Waalaikumsalam.Wr.Wb.
Sanak Yul,
Semoga sebahagian besar apa yang sanak duga tersebut
tidak masuk pada diri saya. karena saya masih bisa
berfikir jernih untuk itu.
1 ) Untuk menganggap lawan bicara sulit menerima
kebenaran Allah, iyah,.jelas itu saya bisa menyangka
semacam itu, dan itu wajar saja, karena sudah begitu
lama diskusi masih ngotot juga akan kebenaran yang
disampaikan, tentu jadi suatu tanda tanya bagi saya
pribadi,.kenapa sampai begini, koq sulit sekali sih
menerima kebenaran dari Allah itu,..bahkan tak jarang
seolah-olah penyampai kebenaran itu di mengatakan
hal-hal atas hawanya sendiri, padahal sudah jelas
keterangan dari Allah itu yag disampaikan.Wajar sekali
akhirnya dugaan semacam itu jadi timbul.
2 ). Mudah-mudahan menganggap orang bodoh,.tidak
sampai seperti itu saya, tapi untuk menyadarkan si
penanya yang sudah diberi penjelasan, masih juga
ngotot, saya jadi teringat seorang guru yang menampar
muridnya yang sudah bertanya pada sekian guru dan
profesor lainnya, masih juga belum faham, akhirnya
dengan memberikan penjelasan di tamparlah murid itu,
betapa sakitnya kena tamparan itu.Dan semua itu
bertujuan untuk menyadarkan saja, ngak lebih dari itu.
Selagi kata-kata dari saya belum ada mengatakan : "
Kamu orang bodoh ", Jangan sampai menduga yang
macam-macam untuk saya, karena saya mengerti dan tahu
lawan bicara itu siapa, tak jarang saya tahu
kedudukannya di masyarakat yang kadang saya tahu ia
pejabat, atau pun bos, dan sebagainya.
Tapi saya selalu ingat akan perkataan : " Betapa
banyaknya orang bodoh yang belagak pintar ".
Bodoh disini jelas bukan bodoh dalam artian
sebenarnya. tapi terkandung disana maksud lain, yang
terkadang bertujuan untuk menyadarkan seseorang.
3 ) Apalagi menganggap orang Gila,..? Cuman saya
ingat,..bagaimana kondisinya bila berdiskusi dengan
orang Gila..? Dengan orang yang sulit menerima
kebenaran dari Allah saja susah, gimana dengan orang
Gila,..jadi benar kalau saya layani berarti saya
termasuk didalamnya. kalau saya layani orang gila
ngomong, berarti saya bisa-bisa jadi " gila " kan..?.
4 ),. Selagi tidak ada saya sampaikan bahwa si penanya
kaki tangan Yahudi, jangan sampai kita menyangka yang
bukan-bukan, kita bisa jadi suudzhan jadinya.
Tetapi saya akan menyampaikan bagaimana sikap orang
Yahudi dan Nasrani dalam menghadapi ayat-ayat Allah,
tergantung kita lagi menyadari sendiri, apakah kita
termasuk orang yang melakukan sebagaimana perbuatan
orang Yahudi dan Nasrani.?.
Kalau kaki tangan Yahudi, berarti ia akan berhubungan
selalu dengan antek-antek Yahudi, karena akan ada
KERJASAMA disana. Kalau sampai di sini ,.saya belum
bayangkan sama sekali.Saya cuman menyampaikan
bagaimana sikap Yahudi dan Nasrani. Itu saja.
Okay,.terimakasih, saya jelaskan ini agar kita jangan
sampai masuk pada suudzan yang tidak baik pada
seseorang.
Wassalam. Rahima.
--- I Yul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Assalamu'alaikum Wr. Wb.
>
> Yang saya takut kan akan keluar dari buah tangan
> orang yang mengaku membela agama Allah akibat
> diskusi ttg agama adalah;
> 1. Lawan diskusi dianggap sebagai orang yang sulit
> menerima kebenaran Allah.
> 2. Lawan diskusi dianggap orang bodoh.
> 3. Lawan diskusi dianggap orang gila.
> 4. Lawan diskusi dianggap kaki tangan Yahudi atau
> Nasrani.
>
> Wassalam
> YMZ35+
>
> From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Friday, October 22, 2004 5:42 PM
> Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] RE: Fw: Apa yang telah
> diktakan sanak Wady tentangBismillah ?
>
>
> > Waalaikumsalam.Wr.Wb.
> >
> > Makasih da Sutan Sinaro. memang sulit berdiskusi
> > dengan orang yang sulit menerima kebenaran dari
> Allah
> > ta'ala itu. Ia akan bersikeras dengan
> kesalahannya,
> > dan berusaha untuk membolak-balikkan fakta yang
_______________________________
Do you Yahoo!?
Declare Yourself - Register online to vote today!
http://vote.yahoo.com
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________