau terdaki bukit yang tinggi kalau manggaretat singantur 
untuk turun.

Jangan lah Tan Paliara mengharik menghantam tanah seperti itu, liat lah dulu apa 
masalah yang sedang kita kaji.
isap lah rokok agak sehirup, minumlah kopi agak sedeguk bulih nak tabukak kira-kira 
dan terang pula pencalik-an.
Nan saya tidak ada menyinggung masalah galas kulit manis Tan Keris ataupun tanaman 
lengkuas maupun sawah tek upik tinggi yang sutan persidu-i. Kalau tentangan itu kan 
sudah sama-sama tau, mah... lah bersuluh matahari lah bergelanggang mata rang banyak, 
dan juga tak ada yang akan mempersandingkan Tan Paliara dengan Tan Keris setentangan 
hal tersebut.

Tapi dalam hal garobak saya percaya dan juga orang lain yakin Tan Keris belum seujung 
kukunya Tan Paliara, kenapa seperti itu....?  Yang Tan Paliara semua orang kampung 
sudah sama tau, bahasanya dari dulu usahanya kalau tidak heler ya tebat ikan atau 
parak lengkuas. Apabila heler rusak tan paliara langsung yang memelok-i nya, kalau 
tebat ikan lagi mendapat, langsung pula dibawa dengan garobak, dimana garobak ini juga 
dipakai tak-kala lengkuas mulai diambil dari parak. 
Nah yang kepatang,  itu lah kaji kita, nan Tan Keris seleranya terbit air liurnya 
keluar, tapi dia berputar-putar dulu, sedangkan yang sutan, karena jakun turun naik 
langsung sutan haga berapa timor tu mau dijual kan begitu....uuuu... Tan Paliaraaa..., 
tu Tan Kasut lah galak tasengeng pula disudut lapau. 

Tapi walaupun demikian beri ampun juga saya Tan..., karena ini rupanya telah menggaduh 
pula dipikiran Tan Paliara, dan jangan pula ini menjadi dosa bagi saya, apalagi 
sebentar lagi Tan Muda lah nak membawa kita berlimau pula karena hari mau puasa. Saya 
bukannya nak mempersandingkan Tan Paliara dengan Tan Keris, tapi dalam kaji-kaji 
tertentu Tan Paliara dapat didudukan sama rendah ditagak-kan sama tinggi dengan Tan 
Karis, kan begitu Tan Kasut.  

Sudah Tan, sekali lagi beri lah saya maaf, nak saya lihat dulu jawi Tan Tawi, sudah 
disabitkan rumput atau belum tu dek Tan Bara.  

Kalau Tan Paliara bertemu dengan Tan Bara, Tan Muda, Tan Bangsawan, Tan Kaya, Engku 
Guru Kepala dll, tolonglah disampaikan salam takzim dari saya, banyak maaf karena dua 
pekan lagi puasa sudah akan masuk pula.

wass
Tan Bendara
  
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke