Keadaan tanah di Kabupaten Agam cocok untuk pertanian, terutama tanaman padi sawah dan 
hortikultura. Lahan sawahnya 28.574 hektar dan merupakan 13 persen dari luas wilayah. 
Produksi gabah kering giling 252.725 ton. Produksi beras Kabupaten Agam terbilang 
surplus setelah 93.401 ton beras dikonsumsi sekitar 419.000 penduduk. Kelebihannya 
dijual ke wilayah Sumbar lainnya. Selain itu, di Agam telah dilakukan penanaman padi 
organik yang tidak lagi memanfaatkan bahan kimia. Produktivitas padi organik setiap 
hektar terbukti cukup tinggi. Di salah satu sentra padi organik, yakni Kecamatan Baso, 
bahkan produksinya 9,2 ton padi per hektar. 

 

Produktivitas yang tinggi ini disebabkan kesuburan dan derajat keasaman tanah. 
Kecamatan Baso bersama Kecamatan Tanjung Raya, Palembayan, dan Tilatang Kamang 
merupakan lokasi peningkatan mutu intensifikasi pangan. Sayuran merupakan komoditas 
unggulan yang juga diuntungkan karena faktor alam. Produksi kol, tomat, cabai, dan 
wortel cukup berlimpah. Sentra-sentra sayuran terdapat di Kecamatan IV Angkat Candung, 
Candung, Baso, Banuhampu Sei Puar, Sungai Puar, dan IV Koto. Berlimpahnya produksi 
sayuran ini membuat Agam menjadi salah satu penghasil sayuran terbesar di Sumbar 
selain Kabupaten Solok dan Tanah Datar, dan dikembangkan sebagai kawasan agrobisnis 
sayuran Sumatera.


Ciri agraris sedemikian kuat menyatu dengan wilayah Kabupaten Agam. Namun, tantangan 
ekonomi agraris ini tidak mampu membuat warga bertahan di daerah asalnya. Jumlah 
perantau selalu meningkat. Meski angkanya tak tercatat, setidaknya demikian pengakuan 
beberapa penduduk yang menganggap daerahnya semakin sepi. Persoalan rendahnya 
pertumbuhan penduduk tentu saja berkait ketersediaan tenaga kerja untuk mengolah 
sumber daya alam. Kekayaan alam yang sedemikian besar tidak akan tergarap bila tenaga 
kerja terbatas. 

 

Akibatnya, pola kehidupan masyarakat tidak akan beranjak dari sekadar 
menanam-memetik-menangkap ikan-memasarkan. Mata rantai mengolah hasil bumi masih 
sangat minim. Kemiskinan akan tetap membayangi. Penduduk miskin di Agam tahun 2001 
berjumlah 47.018 jiwa atau 10.975 rumah tangga. Jumlah ini berarti 11,2 persen dari 
jumlah penduduk tahun tersebut. Penyebab kemiskinan antara lain ketiadaan modal untuk 
bekerja atau memulai usaha. Program pemerintah daerah mengentas kemiskinan boleh 
dibilang cukup baik.



Source: Rank Marola



Wassalam,

Sampono Sutan (55+)

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke