Assalamualaikum.Wr.Wb.

Da Sutan Sinaro, dan netter semuanya, semoga di
rahmati Allah.

Agak sulit bagi ambo manjawek pertanyaan da Sutan
satantangan jo baa caro nan capek, lai tapek babahaso
Arab iko. Tapi indak baa, ambo cubo manuangkan apo nan
manjadi pengalaman ambo.

Kecek urang: " Belajar di waktu kecil bagai mengukir
diatas batu, belajar sesudah dewasa bagai mengukir
diatas air .

Lain lagi kecek urang negeri Bush, 

Never old, and never late to study, 
Late better than never.

Sejak kecil ( kls 3 Sd ), saya memang sudah diajar
mengaji Al Quran. Namun bahasa Arab, tidak memadai,
begitupun ketika belajar di Diniyyah Puteri Padang
Panjang. Maklum, masih jiwa muda, jadi masih banyak
suka mainnya, alias camping sana-sini, asyik di
Pramuka. Apalagi jurusan yang saya ambil jurusan IPA,
bukan agama. Wajar kalau bahasa Arab saya
sangat-sangat kurang. Jangankan untuk berbicara fasih,
tempat keluar huruf saja banyak salahnya.



Masuk Al Azhar di Mesir, tinggal satu rumah dengan
orang Arab, yang Allahu rabbi, kalau saya ingat,
cerewetnya minta ampun, jadi kita sering berantem. Dan
berantem dengan bahasa Arab ini justru membuat saya
lebih cepat berbahasa Arab ( tapi ammiyah , bahasa
daerah, bukan bahasa Fushah= Al Quran ).



Dalam jangka waktu 3 bln, karena sekamar dengan orang
Thailand juga saya ketika itu , dimana ini mempercepat
bahasa saya juga, mana kakak kelas orang Thailand itu
tingkat 4, sementara saya tingkat 1, jadi wajar saya
sangat dimanjanya sekali, dan selalu diingatkannya
untuk belajar, dan orang Thailand itu tidak bisa
bahasa Melayu juga, jadi komunikasi kita dengan bahasa
Arab tentunya. ( Jazakallaha khairal jaza ).



Itu bahasa Ammiyah ( bukan bahasa Al Quran, atau
fushah ). Lantas dimana saya bisa mendalami bahasa Al
Quran ini ?


1 ) Saya paling demen dengan apa yang dinamakan
Sinetron, atau musalsal bahasa Arabnya. Tiap hari
kerja saya pasti ada mengikuti sinetron yang terkadang
berbahasa Arab fushah, dibarengi dengan ammiyah, dan
di terjemahkan dengan bahasa Inggris. Jadi untuk
mengerti arti bahasa Arab waktu itu, saya baca
terjemahan teks Inggrisnya. Tiap hari saya ikuti, maka
wajarlah saya cepat mengerti bahasa Arab itu, juga
seni berkhayal untuk membuat ceritapun timbul lebih
pesat lagi.


2 ), Saya hobby menyanyi, terutama Qasidahan. Maka
dengan acara di tv , atau kasset selalu saya putar,
tujuannya bukan untuk bernyanyi, tetapi untuk belajar
bahasa Arab dari segi sastranya yang tinggi, karena
dari gubahan, atau lirik nyanyian itulah saya banyak
mendapatkan sastra Arab. 


Lagian belajar dengan kasset nyanyian Arab ini tidak
menjemukan, atau membosankan, bisa dilakukan sambil
kerja yang lain, apalagi saat belajar, karena type
belajar saya bukan type orang yang belajar di kamar
sendirian, tapi type belajar yang suka ribut baru
kosentrasi. Hidupkan kasset, tv, atau di tengah hiruk
pikuk orang ramai, apalagi di atas mobil , justru
semua itu mempercepat saya menghafal pelajaran,
ketimbang di rumah, dikamar sendirian, saya malah
banyak mengkhayalnya, belajar ngak kesampaian. Itu
sebabnya, saya tidak pernah tidur satu kamar
sendirian, pasti selalu ada teman.


3 ). Saya suka membaca buku-buku bahasa Arab yang
berbentuk cerita, sastra, dan berbau keimanan. Saya
rajin beli buku-buku, diluar buku mata pelajaran di
kuliyah. Kalau buku mata pelajaran di kuliyah,
biasanya dekat ujian baru saya pelajari, saya cukupkan
dengan rajin datang mendengarkan profesor menerangkan
di kelas, tidak seperti teman-teman orang asing
lainnya yang malas datang mendengarkan wejangan
doktor, mereka banyak dirumah baca buku saja, terbalik
dengan saya, saya rajin duduk di paling depan, dan
mendengarkan prof itu, rajin bertanya, meski bahasa
saya amburadul.

4 ). Kalimat-kalimat yang tidak saya fahami, biasanya
saya lihat kamus. Entahlah saya yakin sekali, akan
firman Allah Allah mengajarkan manusia apa-apa yang
tidak di ketahui.

Mungkin keyakinan akan firman Allah ini yang menambah
ilmu saya, tanpa saya sadari. Sering baca buku Arab,
dan menghafal Al Quran sambil baca terjemahannya dalam
bahasa Indonesia, ketika itu, membuat saya semakin
ingin mendalami lagi bahasa Al Quran ini.

Dimana ilmu-ilmu Qawaid, nahu, sharaf, mantiq,
balaghah, dan lainnya itu, saya pelajari bukan di
kuliyah, tetapi kursus gratis yang diberikan oleh
Ikhwanul muslimin di Mesir untuk orang-orang asing
yang tempatnya sangat jauh sekali dari tempat tinggal
saya, ( 4 jam PP , kalau jalanan lancar, naik bis )
namun saya tempuh tempat yang jauh itu demi untuk
menuntut ilmu bahasa nahu sharaf dan balaghah ini.

Kunci saya belajar ilmu ini, adalah keikhlasan, dan
semua guru yang mengajari saya, sangat saya hormati
sekali, dan saya tak pernah terbersit untuk mengejek,
atau menyebutkan kekurangannya sebagaimana yang sering
dilakukan oleh teman-teman saya. Saya terima apa
adanya guru saya itu.


Soal menghormati guru ini saya lakukan sejak kecil
lagi, terutama di Diniyyah, sampai-sampai saya sering
dikatakan : Istri kedua guru itulah, karena sering
menjadi asisten beliau kalau tidak datang saya di
panggil untuk menggantikannya mengajar teman-teman.
Dan saking dekatnya saya dengan semua guru-guru yang
mengajar saya, sampaipun di Al Azhar itu. 

Jarang sekali orang asing, yang dekat dengan guru di
Al Azhar, tetapi saya beranikan diri untuk mendekati
semua dosen-dosen yang mengajar saya, dan saya rajin
bertanya, bila tak faham maksudnya. Sehingga dari
ratusan murid di kelas itu, alhamdulillah saya
termasuk yang dikenal semua dosen, kalau tak datang
pasti ketahuan.


Oh yah, belajar di Al Azhar dalam ruangan yang sangat
luas, ratusan murid, bukan seratus dua ratus, tapi
lebih dari tiga ratus, duduk di bangku panjang,
berdempetan, siapa datang lambat bakalan ngak dapat
bangku, atau duduk di belakang sekali, bakalan ngak
dengar guru ngomong, meski sudah pakai microphone,
habis ratusan tentu ribut sekali, kalau duduk di
belakang, banyak yang cerita sana-sini, makanya saya
selalu datang lebih awal, jadi selalu dapat di paling
depan, dekat dengan dosen, wajar semua dosen kenal
saya, wong paling kecil  dan paling jelek sendiri,
mana orang mesir gede-gede, cantik dan tinggi lagi. 




5 ). Saya selalu pelajari satu-satu ayat, kemudian
lihat tafsirnya, di berbagai buku tafsir, akan
kelihatan disana sastra, juga tanpa disadari
perbendaharaan bahasa Arab kita semakin banyak, karena
kita jadi sering lihat kamus, kalau ngak faham
artinya. Kalau dulu kamus saya Arab Indo, atau
sebaliknya, tapi sekarang kamus saya Arab- atau Arab-
Arab. � Inggris.



6 ) Saya ngak mau belanja di super market, karena di
super market harganya sudah tercantum, dan ini buat
saya malas berbicara bahasa Arab, makanya saya belanja
di pasar biasa, biar lancar bahasa Arabnya dengan
harga tawar menawar dengan penjual.


7  ), Saya rajin bergaul dengan orang asing, atau
orang mesir itu sendiri, bukan dengan orang Indonesia.
Kalau saya rajin bergaul dengan orang Indonesia,
bakalan bahasa Arab saya akan ketinggalan terus. Saya
masuki pelosok-pelosok kampung demi untuk mengetahui
bahasa pasaran.

 Bergaul dan bergabung dengan orang desa yang miskin
buat hati saya semakin merasa betapa Allah maha kuasa,
menjadikan manusia bertingkat-tingkat, jadi tak ada
yang pantas di banggakan. Hari ini kaya, bisa jadi
besok miskin. Menggantikan siang dengan malam, malam
dan siang. Subhanallah. Bener deh, jangan sok pinter,
atau sok kaya, ngak ada gunanya semua itu, kalau kita
sering-sering melihat alam sekeliling dan lingkungan
kita.

 Demikian bagaimana saya belajar. Saya belajar bukan
untuk ujian, dapat titel, tapi untuk bisa pintar, bisa
ngerti bagaimana memahami agama ini dengan baik. Itu
saja.

Nantik akan saya berikan saran bagaimana cara yang
terbaik untuk memahami Al Quran buat yang berumur
diatas 40 thn. Ntar,.saya akan tuliskan kalau yang
diatas buat mereka yang masih muda-muda, otaknya masih
encer, kalau umur diatas rata-rata 40 tahun, saya
dapat merasakan tidak seencer ketika masih muda.
Makanya metode pengajaran mendalami Al Quran ( B. Arab
), diatas umur inipun berbeda.

Wassalam. Rahima. Kairo pertengahan ramadhan 04.  



                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke