Assalamualaikum wr.wb : Nampaknyo namo Bandar Udara nan diusulkan ka ICAO ko sasuai bana jo kainginan anggota rantaunet nan pernah diwacanakan babarapo wakatu nan lalu melalui angket di Rantaunet, Bagi sanak nan ingin mengetahui siapo sajo pangusul namo namo Bandara tersebut akan ambo kirim via japri karano failnyo iyo agak gadang sangenek berikut proposal yang sudah ambo susun , bagi yang berminat bisa minta melalui palanta atau japri ka ambo . Sacara informal proposal iko lah pernah ambo sampaikan kapado babarapo anggota notaris dari Sumbar yang pernah mangadokan partamuan babarapo wakatu lalu di Hotel Patra Bali dan juga wakatu rombongan ibu ibu dari Dekranasda Solok study banding ke Bali yang kebetulan juga ada wartawan dari harian Singgalang dan ambo sampaikan pulo usulan namo bandara ini .
--- In [EMAIL PROTECTED], "RaNK MaRoLa" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Nama Bandara Minangkabau Didaftrakan ke ICAO > Oleh Redaksi, Kamis, 21-Oktober-2004, 05:01:57 125 klik > > Padang, Padek-Melalui rangkaian proses yang cukup panjang, mulai aspirasi > masyarakat dan menyeleksi 152 naskah sayembara yang berasal dari dalam > maupun luar Sumatera Barat, akhirnya dewan juri menetapkan nama bandara > internasional yang saat ini sedang dibangun di Ketaping dengan nama > Minangkabau International Airport (MIA) > > Pembangunan bandara itu sendiri direncanakan tuntas pelaksanaannya akhir > April 2005. Berkaitan dengan itu, maka perlu segera didaftarkan nama bandara > internasional Provinsi Sumatera Barat itu kepada Menhub selanjutnya ke Inal > Civil Aviation Organization (ICAO), organisasi penerbangan yang berkedudukan > di Montreal Kanada. > > Kepala Biro Humas Setdaprov Sumbar Drs Asrizal Asnan MM kepada wartawan di > ruang kerjanya menjelaskan, dewan juri telah menetapkan MIA sebagai nama > bandara internasional Sumbar dari dua nama lainnya yang juga masuk nominasi > dari berbagai usulan nama yang masuk ke dewan juri dalam sayembara yang > digelar Pemprov Sumbar. Dua nama tersebut adalah Ketaping Minangkabau > International Airport dan Ranah Bundo International Airport. > > Dalam menetapkan tiga nama nominasi ini, jelas Asrizal Asnan, dewan juri > telah menetapkan beberapa kriteria, yaitu bersifat khas Minangkabau/Sumbar > tetapi tidak ekslusif, singkat tapi "mengetus" sehingga mudah diingat dan > gampang diucapkan termasuk untuk call sign. > > Kriteria selanjutnya adalah bernilai historis, dalam arti ada keterkaitan > dengan sejarah setempat dan Minangkabau, bernilai manfaat, citra dan prospek > ke depan untuk pembangunan bangsa serta tidak bersifat primordialisme dan > kultus individu. > > "Berdasarkan kriteria itu, akhirnya disepakati Minangkabau International > Airport (MIA) sebagai nama bandara international di Ketaping. Nama ini juga > sudah mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi Sumbar melalui Surat No: > 533/988/Persid2004 tanggal 17 September 2004 tentang Persetujuan Nama Bandar > Udara Minangkabau International Airport (Bandara Minangkabau) dan surat > No.553.2/1086/UM-2004 tanggal 9 Oktober 2004 tentang persetujuan Pimpinan > Dewan Tentang Rekomendasi/Dukungan Terhadap Usulan Nama Bandar Udara > Ketaping," urai Asrizal Asnan. > > Ditambahkan, nama bandara baru ini kemudian akan diteruskan ke Menteri > Perhubungan untuk penetapannya, karena nama ini akan didaftarkan Menhub > kepada Inal Civil Aviation Organization (ICAO), organisasi penerbangan yang > berkedudukan di Montreal Kanada. "Ya karena proses perizinannnya cukup > panjang, sehingga kita perlu segera mendaftarkannya dari sekarang ke ICAO > itu," tukasnya. > > Siapakah pemenang sayembara itu? Asirizal Asnan mengatakan bahwa > keputusannya masih berada di tangan dewan juri yang diketuai oleh Prof Dr > Azis Saleh. "Kita tunggu saja dewan juri yang akan mengumumkannya. Untuk > pemenang I, II dan II, masing-masing mendapatkan uang sebesar Rp5 juta, Rp4 > juta dan Rp3 juta dan bonus tiket dari perusahaan penerbangan," ucapnya. > (nsr) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

