Assalmualaikum ww..
Sebelumnya saya minta maaf kepada Pak Ismet, karena masalah ini saya bawa lagi ke 
forum palanta, karena menurut saya, maslah ini ga bisa selesai cuma lewat japri, 
karena ini juga berkaitan dengan masalah tata tertib di palanta kita ini.

Pak Ismet yth,
Ada beberapa hal yang dapat saya tangkap dari postingan Pak Ismet:
1. Pak Ismet belum tahu duduk persoalannya, tapi langsung aja nyerocos tanpa berusaha 
untuk mencari info terlebih dahulu.
2. Pak Ismet langsung aja memanggil "waang" kepada saya, terus terang saya tidak 
terbiasa dengan panggilan itu, semenjak saya lahir samapai dengan saat sekarang ini, 
kecuali dari para preman, tukang copet, pengemis dan peminta-minta serta orang-orang 
kurang berpendidikan lainnya, dan saya pikir Pak Ismet bukanlah salah satu bagian dari 
mereka khan, karena saya lihat Pak Ismet pake e-mail PUSRI, jadi saya berkesimpulan 
bahwa Pak Ismet adalah orang yg cukup berpendidikan dan mempunyai lingjkunagn yang sgt 
terhormat. Sebaliknya, bisa aja khan saya salah satu dari atasan pak Ismet di PUSRI 
atau saya kenal salah satu atasan pak Ismet di PUSRI, kalau mereka tahu, apa pak Ismet 
ga malu?
3. Masalah permintaan maaf kepada saya, dengan besar hati telah saya maafkan, cuma 
kalau boleh meminta, pak Ismet meminta maaf juga kepada forum palanta secara resmi, 
karena pak Ismet juga telah melanggar tata tertib dan etika di palanta ini (kepada 
moderator atau mamak2 di palanta, mohon saya dikoreksi, apabila salah, red)
4. Tentang masalah bahasa "ANGKU" dan "WAANG", saya tidak tahu bagaimana kalau di 
tempat pak Ismet, tp kl di tempat saya di Payakumbuh, panggilan "ANGKU" sama sekali 
tidak kasar apalagi melecehkan, panggilan "ANGKU" digunakan untuk menunjukkan 
keakraban, sedangkan panggilan "WAANG" adalah panggilan paling kasar. (mohon 
konfirmasi dari moderator dan mamak2 di palanta tentang pemakaian kata-kata "ANGKU" 
dan "WAANG", mana yang kasar)
5. Satu hal yg juga menguatkan argumen saya tentang pemakaian kata " ANGKU" dan 
"WAANG", coba pak Ismet baca lagi e-mail2 yg masuk, ada ga yg protes ttg pemakaian 
kata "ANGKU", trus ada berapa buah?, sekarang coba pak Ismet cek, ada ga yang protes 
ttg pemakaian kata "WAANG" kepada pak Ismet, trus ada berapa?biar saya yg bantu, ada 2 
lho pak, dari Rank Marola sama Pak Mulyadi (ini teman anda sesama PUSRI,red)
6. Dari hal-hal yang diatas, supaya bisa Pak Ismet pikirkan baik-baik dan jangan 
sampai terulang lg, satu hala lg yg perlu pak Ismet lakukan adalah minta maaf secara 
resmi ke forum Palanta ini.
 
Kepada pak Ismet dan mamak2/bundo2/sdr2 serta rekans di palanta, saya minta maaf kalau 
kata-kata ataupun kelakuan saya ada yang salah, mungkin mamak2/bundo2/sdr2 menganggap 
saya terlalu lancang untuk berbicara seperti itu kepada orang yang lebih tua, tapi 
saya berprinsip kepada 2 hal:1. umur bukanlah ukuran tua atau tidak tuanya 
seseorang/dewasa atau tidak dewasanya seseorang, 2. nabi pernah bersabda: "lihatlah 
apa yang dikatakan, jangan lihat siapa yang mengatakan".
 
Terakhir saya berharap, semoga moderator, mamak2 kito di palanta ko sebagai, urang yg 
ka pai tampek batanyo, ka pulang tampek babarito, bisa memberikan 
pencerahan-pencerahan kepada kita bersama, semua ini adalah demi kejayaan milis kita 
ini dan adat serta bidaya Minang secara keseluruhan.
 
Wassalam
Adi,
 

"M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Saya pikir mungkin kita semua sudah pernah membaca postingan dari Wady Afriadi yang 
menyatakan bahwa dia tidak mengakui adanya Tuhan dan dia punya ajaran yang melebihi 
ajaran dari semua agama, munkin bisa di cek lagi sama Pak Ismet.
 
As. wr. wb.
 
Aden (Met) indak panah mambaconyo statement sarupo yang ang (Syaf) tulih itu do. Jadi 
maafkan sajolah kalau aden (Met) agak tarabo saketek. Yang manjadi partanyaan manga 
pulo ba "angku" ka si Wady itu ? padohal antaro si Wady jo si Syaf kan samo gadang, 
seharusnyo supayo agak akrab saketek panggil sajo pakai kato "waang". Lucukan 
mamanggia urang yang samo gadang dengan panggilan "angku"? apo indak ka malecehkan 
urang yang dipanggianyo ? Kalau dek ambo kato angku labiah kasa dari kato waang untuak 
mamanggia kawan samo gadang apolai ka yang labiah ketek.
 
Wassalam
MII
----- Original Message ----- 
From: syafwardi 
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] 
Sent: Thursday, September 30, 2004 6:22 PM
Subject: Ttg Wady & Kepantasan Pemakaian kata "WAANG"


Assalamualaikum WW..
Artinya tentang masalah Wady Afriady, serta balasan dari saya, saya pikir itu bukan 
masalah yang terlalu besar. Saya juga ingin mengucapakan salam terutama untuk 
Bapak2/Ibu2/Sdr2 yg telah memberikan komentar dengan sopan dan santun akan maslah 
tersebut, a.l: Sutan Sinaro, Erizal Syamsir, Darul, SBL, Mulyadi, Zhendrif, Miko A 
Mikardo (moderator), Rahima, Dutamardin Umar, Erwin Moechtar, Azulferi dan Ridwan m. 
Risan (maaf, kalau ada kesalahan dalam penulisan nama, gelar ataupun panggilan, 
sengaja tidak ditampilkan, takut salah, tapi saya tidak akan memanggil "WAANG" kepada 
Bapak2/Ibu2 dan Sdr2 sekalian).
 
Bapak2/Ibu2/Mamak2/Sdr2, rekans milis yang saya hormati..
Ada beberapa hal yang menjadi ganjalan dalam hati saya, yaitu postingan dari Bapak M 
Ismet Ismail (terlampir dibawah ini), diantaranya adalah:
1. Dari kata-kata : "Syaf, waang iyo labiah dari Tuhan kalakuan waang ma. Tuhan sajo 
lai pamaaf manga waang indak punyo sifat pamaaf ? Ciek lai waang ala batindak
"absolute" saolah-olah waang yang manantukan urangko masuak sarugo atau
masuak narako, waang alah batindak/mangambiak tugeh Tuhan". Saya tidak mengerti 
maksudnya dan darimana dia berkesimpulan seperti itu.
2. Dari kata-kata : "Darima waang tahu si Wady iko indak ba Tuhan", Saya pikir mungkin 
kita semua sudah pernah membaca postingan dari Wady Afriadi yang menyatakan bahwa dia 
tidak mengakui adanya Tuhan dan dia punya ajaran yang melebihi ajaran dari semua 
agama, munkin bisa di cek lagi sama Pak Ismet
3. Dari kata-kata : "Cubo baco dek waang tulisannyo yang barjudul "Hikayat Buah
Dalimo", ya itu mungkin dia benar-benar sudah bertobat atau cuma akal-akalan bisa jadi 
khan, itu khan tergantung persepsi kita masing-masing dan tidaka ada salahnya.
4. Hal yang sangat menjadi masalah bagi saya Pak Ismet yang terhormat, di milis ini 
kita tidak saling mengenal dengan jelas siapa-siapa aja disini, mungkin ada beberapa 
yang sudah saling kenal, tapi mungkin masih sebagian kecil, oleh karena itu, mohon 
dijaga sopan santun dan etika, gunakanlah kata-kata yang baik, 
 
Mungkin hanya itu dari saya, semoga bisa jadi perhatian bagi pak Ismet dimasa yang 
akan datang. Dan untuk bapak Moderator ataupun Bapak/Mamak sesepuh di milis ini, saya 
ingin masukan apakah pantas pemakaian kata WAANG yang dikeluarkan oleh Sdr. Ismet. 
sebelumnay kepada kita bersama say ucapkan terima kasih.
 
Wassalam ww
Adi.

"M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Syaf, waang iyo labiah dari Tuhan kalakuan waang ma. Tuhan sajo lai pamaaf
manga waang indak punyo sifat pamaaf ? Ciek lai waang ala batindak
"absolute" saolah-olah waang yang manantukan urangko masuak sarugo atau
masuak narako, waang alah batindak/mangambiak tugeh Tuhan. Hebaaaaaaaaat
nian kalakuan waang ko. Darima waang tahu si Wady iko indak ba Tuhan, kalau
mancaliak curito tulisan inyo ambo raso inyo masih punyo keyakinan akan
adonyo Tuhan. Cubo baco dek waang tulisannyo yang barjudul "Hikayat Buah
Dalimo"

Wassalam

MII

----- Original Message ----- 
From: "syafwardi" 
To: 
; 
Sent: Wednesday, September 29, 2004 9:35 AM
Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] FW: Parmintaan Maaf dari Wady Afriadi


> Wady, Wady, angku yo bana urang lapau yo, kok ka amota yo santiang, tapi


                
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail - 50x more storage than other providers!
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke