--- Rahima <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

 ....(..) ...
> Begitu ngak da Sutan, atau saya yang salah tanggap
> kali ndak, maksud da Sutan lain, yang saya tangkap
> lain lagi ( hehehe..ngak nyambung jadinya ).
> 
> Wassalam. Rahima.

Wa'alaikum salam.w.w.

  Benar dik, memang itu yang dimaksud.
Ibu saya juga fashih dan paham berbahasa Arab.
Dia juga mengerti kata "man" itu.
Dan memang saya tidak lagi menggali referensi lain
selama ini, karena merasa puas dengan keterangan ibu
saya. Karena saya tak mencari, maka tak jumpa, 
mungkin ada dalam Riyadhus shalihin, atau Duratun 
nasihin, atau bulughul marram, atau Hidayatul
shalihin,
atau Mata'ul badrain dan lain-lain, saya tidak tahu.
 Makanya saya tanya dik Rahima, ada nggak ? 
cerita lain mengenai urusan ini.
  Saya percaya ibu dan bapak saya, karena keduanya,
fashih berbahasa Arab, dan punya kitab-kitab yang
banyak dan sekarang sudah kuno dan dimakan "bubuak'.
Kuno dan bubuak sebenarnya tidak jadi masalah, yang
jadi masalah adalah "Arab gundul" kata orang. Bahasa
Arab saja belum "mastered", apalagi kalau gundul 
begitu, kan bikin pusing.
  Adapun cerita ibu saya begini.
Nanti di dalam Sorga, pada setiap hari Jum'at,
orang laki-laki akan pergi ke satu tempat, sama
seperti
shalat jum'at di dunia ini, tapi mereka pergi
untuk menjumpai Allah swt. Bila mereka melihat wajah
Allah swt. semuanya kemudian pingsan. Dan itulah
kenik-
matan tertinggi dalam sorga. Dan setiap kali mereka
pulang dari situ, maka muka mereka bertambah ceria
dan bercahaya-cahaya. Sementara orang perempuan
menung-
gu di rumah, dan merasa senang dengan keadaan itu.
Tapi ibu saya tidak menjelaskan apa bentuk kenikmatan
tertinggi bagi perempuan. Ini menurut ibu saya. Memang
kenikmatan di sorga tidak pernah terlihat oleh mata
dan tak pernah terdengar oleh telinga atau terlintas
dalam pikiran. Tapi itu gambaran yang beliau berikan.
   Pernah juga saya berpikir, ini mungkin karena 
"babur rayyaan" hanya dimasuki oleh lelaki yang
berpuasa (Sementara perempuan kan selalu "sumbing
puasanya"). Dan itulah jalan menuju Allah swt., dan
memang Allah swt. mengatakan akan membalas langsung
puasa seseorang, mungkin ini yang dimaksud.
Tapi itupun hanya nalar saya aja. Nash dari cerita
tentang kehidupan sorga ini belum saya jumpai, dan
buku Arifin Bey mengenai Hidup sesudah mati, bagian
yang akhir tidak saya simak sepenuhnya.
  Oleh sebab itu, saya tanya dik Rahima mengenai 
kemungkinan cerita lain dalam bab ini. 

Wassalam

St. Sinaro




                
__________________________________
Do you Yahoo!?
Y! Messenger - Communicate in real time. Download now. 
http://messenger.yahoo.com

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke