> 
> "Wahai Abu Bakar... Jika kamu telah keluar dari
> perintah Allah dan Rasul-Nya, maka bukan aku yang
> akan mengingatkanmu, tapi pedangku ini yang
> berbicara padamu!"
> 
> Orang itu berbicara sambil mengarahkan ujung
> pedangnya kepada Abu Bakar Sidik r.a.
> 
> Namun, marahkah Abu Bakar? Emosikah ia sehingga
> menyuruh pasukan pengawal khalifah (paspamfah) untuk
> mengamankan orang tersebut?
> 
> Tidak.
> 
> Melainkan ia memandang dengan tatapan penuh terima
> kasih pada orang tersebut.
> 
> "Sungguh engkau orang yang diberkati Allah, wahai
> saudaraku. Aku merasa tenang dan bersyukur pada
> Allah SWT, karena akan selalu ada yang
> mengingatkanku jika aku telah mulai  melenceng dari
> koridor Allah SWT dan rasul-Nya."
> 
> Demikianlah jawaban Abu Bakar pada orang tersebut.


Hehehee..sanak Wady,..wajar saja Abu Bakar tidak marah
pada lelaki yang mengingatkannya kalau ia telah keluar
dari koridor agama. Malah bersyukur kan telah di
ingati..?.

Jangan samakan bemo dengan pesawat, atau payung dengan
helm, korupsi dan pencuri meskipun kedua-keduanya
mirip.

Jangan samakan dua persoalan yang berbeda.

Wassalam.Rahima.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke