memang mata hati bisa saling melihat dan mengerti, 
tapi tidak begitu hal nya dengan hidung , 

walau bagaimana pun tukang sampah dan pedagang minyak wangi, 
sangat berbeda jauh, bau nya, begitulah hidung berkomentar 

banyak bergaul dg tukang sampah, badan dan pakaian kita pun akan jadi 
bau, 
jauhilah tukang sampah, karena hidung kita tak berdusta, badan pun 
akan bau karenanya

bila banyak bergaul dg pedagang minyak wangi, 
badan dan pakaian pun jadi harum , 
hidung pun ,tak berdusta, untuk senang berdekatan dg penjual minyak 
wangi

masyarakat yg sehat, termasuk juga komunitas maya di palanta 
rantaunet ini, 
akan tercipta secara sehat pula, bila terbangun berkomunikasi yg 
baik, akrab, nyaman dan mencerdaskan, 
bagaikan sistem sosial nagari di ranah minang yg juga punya tata 
tertib lengkap dg fasilitasnya spt istilah ,
Nagari : bapandam bapakuburan, ba balai adat, lapang nan 
bapaneh,surau, tabek,pasa dll.
itu semua menggambarkan bagaimana masyarakat minang dulu , 
telah bisa membangun suatu komunitas yg sehat dan tertib, lengkap dg 
aturan , reward & punishment.
itulah yg membuat budaya minang dulu maju dibanding budaya 
tetangganya semisal etnis mentawai atau kubu

masyarakat yg sehat tercipta di daerah dimana suanana halaman yg 
bersih, sampah tak berserakan
jalan tertata rapih dan ada aturan adatnya.
jelas pula tempatnya , dimana kandang ayam, dimana pula musang 
berkeliaran.

dalam skala yg kecil masyarakat yg sehat tsb, individunya memiliki 
kedekatan hati, 
tubuhnya sehat, mata, hidung, mulut dan semua panca indra nya 
berfungsi dg baik.

masyarakat yg sehat itu pulalah yg kita harapkan bisa terwujud pula 
dalam pergaulan kita 
di komunitas maya , Rantaunet kita ini, agar banyak manfaat diraih, 
dijauhkan dari kemadharatan.

perjalanan Rantaunet yg telah lebih 10 tahun, 
dg berbagai lika liku nya yg lebih tajam daripada kelok 9 jalan ke 
pekanbaru, 
yang lebih memabukkan dari kelok 44 ke danau maninjau, 
telah memberi pelajaran bagi kita semua ( khususnya member lama 
Rantaunet ) 
tentang bagaimana membangun peradaban yg baik di Rantau maya ini 

Karena Rantaunet sebagai, rantau maya yg paling tua, yg paling banyak 
member nya ini, 
diharapkan bisa menjadi rantau maya yg terbaik bagi rang minang di 
banding rantau maya lain nya ,
semoga bisa memberikan sumbangan positif bagi orang minang dan ranah 
minang umumnya.

wassalam 

Hendra M
pulau gaduang

--- In [EMAIL PROTECTED], Ifankha Piliang <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
> Assalamu'alaikum Wr . Wb.
> 
> Teriakan Jarak Hati
> 
> 
> Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, "Mengapa 
ketika 
> seseorang sedang dalam
> keadaan marah, ia akan berbicara dengan suara kuat atau berteriak?"
> 
> Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan 
> menjawab,"Karena saat seperti itu
> ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
> 
> Tapi... sang guru balik bertanya, "lawan bicaranya justru berada 
> disampingnya. Mengapa harus berteriak?
> Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
> 
> Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar 
menurut 
> pertimbangan mereka.
> Namun tak satu pun jawaban yang memuaskan.
> 
> Sang guru lalu berkata, "Ketika dua orang sedang berada dalam 
situasi 
> kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka
> menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena 
itu,untuk 
> mencapai jarak yang demikian,
> mereka harus berteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka 
> berteriak,semakin pula mereka menjadi marah dan
> dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun 
menjadi lebih 
> jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak
> lebih keras lagi."
> 
> Sang guru masih melanjutkan, "Sebaliknya, apa yang terjadi ketika 
dua orang 
> saling jatuh cinta? Mereka tak hanya
> tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar 
darimulut 
> mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apa pun,
> keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa 
demikian?" Sang 
> guru bertanya sambil memperhatikan paramuridnya.
> 
> Mereka nampak berpikir amat dalam namun tak satupun berani 
memberikan jawaban.
> Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada 
akhirnya 
> sepatah katapun tak perlu diucapkan.
> Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami 
apa yang 
> ingin mereka sampaikan.
> 
> Sang guru masih melanjutkan, "Ketika Anda sedang dilanda 
> kemarahan,janganlah hatimu menciptakan jarak.
> Lebih lagi hendaknya kamu tidak mengucapkan kata yang mendatangkan 
jarak di 
> antara kamu. Mungkin di saat seperti itu,
> tak mengucapkan kata-kata mungkin merupakan cara yang bijaksana.
> Karena waktu akan membantu Anda
> 
> Wassalam
> Fankha





____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke