Waalaikumsalam.Wr.Wb. Sama-sama,..
Ajaran Islam itu tergantung pribadi masing-masing menerimanya.Karena dalam gaya bahasa Al Qur'an banyak redaksi ayatnya berbentuk pemberitaan, namun yang di maksud adalah WAJIB ( cukup banyak , cobalah teliti Al Qur'an itu dengan seksama, dan baca dengan penafsiran ulama Salaf dan kontemporer, akan ketemu jawabannya, kalau kita kurang puas dengan jawaban seseorang ). Saya kasih dua contoh saja sebagai bonus, untuk direnungi, Firman Allah : " Walmuthallaqhootu Yatarabbasna bianfusihinnaa,.Tsalaasata Quru " ( Dan wanita-wanita yang dicerai menunggu masa iddahnya 3 kali suci ). Ayat ini bentuknya pemberitaan, tapi maksudnya perintah dan Al aslu fil amri lilwujub ( Asal dari perintah adalah hukumnya WAJIB ). Satu lagi " Wamandakhalahu kaanaa aaminan " ( Dan siapa yang memasuki kota Mekkah maka ia akan aman ). Jelas di Mekkah banyak pencopetan juga. Kalau begitu gaya bahasa Al Qur'an yang berbentuk berita itu salah ?.. Jelas tidak, salah bagi mereka yang memahami Al Qur'an sangat sedikit, melihat letter saja, tetapi benar bagi mereka yang Arraasikhun ( Ilmunya mendalam ), karena yang dimaksud ayat tersebut adalah :" Jadikanlah kota mekkah itu menjadi negeri aman, sehingga orang yang masuk kesana bisa merasa aman ". Kata " Perintah Jadikanlah " dalam ayat jelas ngak ada, tetapi orang yang cukup mengerti ilmu Al Quran faham maksudnya. Tetapi bagi orang yang tak mengerti, ia akan memahami ayat ini sebatas yang letter ( tertulis )saja. Dan begitulah, masih banyak hal-hal yang senada ini, termasuk apa yang telah saya jelaskan sebelumnya mengenai MARAH ( jelas dalam marah yang di wajibkan dalam agama, bukan marah biasa, HARUS DIBEDAKAN ). Ini hanya bayangan saja, buat kita pembaca semua. Begitulah ajaran Islam. Wajar Allah mengatakan : " Hanya orang-orang yang Arrashikhun yang mengatakan Aaamannaa bihi ( kami beriman dengannya ). " Dan tidak salah juga Allah berfirman : Dzaalikalkitaabulaa raibafiihi " ( Itulah kitab Al Qur'an yang tiada keraguan padanya ). Allah sengaja pakai kata " Dzaalika ", bentuk penujuk " JAUH ", ( Dzalika = itu yang jauh ). Ini dikarenakan sangat jauh sekali bagi orang-orang untuk menguasai apa-apa yang dalam Al Quran itu secara keseluruhan.Subhanallah, maha suci Allah yang segala kandungan AlQuran tak ada satupun yang salah. Saya ini bertugas sebagai penyampai saja, bukan Pemberi Hidayah, hidayah itu hak Allah semata. Jadi ini tergantung keimanan seseorang memahami ayat dan Hadist. Wassalam. Rahima. --- dodie889 <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Assalamualaikum wr wb, > :-) > Terima kasih atas jawabannya :-) Saya kira akan ada > hadis yang bener > bener menguatkan bahwa marah itu WAJIB. Ternyata > tidak. Terima kasih > Rangkayo. > > Wassalam, > IkhWah > > --- In [EMAIL PROTECTED], Rahima > <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Assalamualaikum.Wr.Wb. > > > > Sanak Ikhwah, maaf saya delete semua postingan > > terakhirnya, karena terlampau panjang dan > > membingungkan. > > > > Saya juga heran, kenapa sanak Ikhwah mengatakan > > jawaban saya tidak struktur, padahal sanak sendiri > > melakukan hal yang sama. > > > > Dan saya juga sudah jelaskan mengapa tidak > struktur > > begitu, karena saya mengikuti irama sanak > sendiri.itu > > saja. > > > > Kemudian sanak mengutarakan bahwa saya menanggapi > hal > > yang tidak begitu menjadi inti diskusi, seperti > kata > > SMA itu. Padahal sanak sendiri melakukan hal yang > > sama, hal yang ngak penting juga sanak > tanggapi,sekali > > lagi saya ini hanya sekedar mengikuti irama sanak > > Ikhwah, tidak lebih dari itu. > > > > Masuk kita pada inti pembicaraan. > > > > Sanak Ikhwah minta dasar hukum wajib marah yang > saya > > kemukakan. > > > > Sanak harus baca dulu kronologi asal muasal sanak > wady > > di keluarkan, sebagaimana yang saya katakan semua > > melalui tahapan, dan pada akhirnya saya mengatakan > > dalam hal ini ( jelas yang dimaksud dalam cerita > sanak > > Wady yang memperolok-olokkan ayat-Allah, sudah > masuk > > pada kemarahan yang wajib, kan itu yang saya > sampaikan > > ). > > > > Seharusnya sanak Ikhwah sudah mengerti, bahwa > marah > > dalam membela agama, itu wajib. Dalil hukumnya > sanak > > minta, bukankah sudah saya jelaskan,..? saya ngak > > perlu mengulanginya lagi. Dan ngak perlu harus > > dihilangkan hadist : " laa taghdab...faraddada > miraran > > ". > > > > Karena sudah saya jelaskan sebelumnya, konteks > marah > > disini marah yang bagaimana. Tolong bedakan mana > marah > > yang saya maksudkan. Padahal saya sudah jelaskan > marah > > semacam apa yang di wajibkan itu ( kalau sanak > ngak > > mau dengar atau baca saya mengatakan " Marah yang > > dibolehkan ", jelas beda donk, mana yang boleh > mana > > yang wajib. Saya ngak sebodoh itu koq memahami > bahasa > > Indonesia. > > > > Jelas beda antara benci dan marah, benci malah > lebih > > parah lagi, ketimbang marah. Seharusnya disini > sudah > > difahami sekali. > > > > Mengenai " kafir ", saya jelas ngak ada bilang > sanak > > Wady kafir lho, lantas sanak bilang karena saya > > mengumpamakan perbuatannya dengan bani Israil ..? > > > > Coba sanak Ikhwah jawab yang satu ini : " Kamu ini > > seperti singa lho ?", apa benar yang kamu itu > > benar-benar singa, berarti ia hewan donk,..? > > > > " Kamu ini perbuatannya seperti bani Israel, yang > > kafir itu..". apakah dalam hal ini saya mengatakan > > sanak Wady kafir,..? > > > > Dalam Ilmu balaghah, ini disebut dengan tashbih. ( > > perumpamaan ), tetapi bukan ia semacam itu secara > > keseluruhannya, tapi perbuatannya saja yang > seumpama > > itu, dan jelas si kamu itu bukan singa > kan,..begitulah > > dengan kondisi sanak Wady. > > > > Okay,.begitulah seterusnya, saya ngak mau berbalik > > lagi, sudah sampai di jakarta,dari medan eh..ada > yang > > ketinggalan di Padang,..balik lagi ke Padang. Ini > > semacam diskusi yang saya malas > menghadapinya.Okay,.. > > > > Sudah sampai pembicaraan masalah marah sampai ke > nomor > > sekian..eh..taunya balik lagi ke dua,...malas > > banget...kayaknya cuman itu keitu saja > permasalahan, > > kagak ada kerjaan yang lain. Ini bagi saya pribadi > : " > > Siang bahabih maso, malam bahabih minyak lampu ". > > > > Mohon maaf, berhubung lagi puasa, kalau ada kata > yang > > menyinggung. > > > > wassalam.Rahima. __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

