Dik Udrekh,..uni senang, kalau keinginan dik Udrekh untuk mempelajari Islam itu ada. Ingat pepatahkan, : Dimana ada kemauan disitu ada jalan ".
Allah berfirman : " Fas aluuahladzzikri..inkuntum laata'lamuun ", maka bertanyalah pada ahli Dzikir, jika kamu tidak mengetahui ". Sebagaimana yang uni sebutkan sebelumnya ; " never late, and never old to study, later better than never". Dik Udrekh tahu kan perawi Abu Hurairah..? Beliau ini belajar islam hanya sebentar pada Rasulullah, tapi beliau yang paling banyak meriwayatkan hadist diantara sahabat lainnya. Mengapa sampai begitu..? Karena selain pada rasulullah, beliau juga belajar pada sahabat lainnya. Orang yang belajar itu akan mendapat naungan dari Allah, dan Allah akan menunjukkan padanya jalan ke syorga. Ini bukan kata uni, tapi hadist rasulllah SAW. Adapun untuk kemajuan teknologi zaman sekarang, memang internet dan masuk milist adalah cara yang tercepat untuk itu. Kalau dik Udrekh merasakan " serem ", mungkin lama kelamaan adik nantiknya akan terbiasa juga. Akhirnya semakin hari diri kita ditempa dengan situasi yang amburadul sekalipun. Orang akan menjadi kuat, kalau cobaan padanya datang silih berganti. Teruslah belajar dik,.jangan pernah takut dan bosan. belajarlah karena ingin mendekatkan diri pada Allah semata, kita ngak tahu kan, umur kita mana tahu tiba-tiba dicabut oleh Allah SWT. Apa yang akan dipersembahkan padaNya, kalau amal ngak ada..? Orang yang sedang menuntut ilmu , pahalanya seperti orang yang berjihad fi sabilillah.Dan menuntut ilmu itu tidak harus di pesantren. Percaya atau tidak, keilmuan yang uni dapatkan justru dengan banyak membaca, bukan di bangku kuliyah saja, dikuliyah, mungkin lebih ditekankan dengan uni mendapat titel. Wassalam. Rahima. --- udrekh <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Makasih uni... > Saya juga menangkap penjelasan Uni tersebut dengan > meperhatikan kata > "Kalau". Sepertinya saya nggak misinterpretasi. > > Saya pribadi sadar akan kebodohan saya dalam Ilmu > Islam ini. Nggak saya aja, > tapi saya sering menemukan teman-teman seperti saya. > Pengeen belajar Islam > sekalipun telat. Karena mulai tumbuh kesadaran bahwa > belajar Islam itu > perlu. Motivasi udah punya. Mungkin waktu yang > dipunya untuk masuk pesantren > atau lain-lain nggak punya. Cara yang paling mudah > adalah ikutan milis, baca > buku atau dengerin pengajian. Mungkin sih nggak > bener ya, kalau belajar > Islam lewat milis. Tapi bisa jadi banyak orang yang > punya pemikiran > sederhana semodel itu.Karena itulah tempat yang > paling mudah diakses Saya > mungkin salah seorang di antara mereka. > > Bayangan si bodoh ini adalah, dia akan menemukan > banyak senyum, ketenangan > dan ketentraman bathin, persahabatan dan ujar-ujar > penyemangat, untuk bisa > mengisi seditik dua detik waktu pemberian Allah ini > dengan lebih baik. > Kebayang nggak yah, betapa kagetnya sibodoh, pas > melihat kenyataan tempat > yang ingin dikunjunginya. Tempat yang dia bayangkan > bak taman semerbak penuh > bunga, ternyata seperti padang kuru setra, tempat > orang saling bunuh, saling > bacok bahkan saling gigit. > Setiap ikut milis dan melihat para pendekar ilmu > sedang saling serang > menggunakan dalil-dalil pamungkas, saya suka > kebayang. Bahwa orang semodel > saya dan teman-teman lainya, akan mundur teratur > nggak jadi belajar Islam. > Tadinya pengen mendekat dengan perasaan malu > bercampur takut-takut, malah > jadi berobah serem dan nggak berani balik lagi. > > Semoga dunsanak dan handai taulan, yang punya ilmu, > yang sadar akan > tanggungjawab da'wah, sudilah kiranya memperhatikan > hal ini. Saya cuman > khawatir, ada sikap kita yang justru membuat da'wah > malah jadi terhambat. > Ini sih tidak bermaksud untuk menafikan sisi > "ketegasan" yang juga > diperlukan. > > Wallahu a'lam. > __________________________________________________ Do You Yahoo!? Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around http://mail.yahoo.com ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

