Assalamulaikum WW

Membangun itu bak menyusun batu bata, pasir semen, besi beton dan air. Semua
harus bersatu dengan kadar yang dimiliki sehingga membentuk suatu konstruksi
yang kokoh dan kuat. Coba bayangkan, air yang lunak saja, kalau kurang
adanya, maka akan berantakan beton tersebut. Tapi dengan konsistenya mereka
bersatu, saling topang dan mengerti posisi masing-masing maka gedung seratus
tingkatpun dapat berdiri.

Begitu jugalah dalam membangun kampung, harus setiap kita mempunyai
perhatian setiap unsur atau setiap bagian yang ada. Sebab sesuatu itu baru
terasa ada kejanggalannya, kalau dia itu dilihat oleh orang lain. Coba saja
sebagai contoh, orang yang tinggal dipinggir kali yang hitam dan bau, bagi
mereka bau tersebut tidak menjadi gangguan lagi. Tapi bagi kita yang datang
sekali-kali kesana bisa baunya minta ampun.

Itulah guananya kita yang berada dirantau ini, untuk menilai kekurangan yang
ada atau mungkin akan terjadi kemudian, sehingga pelan-pelan kondisi
pembangunan yang dilakukan dikampung tersebut dapat lebih baik dan lebih
baik lagi. Insya Allah.

Begitu juga dalam hidup ini, yang dapat menilai karakter dan tampilan kita
adalah orang lain. Jadi dengan beradanya kita di milist ini, dimana disini
tergabung multi disiplin ilmu dan berada di multi kultur serta mempunyai
perbedaan umur akan menjadikan kita lebih dewasa dalam berfikir dan dengan
tidak terasa ilmu yang didapatkan disini akan bertambah terus dan tentu
makin lama makin banyak. Dengan dapatnya kita untuk saling mengingatkan dan
saling menasehati disini, insya Allah ketagwaaan kita serta kebijakan kita
dapat lebih meningkat dan meningkat lagi.

Untuk sanak Mulyadi dan Rahima, mengenai indentitas palsu, sebenarnya sudah
jelas itu adalah pelanggaran disini, jelas ditata tertib yang seharusnya
dibaca dan disetujui saat pertama kali berada disini. Tapi itulah dunia
milist, kadang susah sekali untuk mengontrol atau memastikan bahwa yang
diberikan saat pertama adalah benar. Sebab tidak mungkin untuk dicek
kebenarannya dengan baik. Bisa saja data yang diberikan seolah-olah benar
tapi, mungkin kemudian akan ternyata menjadi palsu. Ijazah saja bisa saja
yang aspal. Mengenai Cecille toh kini dia telah malu sendiri dan cigin
sendiri dari sini, biarkan itu telah terjadi, mudahan menjadikan kita lebih
arif dimasa yad.

Sanak Mulyadi, kini kelihatan sekali bahwa memang dan aturan dan KTT harus
selalu exist dan ditegakan, tentu menegakannya perlu juga kesadaran bersama
untuk selalu dapat difungsikan. Kalau suatu aturan sudah tidak dipercayai
atau telah selalu dilanggar tentu efektifitasnya akan menurun dan bahkan
bisa hancur berantakan. Marilah bersama-sama kita tegakan aturan ini demi
ketenangan dan kebaikan kita bersama pula. Karena dirasa penting, maka sudah
saatnya kini KTT disisip, diperbaharui dan ditambah, sesuai keadaan nyata
saat ini. Mohon kini para sanak dipalanta dapat mengusulkan siapa yang
sepantasnya dapat duduk didalamnya, dan mudahan yang bersangkutan dapat
dengan rela menyumbangkan waktu secara sukarela sebab ini adalah tanpa
imbalan apaapa selain siap untuk di marahi, dimusuhi dan diceritakan alias
diburuk-burukan di multi milist nantinya. Tapi itulah resiko perjuangan
............. pengorbanan.

Wass. WW
Darul

>-----Original Message-----
>From: [EMAIL PROTECTED]
>[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Rahima
>Sent: Sunday, October 31, 2004 7:56 PM
>
>
>Dik Udrekh,..jangan sampai keluar donk dari milist
>ini, uni jadi sedih lho,..? habis uni menantikan
>postingan antara jakarta- Tokyo dari dik Udrekh.
>Lagian kita kan sedang diskusikan tentang bagaimana
>kemajuan kampung kita, dan uni sependapat dengan sik
>Udrekh, juga mak darul itu, kita-kita yang jauh di
>rantauan ini, mungkin sikap kita mendukung untuk itu.
>
> ( begitu mak darul,.? namun tetap
>pelaksanaannya,.lebih ditekankan pada  sanak yang ada
>di Indonesia ).
>
>Kalau di LN, sifatnya mendukung yang baik itu. Kalau
>gulanya yang kurang, kita usahakan tambah gula dari LN
>( Bukankah begitu bagi sanak yang ada di LN ?, atau
>saya salah..? ). kalau butuh spirit agar turis asing
>datang ke Sumbar, itu juga tugas yang ada di LN
>bersama yang ada di DN. ( bukankah begitu ? ).
>
>Kembali kita kepersoalan tadi.
>
>Sejujurnya uni cuman menasehatkan sanak Yunirmal,
>kalau beliau kurang senang dengan postingan da
>Adrisman ( adeer ), didelete saja, ngak usahlah sampai
>dipermasalahkan pula ? Itu tujuannya, agar ngak
>berkepanjangan.
>
>Apakah salah uni menasehati ini..? karena secara
>pribadi uni merasakan postingan da Adrisman ( adeer )
>, tersebut ngak ada salahnya, bahkan menjadi informasi
>bagi uni yang jauh di perantauan ini.
>
>
> uni malah senang, karena info bagi uni.
>
>Jangan pergi yah dik..? cerita lagi donk..? Begitulah
>dunia maya ini dik..? banyak mis..mis ..nya....nya
>
>Demikian aja. Wassalam.
>
>Rahima.
>
>


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke