Bismillahirrahmanirrahim,
Assalaamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Berkenaan ayat al-Baqarah 2:62 berikut saya kutipkan penjelasan dari Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir (Jilid 1). Semoga dapat menghilangkan syubhat yang dihembus-hembuskan.
------------ awal kutipan
Setelah pada ayat-ayat terdahulu Allah menjelaskan kondisi kaum kafir, kaum munafik, Yahudi, orang-orang yang menyalahi berbagai perintah-Nya, dan melampaui batas dengan melakukan perbuatan yang tidak diizinkan Allah atas mereka, juga menjelaskan siksa yang menimpa mereka, maka kini Dia mengingatkannahwa walaupum demikian ada pula umat terdahulu yang baik dan menaati berbagai perintah Allah sebagaimana yang telah diperintahkan-Nya, dan bagi mereka balasan yang baik.
Demikianlah kejadian itu terus berlanjut hingga hari kiamat. Maka, setiap orang yang mengikuti Rasulullah sebagai nabi yang ummi, baginya kebahagiaan yang abadi, tiada kekhawatiranatas mereka mengenai apa yang akan diterimanya di akhirat, dan mereka tidak bersedih hati karena apa yang mereka tinggalkan ketika di dunia. "Sesungguhnya orang-orang mukmin", mereka adalah umat Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam. Umat ini disebut "mukminin" karena keimanan mereka besar dan keyakinan mereka kuat serta karena mereka beriman kepada seluruh nabi yang terdahulu dan kepada hal-hal gaib yang akan terjadi.
"Dan orang-orang Yahudi, Nasrani, Shabi'in, dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir," yakni orang yang beriman dari kalangan Yahudi, Nasrani, dan Shabi'in, baik mereka itu tergolong kepada umat terdahulu--yaitu orang-orang yang beriman kepada para nabi dan pada kitabnya tanpa mengubah dan menggantinya, sedang mereka itu mati dalam kondisi tetap demikian--maupun orang yang hidup hingga zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam seperti Abdullah bin Salam, an-Najasyi, Salman al-Farisi, dan mereka beriman kepada Allah, Rasul-Nya, dan mengerjakan amal saleh. Maka bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka, serta mereka tidak usah khawatir dan bersedih hati karena Allah tidak menerima amal seseorang kecuali amal yang selaras dengan syari'at Nabi-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam. Karena Allah berfirman, "Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) darinya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yangmerugi." (QS. Aali Imran 3:85)
------------ akhir kutipan
Sedangkan setelah datangnya syari'at yang dibawa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, syari'at-syari'at sebelumnya digantikan olehnya. Orang-orang di luar Islam juga tidak mengimani kenabian Rasulullah sehingga bagaimana mungkin dikatakan mereka tidak kafir? Tentunya kita telah tahu rukun iman dan Islam kan.
Allahu a'lam.
-- Ahmad Ridha ibn Zainal Arifin ibn Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M)
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

