waalaikum salaam wr wb
Jikapun benar misi ini, maka sebenarnya ada sedikit saja
pertanyaan yang agak menggelitik, kita ambil contoh simpel
: TV Kabel
Kalau dilihat dari siapa-siapa pelanggan TV Kabel yg
ada di Indonesia (salah satu jaringan bisnis mereka),
maka pertanyaannya adalah : siapakah sebenarnya
yang membesarkan bisnis mereka ini ?
Ini baru satu contoh kecil, bagaimana dengan media
massa mereka ? rumah sakit ? Mal-Mal ? Sekolah-sekolah
mereka ? Toko-toko mereka ? dll. Siapakah yang berlangganan,
atau menjadi konsumen atas jasa layanan mereka ini ?
Betul bahwa ada hal-hal yang kita sendiri belum mampu
menyediakannya, dan harus membeli atau berlangganan
ke mereka. Tapi kecendrungan untuk memilih yang
sedikit lebih jelek/rendah mutu asal milik sendiri kayaknya
masih perlu ditumbuhkembangkan dengan lebih giat lagi.
ironis memang, tapi begitulah faktanya...
maka jangan kaget, jika mereka punya dana sangat besar
buat program mereka, sementara para da'i kita tertatih-
tatih buat mikirin dakwah dan menghidupi keluarga...
Hasan Al-Banna pernah berkata :
" bukan mereka yang kuat, tapi kitalah yang lemah.."
wassalaam,
Ronald
[EMAIL PROTECTED]
Sent by: To: [EMAIL PROTECTED]
[EMAIL PROTECTED] cc:
ntaunet.org Subject: [EMAIL PROTECTED] Fw
: Dari Milist Tetangga
10/22/2004 10:05 AM
Please respond to palanta
Assalamu'alaikum ww
Dari milis tetangga mudah2an ado manfa'atnyo.
Wassalam
Hanif
==============
----- Original Message -----
From: iwibisana
To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED]
Sent: Friday, October 22, 2004 9:40 AM
Subject: [mus-albarokah]
Koalisi James Riady-Pat Robertson
Berkoalisi dengan Pat Robertson, pimpinan Koalisi Kristen dan jaringan televisi
misionaris terbesar di dunia proyek besar James T Riady akan membuat TV misionaris
yang segera mengudara di Indonesia
Proyek Mega-Kristenisasi James T Riady tentu bukan sebuah pekerjaan main-main. Perlu
didukung dana dan jaringan yang luar biasa. Urusan dana, tak jadi kendala. Keluarga
Riady adalah pengendali bisnis raksasa yang bergerak di bidang perbankan, TV kabel,
telepon selular, online shopping, jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan
bidang lainnya. Konon total asetnya mencapai USD 12 milyar.
Namun dana besar saja tidak cukup. Perlu digerakkan oleh 'mesin' yang taktis dan
berjaringan luas. Karena itulah James T Riady menggandeng World Harvest Global (WHG)
dan American Institute for Maghrib Studies (AIMS) untuk menyukseskan proyeknya.
WHG adalah pusat misionaris dunia yang bermarkas di California, AS. Berdiri tahun
1989 sebagai bagian dari program Koalisi Kristen yang dirintis evangelis terkenal, Pat
Robertson. Cabangnya sudah bertebaran di banyak negara antara lain Jepang, Malaysia,
Indonesia Jerman, dan Belanda.
Di Indonesia, markas WHG ada di Lippo Karawaci. Motor penggeraknya adalah sang boss
Lippo Group, James T Riady. Tetapi namanya agak berbeda, yaitu World Harvest Center
(WHC). Aktivitas sehari-harinya dikomandani oleh pendeta Dr Jimmy Oentoro.
Sedangkan AIMS adalah lembaga studi pemikiran dan kebudayaan Yahudi di AS. Institusi
ini merupakan mitra utama Christian Coalition (Koalisi Kristen).
Hadirnya WHC di Indonesia tak lepas dari eratnya persahabatan spiritual antara James
T Riady dan pendeta Pat Robertson. Konon mereka mulai saling kenal tatkala keduanya
terlibat dalam "misi khusus" tim sukses Presiden AS. Mula-mula era George Bush Sr,
kemudian Bill Clinton, dan akhirnya George W Bush. Selain aktif sebagai tele-evangelis
di Christian Broadcasting Network (CBN) dan Christian Coalition, Pat Robertson memang
menjadi tim inti kampanye kepresidenan keluarga George Bush.
Keluarga Riady pernah bikin heboh karena terlibat skandal keuangan dalam kampanye
presiden Bill Clinton (1992). Saat itu, Pat Robertson tampil sebagai saksi meringankan
keluarga Riady. Pada program "The 700 Club" di CBN, dia berkata, "James Riady dan
ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali
dalam Kristen. James telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris.
Orang Asia perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan."
Keterlibatan James dalam misi Kristen diakui sebagai bagian dari pertaubatannya.
James juga menyebut Pat Robertson sebagai orang yang telah menyadarkannya kembali ke
'jalan terang'. "Dialah guru spiritual saya," ucap putra mahkota raja bisnis Lippo
Group, Mochtar Riady ini.
Tampaknya hubungan Pat Robertson dengan keluarga Riady memang sangat dekat. Tahun
2002, dalam menyukseskan Proyek Misi 2002, Pat Robertson datang ke WHC di Lippo
Karawaci Tangerang.
Persahabatan kedua 'gembala' itu juga merambah dunia bisnis serta berbagai proyek
dan agenda misi Kristen global. Keduanya melihat Indonesia bisa menjadi salah satu
pusat misi Kristen yang prospektif. Maka, berdirilah WHC di kawasan bisnis Lippo
beserta sejumlah sarana penunjangnya. Ada lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit,
rumah produksi (production house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.
Televisi Misionaris
Sejak tahun 1998, James dan Pat secara khusus berkongsi mengembangkan International
Family Entertainment (IFE) dengan investasi USD 10 juta. IFE bersama Lippo Group dan
Malayan United Industries Bhd kemudian membeli 80% saham Chinese Entertainment
Broadcast Ltd yang mengelola jasa layanan TV satelit 24 jam. Stasiun TV misionaris itu
punya target menyergap 1,25 milyar audiens berbahasa Mandarin dan Melayu di kawasan
Asia Pasifik.
Saat ini, keduanya sedang merancang sebuah televisi misionaris di Indonesia. Namanya
belum pasti. Kabarnya, CahayaTV, Gospel Overseas TV, atau HarvestTV. Kru televisi itu
kini tengah belajar dan magang di CBN, jaringan televisi misonaris terbesar di AS
(mungkin juga dunia) yang didirikan oleh Pat Robertson.
CahayaTV -atau apapun namanya- bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan
target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. Ini akan bersinergi dengan
proyek-proyek James T Riady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di
daerah miskin dan terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka
sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya
memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.
Tentang tekad James Riady untuk tampil all-out dalam gerakan kristenisasi, pernah
dipaparkannya dalam wawancara dengan majalah Fortune pada 23 Juli 2001. James akan
berkonsentrasi mengembangkan sekolahnya yang mewah di kawasan bisnis Lippo, serta
proyek besar industri media. Dia juga akan membuka 1.000 sekolah Kristen di desa-desa
miskin di seluruh Indonesia. James juga memaparkan bagaimana dia bersama Pat Robertson
terobsesi untuk membuka jaringan Kristen di Indonesia dengan WHC sebagai markas
utamanya.*
"Takwalah kepada Allah di mana saja engkau berada, dan ikutlah segera perbuatan
jahat dengan kebaikan, karena ia akan menghapuskannya, dan bergaullah sesama manusia
dengan budi pekerti yang baik " ( Tirmidzi )
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________
--
This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are not the
intended recipient (or have received this e-mail in error) please notify the sender
immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized copying, disclosure or
distribution of the material in this e-mail is strictly forbidden.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________