Mohon maaf mungkin saya terlalu bersemangat, sahinggo talongsong, karano memang dalam Al Quran, Allah sangat keras peringatan-Nya terhadap orang-orang yang merolokan agama, Rasul2 dan Kitab2-Nya, menentang Ayat-Ayat-nya tanpa ilmu yang seharusnya. Apalagi hanya dengan berdebat belaka, cari manang sajo(istilahnyo kareh angok sajo nan dipaturuikan). Bukankah sebagai Muslim dalam berpendapat harus berpedoman pada dalil naqli dan aqli yang benar? Dan Aqli harus berpedoman pada Naqli yaitu Al Quran dan hadits yang shahih, asal dengan niat tulus, bukan berdasarkan prasangka dan hawa nafsu belaka?
Kami pernah berdebat di Mesjid Nurul Makassar dengan orang-orang JIL. Sama persis diskusi masalah Apakah Kristen dan Yahudi sekarang diterima oleh Allah , antara sanak Ahmad Ridha dengan Ismet itu. Kelihatan sekali tidak jujurnya dalam menafsirkan ayat, hanya mengikuti hawa nafsu belaka`. Saat diberikan Ayat menyatakan bahwa , Kafirlah orang mengatakan Allah itu Isa Almasih..dan Uzair itu anak Allah. Mereka tdk bisa menjawab sama sekali, tapi masih juga membenarkan diri sendiri. Inilah yang dimaksud Istilah Minangnya Keras Nafas..atau Jawanya Ngeyel. Tapi sudahlah, berimannya seseorang terhadap Ayat-ayat Allah hanya tergantung pada ketulusan orang itu mencari kebenaran, istilah lainnya hidayah Allah. Tapi hidayah juga tdk akan diperoleh jika tidk niat suci mencarinya. Bahkan seorang Bapaknya yang ustad pun tdk dapat memberikan petunjuk pada anaknya , kalau anaknya tdk ingin. Firman Allah: "Kamu tdk dapat memberikan petunjuk kpd orang yang kamu kasihi, tapi Allah memberi petunjuk bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Dia lah yang Mengetahui bagi siapa yang mau menerima petunjuk." Masalah seseorang membantah Ayat-Ayat Allah, menafsirkan dengan cara yang tdk benar, bahkan merolokannya hanya masalah ego dan hawa nafsu belaka, Inilah yang sebaiknya harus kita hindari. Sebaliknya ketulusan hati lah dalam mencari kebenaran yang seharusnya kita jadikan sebagai dasar. Sebagaimana Allah membukakan isi hati orang-orang yang membantah atau menyombongkan diri terhadap Ayat-Ayat Allah, dapat kita lihat dalam Firman-Nya: Surat Al Mu'min:22, "Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang Ayat-Ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka, tdk ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kapada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Tentang orang-orang yang berdebat atau hanya mengikuti hawa nafsu saja tanpa dasar yang benar, hal ini menyebabkan orang-orang yang diajak berdiskusi dan orang-orang sekilingnya hanya bergumam dalam hati " Ondeh kareh nyo angok Paja ko lai, Mada bana waang ko mo, Sialah Ayah ye koh yeh...kecek Ughang Piaman, Bingkaghuang Ayahe ko ndak.he..he... , seperti halnya karakter Si W Bush dalam memerangi Afghanistan dan Irak, padahal orang-orang sekelilingnya sdh mengingatkan bahwa apa yang dituduhkannya tdk benar, Baitu juo karakter Yahudi yang Zionis. Tapi inyo mamakakkan talingonyo, manutuik hatinyo. Pokoknyo Inyo sajo yang bana urang lain salah sadonyo, waden bagak, sia nan kamalawan, den dantang beko... Dalam hal ini Allah mengingatkan : Dalam Surat Jatsiyah :23 " Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran? Agama Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, tentu dengan koridor Al Quran. Tentang tuduhan Ulil dan JIL bahwa ulama sekarang sama dengan pendeta pada abad pertengahan yang menghukum mati Galileo dan orang-orang yang tdk sepaham dengan dogma gereja yang terkenal dengan lembaga Inkuisisinya,disinilah beda. Bible dengan segala macam kitabnya, dapat mennimbulkan berbagai macam penafsiran yang timbul, jika seseorang dengan jujur membacanya dengan apa yang tertulis. Makanya Arius dihukum mati dan Michel Servetus dibakar hidup2 saat dia membaca dalam Injil Markus dan beratus-ratus Injil lainnya bahwa Nabi Yesus hanya mengajarkan, agar hanya menyembah Allah Semata seperti yang tertulis : Injil Markus 12 : 28-31 " O Israel inilah hukum yang utama bahwa Allah, Tuhan kita Esa adanya , maka kasihilah Dia dengan sepenuh hatimu......" Begitu juga Yesus yang sering berdoa kepada Allah yang diceritakan dalam Injil yang empat yang tersisa: Markus, Matius, Lukas dan Yohanes. Dan banyak lagi dalam ayat-ayat Bible menyuruh menyembah Allah semata, begitu juga kontroversi penebusan dosa, kematian Yesus, Penyaliban, Ekaristi, Natal dan Baptis, bertolak belakang dengan apa yang diajarkan gereja. Tentu bagi yang jujur dalam membaca Bible akan berkata "Sedangkan Yesus mengajarkan hanya kepada Allah saja menyembah , kenapa gereja mengajarkan Trinitas dan menyuruh menyembah Yesus?" Begitulah bagi yang jujur dan berbeda pendapat dengan gereja dihukum mati dengan lembaga Inkuisisi yang terkenal itu. Sekarang bedanya justru orang-orang JIL menafsirkan Ayat-Ayat Allah dengan cara-cara yang tidak jujur, sekehendak hati tanpa berpedoman dengan tata bahasa Arab yang benar. Jadi terbalik dengan orang-orang yang mengkritik Bible. Tentang kontroversi manusia sebelum Nabi Adam Insyaallah nanti kita lanjutkan Wassalam -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of barukam kamaluddin Sent: Friday, October 29, 2004 6:17 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: Re: [EMAIL PROTECTED] Hal yang harus dibedakan Ass. wr. wb. Saya sebenarnya tidaklah mau berpolemik untuk membela atau mencaci orang apalagi kalau dibelakang orang tersebut dengan memakai ayat-ayat suci. Saya rasa anda ini yang sebenarnya munafik karena hanya mau mendebat orang yang tidak bisa menjawab apa yang anda sebut pakai ayat-ayat suci lagi, ayat Al Quran. Ayat AlQuran anda gunakan untuk mendiskreditkan orang lain. Saya sebenarnya banyak setujunya dengan apa yang dikatakan oleh MII dalam email hak jawabnya. Apa yang dikemukannya banyak persamaan dengan yang dikemukakan oleh Kartono Mohammad. Saya pernah menbaca tulisan Kartono Mojammad (mantan ketua IDI) yang menulis tentang perdebatan tentang teori Darwin dengan sanggahan dari orang-orang yang mengaku Islam. Pak Katono mengatakan "Alangkah baiknya jika para ilmuwan Islam tidak serta merta menolak teori evolusi itu sehingga tidak ada niat untuk melakukan penelitian untuk membuktikan bahwa jalur manusia memang berbeda dengan jalur monyet. Sikap a priori menolak yang sering kita tunjukkan itulah yang membuat kita selalu bersikap defensif (antara lain melarang orang belajar ilmu, termasuk ilmunya Darwin), dan juga selalu ketinggalan dalam pembuktian ilmiah terhadap berbagai hal yang disiratkan dalam ayat-ayat Al-Qur'an". Pak Kartono juga menghimbau kita yang Islam ini "Marilah kita lihat pokok pikiran Darwin: Setiap spesies mengalami evolusi akibat seleksi alam dan tekanan lingkungan kehidupan alaminya. Manusia sebagai spesies juga mengalami evolusi. Alangkah janggalnya jika di satu sisi kita menolak teori evolusi tetapi di sisi yang lain yakin bahwa Adam berukuran tinggi 30 meter dan kemudian manusia berikutnya mengalami proses pemendekan sehingga jadi manusia seperti sekarang. Bukankah proses ini juga merupakan evolusi? Melarang orang Islam mempelajari ilmu (termasuk ilmunya Darwin) apakah justru tidak bertentangan dengan ajaran Islam itu sendiri?. Dalam Al-Qur'an banyak ayat yang mengindikasikan bahwa penciptaan bumi dan isinya berlangsung secara evolusi (bertahap). Wassalam Barukam Marven <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Assalamulaikum WW Mulanya saya pertama agak membela Wady juga tentang keinginan tahunya itu. Tapi sejak dia membabi buta membela Si Ismet yang nyata-nyata penyebab polemik pelecahan terhadap Nabi Adam disinilah kita harus jujur membedakan mana oran-orang yang benar-benar ingin tahu dengan yang melecehkan agama yang masuk wilayah terlarang. Wilayah mana yang boleh bercanda, mana yang tidak. Inilah yang dimaksud oleh Allah tentang Orang-Orang Munafik. "Mulutnya berkata beriman, tetapi hatinya sangat benci terhadap hukum Allah, Nabi-Nabi Allah, dan Kitab Allah" seperti halnya yang dialami oleh orang-orang JIL yang Jahil itu. Peringatan Allah, maaf saya lupa ayatnya(mungkin ada yang tahu) "Sesungguhnya orang-orang yang membantah ayat-ayat Kami(padahal hati mereka mengakui kebenarannya), tiada yang diinginkannya kecuali kebesaran yang ada didada mereka yang sekali-sekali tak akan mereka peroleh" Artinya Allah menyesatkan mereka karena kesombongan mereka terhadap Allah, Rasul2 dan Al Quran. Mereka ingin orang lain menganggap orang-orang JIL itu sebagai pembaharu(Mujaddid) tapi apa yang mereka peroleh, hanya kehinaan dari orang Muslim lainnya bahkan dari seorang Islam Abangan sekalipun. Karena mereka berpendapat hanya berdasarkan hawa nafsu. Sering menafsirkan AlQuran seenaknya saja tanpa berdasarkan tata bahasa Arab yang seharusnya. Jadi AL Quran yang seharusnya mengikuti mereka bukan sebaliknya. Lebih keras lagi Allah menegaskan: "Tiada yang membantah ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang kafir" "Sesunguhnya Kami akan menggiring orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu kedalam neraka jahannam semua" "Tiada yang mereka ikuti, tapi hanya prasangka belaka. Sedikitpun prasangka itu tak akan pernah membawa mereka kearah kebenaran" "Katakanlah, Sesungguhnya kebenaran itu hanyalah dari Tuhanmu, maka janganlah kamu termasuk orang-orang yang ragu" "Jika kebenaran itu menurut hawa nafsu mereka, tentu hancur leburlah bumi dengan alam semesta ini" Mohon maaf kalau ada kata-kata yang kurang berkenan. Wassalam ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

