Assalamualaikum Wr. Wb. Sebagai seorang muslim, figur Nabi selalu hadir pada alam bawah sadar saya, dan menguat pada saat-saat tertentu seperti di bulan Ramadhan ini.
Sewaktu sarapan sehabis salat Subuh Kamis pagi sehari menjelang Ramadhan, sosok Nabi tiba-tiba menguat. Yang terbayang oleh saya saat itu adalah kehidupan beliau yang sangat-sangat sederhana sepanjang hayatnya. Beliau selalu tidur di atas pelepah kurma, bahkan setelah beliau menjadi penguasa tunggal di Jazirah Arabia, sehingga Umar ibn Khatab yang gagah berani itu pernah menangis tersedu-sedu tatkala melihat bekas pelepah kurma di punggung pria yang sangat mulia, Al Mustafa, junjungan miliaran kaum Muslimin sedunia itu, tatkala Umar mengunjungi Nabi di rumah beliau yang sangat sederhana di samping Masjid beliau di Madinah. Saya pun tak kuasa menahan cucuran air mata saya. Ya, kehadiran figur Nabi memang sangat menguat dalam sanubari setiap muslim yang menjalankan ibadah puasa, tidak makan, tidak minum, tidak merokok, tidak melakukan hubungan intim suami isteri serta menghindari berbagai perilaku tidak terpuji sejak terbit fajar sampai terbenamnya matahari, banyak melakukan berbagai amal saleh, menyantuni mereka-mereka yang kurang beruntung, bertadarus di malam hari. karena dari contoh yang beliau lakukanlah kaum muslimin melaksanakan rukun Islam ketiga ini. Beliau yang biasa berbuka dengan segelas air putih dan tiga butir kurma---kebiasaan yang banyak diikuti kaum muslimin, termasuk saya---menganjurkan untuk menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Saya agak terkejut ketika membaca sebuah hadis yang meriwaytkan Nabi pernah meminta Bilal menunda mengumandangkan Azan Subuh karena melihat masih ada sahabat beliau yang masih menyelesaikan makan sahurnya, atau menyuruh sahabatnya yang lain menghabiskan minuman yang ada dicangkirnya walaupun Azan subuh sudah dikumandangkan. Tujuan puasa adalah untuk meningkatkan takwa, atau sebuah pendakian rohani. Tetapi banyak di antara kita---termasuk saya---yang mengabaikan aspek utama ini. Karena itu beliau pernah mengingatkannya melalui sabda beliau: "Banyak umatku yang berpuasa yang tidak mendapat apa-apa, terkecuali rasa haus dan lapar. Di bawah ini saya kutipkan salah satu khutbah beliau menyambut bulan yang mulia ini yang seluruh isinya sangat perlu dihayati dan diamalkan oleh segenap kauam muslimin yang berpuasa. Salah satu bagian yang bagi saya sangat menggetarkan ialah bagian khutbah beliau yang berbunyi: "Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air". Selamat menjalankan ibadah puasa hari keempat. Wassalam, Sutan Bandaro Kayo ============================================================== Khutbah Rasulullah SAW Menyambut Ramadhan "Wahai manusia! Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah dengan membawa barokah, rahmah, dan maghfirah. Bulan yang paling mulia pada sisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama.Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama. Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Pada bulan ini nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima, dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabb-mu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapatkan ampunan Allah pada bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan pada hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali silaturahmimu. Jagalah lidahmu. Tahanlah pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya. (Tahanlah pula) pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarkannya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya anak-anak yatimmu (akan) dikasihi manusia. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tangan untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menjawab mereka ketika menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya, dan mengabulkan mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya. Wahai manusia! Sesungguhnya (disebabkan) diri kalian tergadai karena amal-amal kalian, maka bebaskanlah dengan istighfar. (Karena) punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu. Ketahuilah, Allah Ta'ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul 'Alamin. Wahai manusia ! Barang siapa di antaramu memberi (makanan) untuk berbuka kepada orang-orang mukmin yang melaksanakan shaum pada bulan ini, maka pada sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan ia diberi ampunan atas dosa-dosanya yang lalu."Para sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah, kami semua tidaklah mampu berbuat demikian." Rasulullah meneruskan khutbahnya. "Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air. Wahai manusia! Barang siapa yang membaguskan akhlaknya pada bulan ini , dia akan berhasil melewati shirath pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Barang siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya pada hari kiamat. Barang siapa yang menahan kejelekannya pada bulan ini Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan pada bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan pada bulan ini, Allah akan memutuskan dari rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa melakukan shalat sunnah pada bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barang siapa melakukan shalat fardhu, baginya ganjaran seperti melakukan tujuh puluh shalat fardhu pada bulan yang lain. Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak akan pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabb-mu agar tidak akan pernah dibukakan bagimu. Syetan-syetan terbelenggu, maka mintalah agar mereka tidak lagi pernah menguasaimu. "Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib, berdiri dan berkata, "Ya Rasulullah, apa amal yang paling utama pada bulan ini ?" "Ya, Abu Al-Hasan, amal yang paling utama pada bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah." Jawab Nabi SAW. ***Dukutip dari Meydi (Milis Kota Bogor) dari Kepompong Ramadhan K.H. Abdullah Gymnastiar) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

