Assalamualaikum.Wr.Wb.
Dunsanak Rantau Net semoga di rahmati Allah.
Dalam hal ini, ada yang ingin saya sampaikan, mengenai
penterjemahan Al Quran.
1 ) Dalam menterjemahkan Al Quran, sebaiknya kita
melihat, atau merujuk kepada arti dari kata bahasa
Arab itu sendiri.
2 ), Di perhatikan penafsirannya.
Salah satu contoh kata : " Musaddiqan BAINA YADAIHI ".
Kata : " Baina yadaihi ", bukan berarti yang berada
dihadapannya betul, atau bukan berarti didepan
matanya.
Tetapi kata tersebut berartikan, " Apa yang datang
sebelumnya ".
Itu sebabnya Allah memakai kata " Musaddiqan " =
membenarkan, karena memang benar nabi Muhammad datang
membenarkan kitab-kitab sebelumnya ( yang asli yang
benar-benar datang dari Allah ), begitupun nabi Isa,
membenarkan kitab yang datang sebelumnya, yaitu
Taurat.
Andaikan kalau yang dimaksudkan " Dihadapannya ",
pasti Allah memakai kata " Amaamahu " ( ini baru yang
artinya dihadapannya betul, alias langsung saat itu
juga ). baru di sambut dengan kata : " Liusliha " (
Supaya aku membetulkan, yakni mana yang salah , di
koreksi, dan kurang atau perlu ditambahkan ).
Tetapi Allah tidak memakai kata-kata " Amaamahu " (
dihadapannya, atau didepannya ), begitupun tidak
memakai kata " Usliha " ( membetulkan, atau
mengoreksi, atau memperbaiki , yang salah ).
Lantas bagaimana kita tahu Injil mengurangi, atau
menambahi hukum yang ada di dalam taurat tersebut. ?
Silahkan baca Surah Al Imran ayat 50, yang artinya : "
Dan Aku ( Isa ) datang kepadamu ( kaumnya ),
membenarkan taurat yang DATANG SEBELUMKU , DAN Untuk
MENGHALALKAN bagimu sebahagian yang telah diharamkan
untukmu...( silahkan lihat Al Quran dan terjemahannya,
lebih baik lagi lihat tafsirnya sekalian ).
Di sini Allah memakai kata penghubung " WAW = DAN ",
untuk menjelaskan bahwa memang nabi isa datang untuk
membenarkan kitab sebelumnya, sekaligus kedatangannya
juga untuk menghalalkan apa yang telah diharamkan
kepada kaumnya.
Subhanallah, dan maha benar Allah dengan segala
firman-firmanNya, yang mana tak ada satu katapun yang
tidak tepat pemakaiannya.
Lihatlah ketika Allah mamakai kata " Khalaqa, Ja'ala
", yang mana artinya sama-sama " Menjadikan ", tapi
pemakaiannya berbeda.
Tatkala Allah memakai kata Khalaqa pada Assamawaati (
lihat surah Al An'am ayat 1 )sementara memakai kata :
Ja'ala " pada kata " Adzzuluumaat ( kegelapan ).
Karena memang kedua pemakaian itu sesuai dengan kata
yang dipakaikannya. walau sama-sama berarti "
menjadikan ", tetapi pemakaian kedua kata tersebut
berbeda dalam Al Quran.
Lihat lagi kata : " Adzuluumaati " ( kegelapan ),
Dipakai dengan Plural, sementara pada kata " An Nuur "
( cahaya ), Allah memakai kata nur dengan kata
Tunggal, tidak jamak, sebagaimana pada kegelapan,
karena benar, kegelapan itu sangat banyak, sementara
cahaya itu sumbernya cuman satu, yaitu Allah SWT.
Lihat lagi pemakaian kata Asyamsu Dhiyaa, wal qamaru
nuuran.( lihat surat Yunus ayat 5 ), kenapa ketika
menyebut As Syamsu ( matahari ), Allah memakai kata
Dhiyaa ( cahaya ), sementara pada kata Al Qamari (
bulan ), Allah memakai kata Nuuraa ( yang artinya
cahaya juga ). sama-sama berartikan cahaya ( Dhiyaa,
dan Nuura ), tetapi keduanya dalam pemakaian berbeda.
Semua ini mu'jizat bahasa Al Quran, untuk itu dalam
mengartikan Al Quran hendaklah dengan merujuk bahasa
Arab, atau bahasa Al Quran itu sendiri, juga dengan
melihat penafsirannya, agar tidak terjadi kesalahan
dalam mengambil pengertian yang terkandung didalamnya
Demikian sekedar untuk kita perhatikan bersama-sama,
agar bertambah keimanan kita, karena memang benar
Allah maha kuasa, maha benar apa yang disampaikanNya.
Wassalamalaikum.Wr.Wb.
Rahima.
Begitupun kala
--- I Yul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Dan kami telah iringkan atas mereka dengan 'Isa anak
> Maryam sesudahnya membetulkan apa yang di hadapannya
> dari Taurat dan kami berikan kepadanya Injil,
> padanya petunjuk dan cahaya dan membetulkan untuk
> apa yang di hadapannya dari Taurat dan petunjuk
> dan nasehat untuk orang yang bertaqwa.
> (Surat Al-Maidah, ke 5 ayat 46)
>
>
> Sebab itu dikatakan "yang di hadapannya", karena
> yang di hadapannya itu adalah taurat yang telah
> dikaburkan oleh Bani Israel. Jadi tidak benar Nabi
> 'Isa membenarkan Taurat yang sudah dikaburkan. Yang
> benar Nabi 'Isa membetulkan apa-apa yang di
> hadapannya dari Taurat.
>
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________