Pengusir Maksiat
Oleh Redaksi
Kamis, 07-Oktober-2004, 05:00:07 15 klik

Padang, Padek-Kekhawatiran rusaknya tatanan sosial karena maksiat bagi umat
Islam yang mungkin telah masuk kategori penghujung ini makin terasa. Puasa
di bulan Ramadhan 1425 H yang telah diambang pintu ini merupakan harapan
sekaligus tantangan untuk mengusir kekhawatiran itu.

Berjihad menumpas kebathilan adalah kata kunci yang menuntuk keterlibatan
semua unsur masyarakat dan pemerintah di Kota Padang ini.

"Kita sangat berharap gerakan memberantas pekat benar-benar bisa terlaksana
pada momen Ramadhan tahun ini. Fakta yang tak terbantah, di daerah kita
telah lama terjadi perjudian, minuman keras, pelacuran dan kejahatan
lainnya. Semua orang harus berbicara dan berbuat untuk pemberantasannya.
Alim ulama, tokoh masyarakat serta ninik mamak diharap mampu menggalang
kekuatan untuk pemberantasan maksiat ini," tutur Ketua Pelaksana Semarak
Ramadhan 1425 H Kota Padang, Indra Catri dalam percakapannya dengan harian
ini, kemarin.

Ia berharap tidak satupun masyarakat yang berpangku tangan dalam
pemberantasan maksiat yang dicanangkan Pemko. Diam adalah emas menurut In,
begitu lelaki itu akrab disapa, sangat tidak sesuai dengan kontek persoalan
pemberantasan maksiat. Berbicara dan berbuat dengan aksi yang nyata sangat
berharga. "Bukankah Islam mengatakan, jika kamu melihat kemungkaran,
cegahlah dengan tangan. Jika tidak mampu, dengan lisan, dan jika juga tidak
mampu, cukup dengan membenci perbuatan itu dan menjauh dari kelompok yang
durhaka. Diam itu adalah sikap Muslim yang paling akhir dan lemah,"
tuturnya.

Aksi nyata masyarakat Kota Padang dalam bulan pembakaran dan pengampunan
dosa ini diharapkan memiliki resonansi (getaran, red) yang menjalar ke
daerah lain. Jika hal itu terjadi, maka akan menjadi kekuatan simultan bagi
Sumatera Barat secara bersama mengenyahkan maksiat dari tengah masyarakat
hingga tercipta "Baldhatun thoyyibatun warabbun ghafur" atau negeri yang
baik dibawah ampunan Tuhan.

"Fokus utama semangat memerangai maksiat kita tujukan kepada perjudian
seperti togel dan segala bentuk perjudian lainnya. Mereka yang menang dalam
judi biasanya akan dengan sangat gampang membelikan lusinan minuman keras
untuk berpesta. Maka teman pesata selanjutnya adalah pergaulan bebas dengan
para penjaja sek. Jika hal ini terus terjadi tanpa ada titik balik untuk
memeranginya, maka tatanan masyarakat akan kacau, kehancuran akan pasti
terjadi," ulasnya.

Tentang potensi maksiat dan pelaku maksiat menurut pengamatannnya, memang
lebih besar di Kota Padang. Karena itulah masyarakat kota Padan sebagai
daerah yang barometer Sumatera Barat benar-benar mendukung berbagai aksi
yang diprogramkan. Berbagai kegitan menyambut Ramadhan ini telah dirancang.
Mulai dari seminar dengan muatan ajaran Islam, zikir bersama, apel akbar,
pasanteren Ramadhan, serta penindakan-penindakan.

"Sangat disadari bahwa salahsatu tugas pemerintah adalah melindungi
masyarakat dari berbagai macam gangguan. Salahsatu diantaranya adalah
gangguan pekat. Sebagai wujudnya perhatian itu, berbagai kegiatan di gelar.
Namun untuk tercapainya misi dari berbagai kegiatan yang dirancang, butuh
kebersamaan dengan berbagai unsur masyarakat," tandasnya. (haj)



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke