Selamatkan Aliran Silat Minangkabau
Oleh Redaksi
Selasa, 05-Oktober-2004, 15:13:29 25 klik

Padang, Padek-Sadar atau tidak, saat ini berbagai tradisi, adat dan budaya
Minangkabau telah mulai hilang dari tatanan kehidupan masyarakat Minang.

Dalam hal ini, yang paling mendesak karena sudah benar-benar terancam punah
adalah tradisi ajaran silat Minangkabau yang telah benar-benar hampir punah.
Berbagai aliran silat asli Minangkabau, kini sudah sangat sulit dijumpai.
Bahkan kalangan anak muda Minang, ada yang sama sekali tidak lagi mengenal
dan mengetahui, kalau di Minang banyak terdapat aliran silat yang merupakan
warisan budaya Minangkabau yang sangat masyur sampai berbagai penjuru dunia.

Sayangnya, upaya-upaya untuk melestarikan aliran silat asli Minangkabau ini,
hampir tidak terlihat dilakukan Pemprov Sumbar.

Menurut Ketua Komisi E DPRD Sumbar H Abdul Kadir, yang ditemui di DPRD
Sumbar Senin (4/10), jangankan silat yang merupakan warisan asli budaya
Minangkabau, tatanan pergaulan pun khususnya di kalangan anak muda kini
sudah banyak berubah, dan telah meninggalkan tatanan pergaulan yang
diajarkan budaya dan adat Minangkabau.

"Sayangnya sampai saat ini belum terlihat ada upaya-upaya serius dari
Pemprov Sumbar untuk melestarikan budaya dan adat Minangkabau tersebut.
Silat saja misalnya, saat ini hampir tidak pernah disentuh sama sekali oleh
pemerintah, sehingga perhatian terhadap hampir punahnya aliran silat asli
Minangkabau ini tidak pernah menjadi pembahasan. Apalagi merencanakan sebuah
kegiatan untuk melestarikannya," ujar Abdul Kadir.

Padahal menurutnya, Minangkabau dikenal luas berkat adanya Budaya dan Adat
Minangkabau (BAM), yang didalamnya terkandung aliran silat asli Minangkabau
yang juga sudah terkenal sampai ke seluruh dunia. Bahkan celakanya, beberapa
aliran silat yang asli Minangkabau tersebut, kini sudah dipatenkan oleh
beberapa negara, seperti Jepang, dan diklaim sebagai seni beladiri asli
negara mereka.

"Makanya, sudah saatnya bagi Pemprov Sumbar untuk membuat langkah-langkah
serius dalam upaya untuk melestarikan kembali berbagai aliran silat asli
Minangkabau ini. Karena terlambat sedikit saja, aliran-aliran silat
peninggalan budaya Minang itu hanya akan tinggal sejarah," tuturnya.

Sebenarnya, kata Abdul Kadir, pengembangan dan pelestarian aliran silat
tradisional Minangkabau itu bisa dilakukan melalui program kembali ke surau
yang telah dicanangkan sejak beberapa waktu lalu. Hanya saja, program itu
sendiri seperti tinggal kenangan, karena sampai saat ini, tidak jelas
implementasi dari kembali ke surau tersebut, apakah sudah dilaksanakan atau
hanya sekedar program yang tidak jalan sama sekali.

"Mungkin pada 2005 nanti kita bisa mendapatkan pemimpin baru yang lebih
peduli terhadap pelestarian adat dan budaya Minangkabau. Selain itu, PP
25/2004 juga mengharuskan perubahan SOTK (Struktur Organisasi dan Tata
Kerja), yang didalamnya menyebutkan pemisahan Dinas Periwisata dan
Kebudayaan. Dengan begitu, perhatian terhadap kebudayaan ini bisa lebih
fokus pada dinas tersendiri," ulasnya.

Upaya pelestarian aliran silat asli Minangkabau ini, yang terdengar baru
dilakukan oleh Pemko Payakumbuh. Wali Kota Payakumbuh telah beberapa kali
mengumpulkan para tuo silek yang ada di Kota Payakumbuh, dengan tujuan
mengembangkan kembali aliran silek yang sudah tidak lagi beredar. Dalam
beberapa kali pertemuan para tuo silek, jurus-jurus langka yang sudah sulit
dilihat, dengan senang hati dipamerkan para tuo silek yang umumnya sudah
berusia uzur.

Penampilan par tuo silek tersebut, diharapkan bisa memicu keinginan kalangan
muda untuk mempelajari kembali aliran silek asli Minangkabau tersebut,
sekaligus menggugah keinginan para tuo silek agar mau mengajarkan aliran
silat tuo tersebut supaya tidak punah. (nal)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke