harman writes:

Tapi sejauh ini saya lihat komonitas YISC warna Muhammadiyah
nya masih lebih jelas.

Saya hanya khawatir dari hubungan seperti itu (yang meungkin niat penyelenggara baik) namun justru menjadikan kita bermudah-mudah dalam urusan ini atau dengan istilah kininya 'pluralis'. Apalagi Ahmadiyah yang jelas-jelas bukan dari Islam.


Kini banyak muslim yang tidak sadar apa itu Syi'ah dan bahayanya. Apalagi mereka pandai ber-taqiyyah dan berwajah moderat. Padahal banyak sekali penyelisihan mereka terhadap Sunnah dan tak akan bersatu ahlus sunnah dengan ahlul bid'ah. Telah muncul buku yang mendiskreditkan Shahabat mis. terhadap Abu Hurairah radhiallahu 'anhu dari penerbit-penerbit mereka (Mizan, Serambi, Lentera, dll).

Beberapa perkataan ulama tentang Syi'ah rafidhah:

Asyhab bin Abdul Aziz telah berkata : Imam Malik telah ditanya tentang Rafidhah, maka beliau menjawab : Janganlah kamu berbicara dengan mereka, dan janganlah mengambil riwayat dari mereka, sesungguhnya mereka itu orang-orang yang berdusta (pembohong).

Abu Hatim telah berkata : Telah menceritakan kepada kami Harmalah, ia berkata : Saya telah mendengar Imam Syafi`i berkata : Saya belum pernah melihat seseorang yang lebih mudah bersaksi dengan kepalsuan daripada Rafidhah.

Lengkapnya dapat dilihat di:
http://www.dida.vbaitullah.or.id/islam/buku/aqidah-syiah/buku-syiah.html


Mohon maaf jika ada yang salah. Segala kebaikan datang dari Allah sedangkan kesalahan datang dari diri saya dan syaithan.

Allahu a'lam wa billahit taufiq.

Wassalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim
(l. 1980 M/1400 H)




____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke