Assalamualaikum, ww.
Merupakan kewajiban seorang muslim dalam hidup ini, menjaga kemurnian dan
seterilitas akidahnya dari segala noda yang mengotorinya. Karena disadari
atau tidak, kadang banyak perilaku dan ucapan seseorang yang dapat menyerat
ke dalam jurang yang membahayakan

Oleh karena itu, setelah beredarnya buku kontroversial "Fikih Lintas Agama"
mashab JIL (Jaringan Islam Liberal) terbitan Paramadina, tidak
sedikit kaum muslimin yang merasa bahwa keyakinan dan akidah mereka
dicabik-cabik dan dipermainkan. Maka laksana gendrang perang telah ditabuh,
debat dan diskusi pun dilakukan dimana-mana, baik langsung lewat tulisan
ataupun lisan,  berikut tulisan Dr. Din Syamsudin memaparkan cara dan
bagaimana proses lahirnya "Fikiih Lintas Agama" (FLA) itu. Baca tulisan
berikut (dipostingkan bersambung)
------------------------------------------
BILA ORANG LIBERAL MENCOMOT DALIL
Oleh : Dr. Din Syamsuddin
( 1 )

Pemikiran Ulil dan JIL Tidak Berstandar Islam Laporan utama Majalah Panjimas
Nomor 07, tanggal 26 Desember 2002, tentang Islam Liberal, memuat
pendapat-pendapat Ulil Abshar Abdalla kordinator JIL (Jaringan Islam
Liberal) hingga mendominasi laporan itu disertai wawancara. Pendukung JIL
Masdar F Mas'udi yang diberi porsi cukup luas. Pendapat KH. Athi'an Ali Da'i
dari Forum Ulama Umat Islam (FUUI) dari Bandung ditampilkan, di samping
pendapat KH. Mustofa Bisri mertua Ulil yang ditampilkan untuk ditepis Ulil
sambil menyinggung-nyinggung nama saya (Hartono Ahmad Jaiz). Dr. Din
Syamsuddin dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) diwawancarai, secara mendasar
mengatakan: "Pada gugusan pemikiran Ulil dan JIL tidak ada pemikiran yang
berstandar Islam." (hal27).

Berbeda dengan itu, KH. Sahal Mahfudz Ketua Umum MUI (Majelis Ulama
Indonesia) dan juga Rais Am NU (Nahdlatul Ulama) tampaknya biasa-biasa saja
terhadap Ulil, padahal dulunya Kiai Sahal ini agak kritis terhadap Pak
Munawir Sjadzali Menteri Agama (1983-1993) yang melontarkan gagasan
reaktualisasi ajaran Islam yang terhadap Ulil yang JIL itu KH. Sahal Mahfudz
tidak mengkritisi? Apakah lantaran KH. Sahal Mahfudz sama-sama se-NU dan
sedaerah (Pati Jateng) dengan Ulil? Wallahucl'lam. Yang jelas, keduanya
adalah pendukung berat Gus Dur (Abdurrahman Wahid) terutama dalam Muktamar
NU di Pesantren Cipasung Tasikmalaya Jawa Barat, 1994. KH. Sahal Mahfudz
pendukung Gus Dur untuk kaum tua, sedang Ulil penggerak GMNU (Gerakan Muda
NU) untuk mendukung Gus Dur di kalangan muda, dengan memakai kaos seragam
bertulisan di punggung; Gus Dur Oke. Di Masa Gus Dur jadi presiden 1999-2001
maka KH. Sahal Mahfudz jadi ketua urnum MUI, sedang Ulil jadi kordinatorJIL.

Sementara itu Panjimas juga menampilkan cuplikan sikap NU (Nahdlatul Ulama)
Jawa Timur. Tulis Panjimas: "...meski JIL dimotori oleh ummnya anak-anak
muda NU yang 'maju', kalangan organisasi mereka tampaknya kurang begitu
happy. Sebuah taushiyah (rekomendasi, pen) dari Konferensi PWNU (Pimpinan
Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur, yang berlangsung di Pondok Pesantren
Miftahul Ulum, Trenggaleng Pasuruan, pertengahan Oktober lalu berbunyi
(persisnya): "Kepada institusi PWNU Jatim agar segera menginstruksikan
kepada Warga NU agar mewaspadai dan mencegah pemikiran "Islam Liberal" dalam
masyarakat. Apabila pemikiran "Islam Liberal" tersebut dimunculkan oleh
Pengurus NU (di semua tingkatan) diharap ada sanksi baik berupa teguran
keras (istitaabah) maupun sanksi organisasi (sekalipun harus dianulir dari
kepengurusan NU)." (hal 27). Tetapi laporan utama Panjimas itu ditutup
dengan sengaja memberikan keleluasaan kepada awak JIL Hamid Basyaib untuk
membela Ulil. Lebih dari itu, tampaknya Panjimas berancang-ancang untuk
mengerahkan wadyabala JIL, yang tua untuk turun gunung angkat pena, dan yang
muda untuk belajar berlaga melontarkan gagasan liberalnya lewat tulisan.

Adabeberapa hal yang terungkap dalam laporan tentang JIL di Panjimas No:
07-2002 itu. Masalah dana JIL dari mana, ternyata dari Asian Foundation dan
ford Foundation serta NGO lainnya. Pendana-pendana itu tampaknya dari pihak
yang berseberangan dengan Islam. Itu satu persoalan, menurut surat
Al-Baqarah: 120.

"Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu
mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah
petunjuk (yang benar) ". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka
setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung
dan penolong bagimu. "(AI-Baqarah: 120).

Terungkap pula, gaya JIL itu terlalu percaya diri. Ulil dan kawan-kawannya
seolah meletakkan diri sebagai mujtahid mutlak di satu sisi, namun di sisi
lain tidak pakai manhaj/metodologi keilmuan yang jelas. Ini adalah
pemandangan ironis sekaligus tragis. Sehingga ungkapan "Belajar dari Ijtihad
Umar" yang dilakoni JIL akan mengakibatkan peniruan yang memerosotkan
sahabat Nabi terkemuka, seolah Umar bin Al-Khathab Radhiyallahu Anhu hanya
sekelas dengan orang JIL keteguhan Islam dan ilmunya, atau hanya kakak
kelas. Padahal, setan saja konon takut berpapasan dengan Umar bin
Al-Khathab, pertanda keteguhan Islamnya, dan dia terhitung mujtahid di
barisan sahabat Nabi. Meskipun demikian, kalau pendapatnya, seandainya ada
yang tak cocok dengan Al-Qur'an dan as-sunnah, tidak perlu diikuti. Kita
harus kembali kepada AI-Qur'an dan as-sunnah. Bukan kepada Umar. Maka Ibnu
Mas'ud diriwayatkan sangat mengecam ketika dia mengatakan firman Allah dan
sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam lalu orang menyanggahnya dengan
perkataan Abu Bakar dan perkataan Umar. Pelajaran semacam ini perlu
dicermati, sebab banyak orang sekarang kadang membantah ayat atau hadis
dengan perkataan orang, hatta orang kafir sekalipun.  Ini satu keanehan.

Di samping persoalan itu, masih ada beberapa masalah besar, di antaranya
masalah pluralisme agama dan penggunaan dalil semaunya. (bersambung)









____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke