Assalamu 'alaikum Wr.Wb.
Setelah kita mencoba mengkaji kelebihan yang dimiliki ranah minang ini,
mungkin ada beberapa potensi yang sepertinya cukup menarik untuk kita
garap.Adapun dasarnya telah dimiliki untuk suksesnya sebuah investasi yaitu:
kemanan lokal atau kemampuan suatu negeri dalam menahan goncangan resesi.
Yah, paling tidak, secara garis besar Sumatera Barat telah mampu meletakkan
posisinya sebagai salah satu propinsi paling aman di negara kita.
- Prospek untuk Dunia Pendidikan.
Satu hal yang menjadi cita-cita atau mungkin impian saya adalah
menjadikan sumatera Barat ini sebagai pusat pendidikan Indonesia... Mulukkah
impian ini..? Yah, bermimpi adalah suatu hal yang harus kita lakukan. Banyak
hal-hal besar yang bisa dilakukan umat manusia karena keberaniannya
bermimpi. Bermimpi terbang bagai burung kemudian menjadikan kita bisa
menciptakan pesawat terbang, ingin berenang cepat bagai ikan telah
melahirkan kapal, kapal selam maupun alat selam. Ingin berlari kencang
seperti kuda telah melahirkan mobil. Lalu mengapa harus takut untuk
bermimpi..?
Sumatera barat jelas sangat menjanjikan untuk tumbuh sebagai sebuah sebuah
pusat pendidikan. Tidak sedikit fakta sejarah yang menunjukkan betapa
sekolah seperti INS kayu tanam, Parabek dan banyak sekali pesantren yang
merupakan tempat lahirnya tokoh-tokoh besar negeri ini.
Bukittinggi, lagi-lagi kota kelahiran saya ini yang tidak bisa luput dari
perhatian. Yah, karena memang kota ini yang bisa teramati secara rutin
membuat saya menjatuhkan pilihan di sini. Tentu saja kota-kota lain juga
memiliki potensi sebagai pusat pendidikan yang tidak kalah dengan kota
Bukittinggi.
Membayangkan sebuah kota yang tepat untuk pendidikan, tentunya kita
membayangkan sebuah tempat yang cukup mudah dijangkau, cukup punya
infrastruktur, dan menyenangkan untuk dijadikan tempat menuntut ilmu. Udara
yang relatif masih bersih, suhu yang sedikit dingin dan infrastruktur yang
cukup memadai, merupakan salah satu aspek yang mampu dijadikan alasan untuk
menjadikan kota Bukittinggi untuk menjadi kota pelajar. Pengalaman saya
bersekolah di sekian banyak kota, membuat saya berkesimpulan bahwa masa
bersekolah dari kelas V s/d kelas 3 SMP di kota kelahiran saya itu,
merupakan masa bersekolah yang paling menyenangkan.Sering kali saya
menghabiskan waktu dengan belajar dibeberapa taman yang memang sejuk dan
nyaman.
Banyak sekali kita temui bahwa masyarakat minang termasuk masyarakat yang
banyak menempati posisi sebagai guru sekolah. Pekerjaan sebagai "Pak Guru"
atau "Bu Guru" juga masih dianggap sebagai status terhormat. Ini seperti
panggilan Kyai atau ustadz saja layaknya, karena masyarakat cenderung
memanggil sebutan "Pak/Bu Guru" dalam pergaulan formalnya. Mungkin ini
merupakan satu-satunya pekerjaan yang langsung menempel kepada individu
pemilik pekerjaan tersebut.
Selain itu, masyarakat minang memang termasuk masyarakat yang memiliki
kemampuan deskripsi yang baik. Keterampilan merangkai kata baik dalam bentuk
tulisan maupun perkataan juga sudah menjadi "trade mark" yang disandang
masyarakat minang. Ini merupakan sebuah potensi yang seakan-seakan mengalir
didalam darah orang Minang.
Disamping itu, keberadaan sebuah mesjid sebagai pusat pendidikan tambahan
juga sudah lama dirasakan. Pendidikan non formal berupa sekolah siang untuk
mengasah keterampilan mengaji, merupakan suatu hal yang umum dilakukan
kebanyakan anak-anak sekolah dasar. Hal ini juga diperkuat dengan status
"pandai mengaji" yang merupakan salah satu prestasi yang mendapatkan
penghargaan tersendiri bagi setiap keluarga. Oleh karena itu, budaya "katam
kaji" bahkan terlihat lebih penting daripada wisuda sarjana. Masyarakat
minang di banyak daerah mungkin akan merasakan 3 kali pesta untuk anak
lelaki dan 2 kali pesta untuk anak perempuan. Yaitu Sunatan, "Khatam
Qur'an", dan Perkawinan. Khatam Qur'an adalah pesta yang diperuntukkan bagi
seorang anak yang sudah dianggap mampu mengaji dengan baik oleh gurunya.
Pada saat itu, sang anak memakai pakaian haji, diarak keliling kampung dan
ditutup dengan perlombaan mengaji. Ada pesta yang diselenggarakan oleh
kelurga si anak, dimana para sanak saudara dan handaitaulan akan berkunjung
dan memberikan banyak hadiah berupa uang dan "ayam". Dapat dilihat bahwa
"bisa mengaji" yang digambarkan dengan lulusnya seseorang dari sekolah
nonformal itu merupakan sebuah prestasi yang besar, sehingga dirayakan dalam
sebuah perhelatan cukup besar.
Perhatian kepada dunia pendidikan di sumatera barat sebenarnya tidak sekedar
sebuah fikiran sederhana. Saya berpendapat, bahwa dia bisa dijadikan solusi
bagi mundurnya moral kebanyakan generasi muda yang "tertinggal" di kampung
halaman. Beberapa keluhan sudah kerap terdengar di mana-mana. Bagi saya,
salah satu penyebabnya adalah proses seleksi alamiah yang terjadi. Pada
umumnya, yang tekun, punya cita-cita dan keberanian, akan cenderung
merantau. Sekolah ke negeri jawa, atau mencari peruntungan di negeri jawa,
tetap merupakan sebuah angan-angan dari setiap orang. Status merantau
merupakan status yang sepertinya sangat dihargai. Kesuksesan orang rantaupun
sudah banyak terlihat. Hal ini dengan mudah dilihat dengan banyaknya uang
yang datang dari rantau, kesan "bapitih" yang sering terlihat pada saat
mereka pulang, atau menterengnya rumah-rumah mewah yang dibangun dari hasil
uang dari rantau.
Kalau lah, kwalitas pendidikan di Sumatera barat dapat ditingkatkan. Paling
tidak akan ada sebuah pilihan alternatif bagi anak negeri untuk menikmati
pendidikan berkwalitas di dalam negeri. Bagaimanapun juga, sebuah kota pusat
pendidikan, akan memiliki perkembangan peradaban dengan percepatan yang
lebih tinggi. Kalau toh tetap banyak anak negeri yang merantau, akan ada
gelombang masyarakat dari kota-kota lain yang datang menuntut ilmu di sini.
Berkembangnya suatu industri termasuk industri pendidikan, jelas akan
berdampak positif dan memiliki multiplier efek kepada sektor yang lain.
Tidak bisa tidak, sebuah keputusan mesti punya sisi yang buruk. Tetapi
dengan kekuatan akar budaya dan adat istiadat yang memiliki ikatan kuat
dengan norma Agama, rasa-rasanya pengaruh buruk itu akan mengalami proses
penyesuaian juga.
Wallahu a'lam.
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________