Angku Darul, angku Irdam, dunsanak lainnya.

Iyo bana, mambue database untuk mengatahui profil UKM, memang paralu. Tapi
mambuek database nan sabana baguno ka dasar analisa jo untuk pangambil
kaputusan, bukanlah pekerjaan mudah. Pertama, bagaimana caranya mengumpulkan
data yang memiliki esensi dari begitu banyaknya pengusaha? Kemudian apakah
semua UKM akan kita data, seperti kato sanak Irdam, agen koran/majalah, kios
rokok, pedagang k-5, warteg, kadai nasi, sepetak toko kelontong, atau malah
indomart/alfamart?

Kedua, siapa yang akan mepergunakan data tersebut untuk menrencanakan proses
pemberdayaan? Apakah Pemda? dinas mana?, apakah Dinas KoperInDag?, apakah
Dinas KomInfoInvest? Apakah model Pemda sekarang mau dan sanggup untuk kerja
teknis seperti ini? Atau adakah usaha independen yang akan mewakili
sekelompok UKM, siapa yang mendanai? apakah mereka dapat hidup dari jasa
yang dijualnya? Apabila swasta bagaimana stakeholders UKM akan memberikan
semacam jaminan bahwa investasi yang tertanam akan kembali dari jasa yang
mereka jual?

Kemudian, apobilo manyangkui ka soal pitih, pitih nan barasa dari bank atau
koperasi, atau badan pendanaan lainnya, sia nan menjamin pengemabilannya?
UKM tidak mempunyai cukup asset yang bisa diagunkan. Tapi cukup banyak UKM
yang produktip yang bisa mengembalikan modal kerja. Jadi, apakah badan
independen diatas dengan mempergunakan data sebagian dari UKM yang mau
kerjasama untuk selalu memberikan laporan kegiatannya, akan menjadi badan
penjamin?

Semua perlu dijawab, oleh arsitek UKM kita? Tidak perlu skala nasional,
cukup skala daerah, cukup kita mulai dari satu kabupaten atau kota, menjalar
ke kabupaten lainnya, sehingga akan mencakup sebagian Sumbar dan
terintegrasi kekota-kota besar penting lainnya sebagai sasaran pasar.

Wassalam,

Ridwan

----- Original Message -----
From: "Irdam Syah" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, October 07, 2004 8:21 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] NKRI kedepan - Menteri UKM?


> Per definisi, sejauh mana batas bawah dari kategori UKM itu ?
> Apakah sampai agen koran/majalah, kios rokok, pedagang k-5,
> warteg, kadai nasi, sepetak toko kelontong, atau malah indomart/
> alfamart.
>
> Dalam kesibukan usaha mereka sehari-hari apakah pernah terlintas
> di pikiran mereka akan adanya dana UKM yang bisa mereka manfaatkan.
> Biasanya hal2 yang ba urusan jo birokrasi ko mereka alah mam-vonis
> sajo dengnan nada pesimis "ba abih hari/ukatu jo ba  abih pitih
> untuak manyogok."
>
> Dan satu lagi yang ditakutkan, karena ada dana "murah" mako ibaraik
> gulo alah abih marubuang pulo samuik2, malah tambah bedo dek samuik
> karanggo ikuik pulo. Akhianya dana tu ba puta disitu2 juo alias
> di tangan para konglomerat, mungkin mamakai tangan unit2 usaha
> terkecil mereka atau kompanyon/pelanggan mereka di tingkat ritel.
>



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke