Mambaco barita ko iyo sanang juo hati mandanga no.
Kok lai ado partai nan mancalonkan baliauko untk sumbar 1 alahkah rancakno

Best regards,

Zulfahmi st Bandaro Tinggi

-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Miko A Mikardo
Sent: Thursday, September 30, 2004 2:21 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Gamawan Fauzi, Bupati yang Terima Bung Hatta Anti
Corruption Award:


Dari http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=132089.

Ambo selalu menghindari cross posting dan forward berita ka Palanta kito ko.
Tapi mambaco tentang Pak Gamawan Fauzi ... sangaik mambanggakan. Dan rasonyo
paralu dibaco untuak sanak kasadonyo saketek profil Bp Gamawan Fauzi ini
>MIKO

-----Original Message-----
Senin, 27 Sept 2004,
Gamawan Fauzi, Bupati yang Terima Bung Hatta Anti Corruption Award:


Satu-satunya yang Berlakukan Pakta Kejujuran Penampilan sederhana, murah
senyum, dan komunikatif. Itulah sosok Bupati Kabupaten Solok Gamawan Fauzi
Datuk Rajo Nan Sati, penerima Bung Hatta Anti Corruption Award, bersama
Saldi Isra SH MPA, dosen Fakultas Hukum Universitas Andalas. Banyak
terobosan sang bupati dalam good governance.

Romeyzar-A. Khusairi, Padang
SUMATERA Barat pernah malu berat. Justru di provinsi kelahiran Bung Hatta
itu kali pertama diadili gerombolan anggota DPRD dalam kasus korupsi. Kasus
di Sumbar dan Padang ini kemudian menjadi tren pemberantasan korupsi di DPRD
di seluruh Indonesia. Namun, rasa malu itu boleh sedikit tertebus. Salah
satu bupati di Sumatera Barat, yakni Bupati Solok Gamawan Fauzi Datuk Rajo
Nan Sati, 46, dinobatkan sebagai penerima Bung Hatta Anti Corruption Award. 

Selain Gamawan, ahli tata negara dari Universitas Andalas, Padang, Saldi
Isra SH MPA, 37, menerima penghargaan serupa. Sang akademikus itu dinilai
bergaya hidup bersahaja serta gigih mengungkap kasus korupsi di DPRD Sumbar
sejak 1999.

Penghargaan terhadap kedua tokoh muda ini tidak main-main. Selain membawa
nama Bung Hatta, lembaga pemberinya cukup kredibel. Beberapa individu dan
lembaga, termasuk Indonesia Corruption Watch (ICW), membentuk perkumpulan
Bung Hatta Anti Corruption Watch (BHACA). Jurinya juga cukup dikenal, yakni
Betti Alisjahbana, dengan anggota Humajunbosha Somiadiredja, Atmakusumah
Astraatmadja, dan Bambang Widjojanto. 

Dari 27 kandidat, Gamawan dan Saldi lantas terpilih. BHACA mengumumkan
pemenang Bung Hatta Award tahun kedua itu pada 17 September lalu.
Penghargaan itu akan diserahkan di Jakarta besok. 

Gamawan, putra kelahiran Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, 9
November 1957 ini mensyukuri penghargaan itu. Apalagi, Bung Hatta memang
tokoh yang menjadi idolanya. Tetapi, dia menyadari bahwa perjuangan menuju
pemerintahan yang bersih masih jauh. Masa pemerintahannya yang 9,5 tahun ini
masih jauh dari cukup. "Masih panjang, tetapi beberapa hal sudah tampak
hasilnya. Membangun sistem yang bersih cukup sulit, butuh waktu, dan
proses," ujar bupati bergelar sarjana hukum dan magister manajemen ini
merendah. 

Tokoh yang murah senyum ini menyadari penghargaan bukanlah tujuan. Karena
itu, sederet penghargaan yang dia terima sebelumnya tidak pernah diekspos.
"Itu bukan tujuan. Pemerintah yang bersih, sistem yang bersih, transparan,
dan masyarakat yang sejahtera. Itulah tujuan," tambah mantan Humas Sumbar
itu.

Meski dia bersikap low profile, perkumpulan BHACA menilai, sepak terjangnya
cukup meyakinkan. Gamawan memenuhi kualitas pribadi bebas korupsi, gigih
melakukan pembersihan, dan hasilnya efektif. Selain gaya hidupnya sederhana
dan merakyat, dia menolak dana taktis DPRD, memenuhi sumpah untuk tidak
menerima atau memberi sesuatu, berani menindak staf korup, dan
menyederhanakan birokrasi di satu pintu. 

Apa terobosannya dalam mengendalikan roda pemerintahan Kota Beras itu? Dia
banyak melakukan kebijakan yang memfokuskan pada pelayanan publik yang
prima.
Pembenahan demi pembenahan dilakukan. Dari hal-hal kecil sampai sistem yang
lebih besar. 

Inilah tindakan terkenalnya. Dia memotong semua bentuk honor yang ada di
lingkungan pemkab. "Hal ini ruwet pertamanya. Tetapi, hal ini bisa dilakukan
dalam tahun kedua hingga sekarang bisa berjalan," tegasnya ketika bertandang
ke harian pagi Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu lalu. 

Luar biasa! Pemotongan itu menghasilkan dana Rp 14 miliar dan seterusnya
dialokasi kepada penunjang bagi staf dan guru. "Prinsip keadilan harus
ditegakkan.
Untuk apa honor besar bagi pejabat, tetapi kerja tidak ada? Sedangkan segala
bentuk kegiatan yang bisa menerima honor tersebut adalah bagian dari
pekerjaan yang tak perlu ada honor. Jadi, terlalu berfoya-foya. Sementara
guru dan staf tidak mendapat apa-apa," tegasnya. 

Uniknya lagi, pemotongan honorarium pejabat -yang gajinya sudah tinggi itu-
bagian dari Pakta Kejujuran (Integrity Act). Ini adalah yang pertama di
Indonesia.
Pakta itu merupakan komitmen bersama seluruh jajaran pemerintahan Kabupaten
Solok untuk mewujudkan good governance. 

Pakta Kejujuran merupakan penegasan dari sumpah jabatan. Di sana tak hanya
slogan-slogan kosong, namun berisi sanksi dan penghargaan. "Dari berbagai
fakta dan akibat yang ditimbulkan dalam memberantas KKN, diperlukan sebuah
komitmen yang sungguh-sungguh, sistem yang sempurna, aturan-aturan yang
komplet, serta sanksi yang tegas dan kebiasaan yang positif sebagai sebuah
grand scenario," demikian pembukaan Pakta Kejujuran itu seperti tertulis di
situs www.solok.go.id. 

Sebagai pelaksanaan Pakta Kejujuran, suami Vitanova itu memangkas birokrasi
ruwet dalam pelayanan publik dan meringkasnya dalam kebijakan Pelayanan Umum
Satu Pintu. Pungutan-pungutan yang menghambat kinerja daerah pun hilang
dengan sistem tersebut. 

Sang bupati juga memacu kerja keras para pegawai dengan menerapkan standar
kinerja individual. Pegawai yang tak memenuhi standar atau malas bakal
kelihatan. 

Suasana korup pun dikoreksinya. Dia menerbitkan Perda Transparansi yang
diberlakukan secara konsisten. Dia juga menghilangkan istilah "meja air mata
dan meja mata air" (kering dan basah) dalam kepanitiaan proyek.

Terobosan yang lain adalah penyusunan anggaran yang biasanya menjadi sumber
petaka korupsi di daerah. Solok telah lebih dahulu menganut anggaran
berbasis kinerja. Bupati menghimpun masukan seluruh elemen masyarakat lewat
berbagai cara. Dengan begitu, antara uang yang masuk dan dikeluarkan oleh
daerah bisa menghasilkan sesuatu yang konkret. 

Dia juga tak henti-hentinya mengingatkan agar jangan korup. Karena itu,
dalam banyak kesempatan, dia kerap mengutip pidato Bung Hatta. Salah seorang
stafnya, Drs Bustamar, mencontohkan saat penyusunan anggaran. Gamawan
memasukkan wejangan Bung Hatta dalam isi sambutannya di dewan.

Selain terus berbuat, Gamawan juga rajin meningkatkan pengetahuannya. Dia
pernah diundang lembaga bantuan negara berkembang, GTZ, ke Jerman untuk
memahami dan menguasai soal otonomi daerah. Dia juga banyak membaca. "Ada
enam lemari koleksi buku. Saya terbiasa membudayakan membaca," tegasnya.

Dia juga meminati soal lain, terutama pers. Saat pendidikan S-2, dirinya
menulis tesis Pers Ditinjau dari Aspek Industri. Begitu pula waktu
pendidikan di Lemhanas, dia menulis makalah tentang pers, Pers Ditinjau dari
Aspek Idealisme. 

Kini, reputasinya terus melejit ke level nasional dan internasional menjadi
penceramah lokakarya, seminar, diklat, dan seputar terobosan-terobosan
membangun pemerintahan yang bersih. Bulan depan, dia harus ke Amerika untuk
mempresentasikan sebuah makalah. Bulan sebelumnya, dia tampil di Jakarta di
hadapan pejabat publik se-Asia Pasifik. 

Gamawan yang dikaruniai dua putri dan seorang putra tersebut yakin bisa
berbuat sangat banyak dengan otonomi daerah. Dia mengkritik, sistem
sentralisasi selama ini tak sekadar menguntungkan pusat, namun juga kurang
memberdayakan daerah serta menyuburkan praktik KKN. Mata rantai birokrasi
yang menyangkut berbagai urusan terlalu panjang. Sehingga, hal itu
memberikan celah praktik merugikan keuangan negara. 

Dengan kelonggaran karena otonomi itu, putra H Dahlan Saleh Dt Bdr Basa
(almarhum) dan Hj Syofiah Amin, 75, tersebut lantas berupaya mewujudkan
tekatnya untuk membentuk pemerintahan yang bersih. Dia banyak terbentuk oleh
keluarganya yang disiplin dan bersahaja. Ibunya adalah seorang guru yang
selalu bertanya soal salat yang mendidiknya untuk selalu tepat waktu. 

Gaya hidup Gamawan tidak neka-neka. Tak banyak yang berubah pada penampilan
Gamawan. Dia tetap seorang lelaki tampan, berwibawa, serta tangkas. Meski
low profile dalam berpenampilan, termasuk saat menerima tamu di rumah, dia
tetap terkesan rapi dan gagah.
Mungkin bisa dimaklumi, dia termasuk salah seorang mantan peragawan Sumbar. 

Kamus hidupnya tak mengenal kasta untuk seseorang. Di hadapannya, siapa pun
tak ada bedanya, kecuali latar belakang kepentingannya. Senyum tipis manis
senantiasa menghiasi bibirnya saat menyapa. Dia tak bisa marah besar,
apalagi sambil membentak, meski kepada bawahan.
Gamawan menyebut menerapkan manajemen qolbu di samping manajemen umum
pemerintahan.

Dia juga betah berdiskusi panjang. Kebiasaan "ngerumpi" Gamawan senantiasa
ditemani penghibur setianya, segelas kopi pahit dan kepulan rokok Ardath.
Entah karena ikut latah atau tidak, sejumlah bawahannya pun menyesuaikan dan
menyamakan merek rokoknya dengan atasannya tersebut. Kebetulan, Ardath
adalah rokok yang relatif murah.

Meski bekerja keras, Gamawan tetap memelihara kesukaannya menyanyi. Dia
sudah menelurkan album Urang Bunian. Dia juga memelihara kebugarannya dengan
banyak bermain sepak bola, berburu, dan ke ladang. Sesekali bermain tenis
lapangan. 

Dia juga berusaha menularkan kehidupan bersahajanya kepada anak-anaknya.
Meski anak pejabat, tiga anaknya tak mempunyai batasan bergaul. Ke sekolah
pun, tak ada angkutan khusus. Kecuali, waktunya memang mendesak dan
situasional.

Dalam sebuah perjalanan mengunjungi salah satu panti asuhan beberapa tahun
silam, sang anak merengek agar ayahnya memiliki mobil pribadi yang bagus.
Namun, Gamawan menjelaskan bahwa hal itu tak mungkin bagi seorang PNS
seperti dirinya. ***



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke