Ada apa dibalik semua ini??
Kalau iyo.... iyo gilo..... pejabat deplu tu.
-----------------------------------------

*Ketika Farida-gate Gegerkan Masyarakat Indonesia di New York (1)
Ditipu Pacar, Tapi Beber Nama P
Oleh Redaksi Padang Ekpress
Rabu, 06-Oktober-2004, 16:59:07 5 klik

Ini ujian berat bagi perwakilan RI di New York. Seorang perempuan mengaku
berintim dengan 41 orang, termasuk para diplomatnya. Bisakah pengakuan
fantastis itu dipercaya?

DI 5 East 68th Street, New York, Negara Bagian New York, Amerika Serikat. Di
situ berdiri bangunan bertingkat, terkesan tua namun prestisius. Itulah
adalah gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di New York City.

Kini gedung itu, biasa disingkat KJRI-NY, terus menjadi gunjingan dan
kabar-kabur di kalangan warga Indonesia domisili New York. Dari kota
berjuluk the Big Apple itu, berita menyebar ke pelbagai penjuru AS termasuk
ibu kota, Washington, D.C. dan menyebar di tanah air.

KBRI Watch, kelompok yang mengawasi kinerja aparat pemerintah dan negara
kita di AS, yang kali pertama meledakkannya ke publik. KBRI minta
klarifikasi ke KJRI, KBRI, Deplu hingga menembuskannya ke DPR-RI dan media
massa di tanah air.

Wuuuuus. Kini berita soal Farida bertiup kencang, dan bakal lebih kencang
lagi tampaknya. Ada menyebutnya, KJRI-gate, diplomat-gate, Farida-gate,
Ida-gate, dan macam-macam lagi. Pokoknya tergantung dari sisi mana dan siapa
yang mengatakannya.

Bagaimana muasal cerita? Adalah seorang warga Indonesia asal Bima, Sumbawa
bernama Farida Abdullah, membeber cerita menggemparkan ini. Ia blak-blakan
merinci transaksi seksualnya dengan 41 pria yang mayoritas warga Indonesia.

Persisnya, menurut pengakuan perempuan 24 tahun itu, melibatkan 32 orang
anggota masyarakat Indonesia, lima orang lokal staf KJRI dan empat orang
home staff dan diplomat KJRI New York, termasuk di dalamnya kepala
perwakilan atau Konsul Jenderal (Konjen).

Dari praktik melakoni 'transaksi seksual' selama setahun terakhir itu, masih
menurut pengakuan Ida, terkumpul uang sebesar USD 200.000 (atau Rp
1.834.600.000 dengan konversi nilai tukar Rp 9.173 per dolar AS). Uang
dikumpulkan pacar Farida, kini tak jelas setelah digelapkan tiga pria yang
mengageni Ida ke para hidung belang.

Ida tak dapat bagian apa-apa, lebih-lebih pernikahan yang dijanjikan James
Stover tak kunjung tiba. Jim, panggilan sang pacar, menurut pengakuan Ida
merupakan pacar sekaligus bendahara yang mengelola 'bisnis' yang jelas tak
legal di New York itu.

Kepada koran ini, Ida pun curhat. ''Bantulah saya ini, Pak. Saya ini orang
kecil,'' katanya, dengan suara agak terbata.

Apa yang Anda inginkan sebenarnya?

''Tujuan saya adalah membongkar kasus yang menimpa saya ini dengan
pejabat-pejabat itu. Saya akan terus berjuang sampai tuntas,'' katanya, kali
ini dengan nada geram.

Yang patut mendapat perhatian, Ida mengakui bahwa transaksi seksual ini
diangkatnya bukan karena para pejabat atau warga itu tidak bayar. Para
'konsumen' itu sudah bayar semua. Menurut penuturan Ida, bayaran yang
didapatnya variasi tergantung jabatan dan posisi para pria itu. Kalau
Konjen, Ida mengaku dibayar USD 500 sekali. Kalau pejabat diplomat atau home
staff, bayarannya USD 300, dan kalau yang paling bawah, local staf, tarif
pelayanan Ida USD 200.

''Jadi itu tergantung lah, Pak. Mereka ada yang hanya sekali berhubungan
intim sama saya. Tapi, ada juga yang berkali-kali (Ida menyebut nama seorang
diplomat),''jelasnya.

Jika sudah dibayar, lantas ada masalah apa lagi?

''Saya ingin mengungkapkan semuanya,'' katanya.

Lalu kenapa dia menyeret lagi mantan pelanggannya itu?

''Saya sudah tertipu. Dulu saya mengadu ke KJRI, tak ada yang menanggapi,''
tandasnya.

Masalah Ida tampaknya kompleks sekali. Pasalnya, sebelum Farida-gate
terbongkar, perempuan yang aksen Sumbawanya ini masih kental ini sudah
tersandung masalah berkali-kali. Ada saja problem menimpa TKW ini dengan
majikannya. Sampai akhirnya yang terakhir muncul, tidak dengan majikan,
melainkan soal transaksi seksual melibatkan nama para pejabat Konsulat.

Itu pengakuan Ida. Bagaimana dengan 41 pria yang masuk dalam daftar 'pemakai
Ida'? KJRI pun mengeluarkan bantahan tegas. Mereka menyebut banyak
kejanggalan dari pengakuan Ida. KJRI mengnggap ada aktor intelektual atau
dalang di balik Farida-gate ini. Namun KJRI tidak menyebut nama.

Tapi dari sumber masyarakat kepada koran ini, yang dimaksud itu adalah Chris
Karto. Pemilik nama ini adalah majikan Ida yang sejak 10 tahun terakhir
bekerja untuk KJRI. Setelah Farida-gate terungkap, Chris sudah tak pernah
berhubungan dengan KJRI lagi.

Kepala Bidang Penerangan KJRI-NY, Iwanshah Wibisono menampik keras
tuduhan-tuduhan Ida. Yang repot, nama Iwan, sapaan diplomat muda ini, ikut
diseret-seret dalam Farida-gate. Bahkan, nama Iwan masuk dalam daftar 41
pria menggauli Farida.

''Saya tidak kenal Ida, dan tidak pernah bertemu dia. Lalu bagaimana mungkin
saya berzinah dengannya?'' kata Iwan, geleng-geleng kepala.

Iwan pribadi mengaku kasihan dengan Ida dan menganggap perempuan tamatan SD
ini hanya diperalat orang lain. Iwan menambahkan pihaknya sudah berkali-kali
meminta Farida memberi klarifikasi ke KJRI. Termasuk mengkonfrontasi Ida
dengan semua para pria yang disebut-sebut berhubungan kelamin atau menjalin
transaksi seksual dengannya. Tapi, kata Iwan, semua ditampik Ida lewat
bujukan orang-orang lain.

''Kembalilah Ida ke rumah Indonesia, KJRI. Ini kan rumah kita orang
Indonesia,''kata Iwan, Selasa malam setempat.

Iwan, melafalkan kalimat ''Demi Allah'', menyatakan sesungguhnya kasihan
pada Ida. Ida adalah rakyat kecil yang jelas harus dilindungi, katanya.

Ida belum mau datang ke KJRI, dan memilih bertahan di rumah majikan
sekaligus pelindungnya, Chris Karto.(bersambung)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke