-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Rahima
Sent: 08 Nopember 2004 20:32
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Dokter rahyussalim Nompang tanya

Assalamualaikum.Wr.Wb.

Semoga dokter rahyu dan keluarga sehat selalu dan dalam rahmat Allah
selamanya.

Dokter ada yang uni ingin tanyakan sama dokter.
Dulu sewaktu baru pertama sekali hamil, uni di minta periksa darah dan di
check apa-apa yang perlu.

Setelah selesai , kertas hasilnya kita serahkan ke dokter yang menangani
kehamilan uni tersebut. lantas dokter itu bilang kenapa yang paling penting
belum ada hasilnya ?

Lha..apa itu,.suami uni tanya ?

Itu RH nya ( apa benar RH, uni lupa, soalnya kertasnya hilang sih ).
Tapi yang jelas setelah suami uni tanya kenapa begitu, kenapa harus
diketahui RH itu. Dokter itu menjelaskan begini :

RH ( ? ) itu harus diketahui dari awal lagi, terutama yang diperiksa adalah
RH sang istri, karena kalau RH sang istri positive, maka RH sang suami harus
di periksa. 

Kalau ternyata kedua-duanya sama-sama Positive, maka ada kemungkinan janin
dan bayi lahir kurang baik.

Tetapi bila sang istri RH nya negative maka suami tak perlu diperiksa pakah
positive atau negative tidak jadi masalah. Anak akan lahir normal
InsyaAllah.

Namun bila istri positive suami negative juga ngak masalah.
Yang penting adalah kondisi sang istri.


Yang ingin uni tanyakan,..apa memang benar begitu menurut dunia
kedokteran..? Apa itu RH.
lantas kenapa semua tergantung di wanitanya ?


Jawaban:
Rh itu singkatan dari Rhesus yaitu suatu protein (yang menjadi antigen) yang
menempel di dinding bagian luar sel darah merah seseorang. Pada mulanya anti
gen ini ditemukan pada kera (monyet rhesus yang hidup banyak di daerah
africa). 

Umumnya orang Afrika dan Karibia (orang bule) memiliki rhesus positif
sementara orang Asia termasuk melayu memiliki rhesus negatif. Saya kira
kemungkinan besar hasil pemeriksaan Rh uni adalah negatif yang berarti bahwa
uni tidak memiliki protein rhesus di dinding sel darah merah uni.

Kalau uni memiliki rh negatif dan suami uni memiliki rh negatif maka hal ini
tidak akan menjadi masalah.

Yang menjadi masalah untuk pasangan suami isteri adalah bila seorang wanita
dengan rh negatif menikah dengan laki2 dengan rh positif. Kenapa? Karena ada
peluang pasangan ini akan hamil dengan janin yang memiliki Rh +. Apa yang
terjadi kalau si ibu dengan rh negatif hamil dengan janin rh positif? Pada
kasus ini akan terjadi sindroma rhesus dimana badan si ibu akan membentuk
anti bodi terhadap antigen rhesus yang dimiliki si janin. Akibatnya sel
darah merah si janin akan lisis (di hancurkan oleh sistem imun si ibu).
Penyakit ini yang dikenal juga dengan penyakit rhesus akan membuat si bayi
lahir dengan kuning, bahkan lahir mati. Dapat juga terjadi keguguran
spontan.


******











Di Saudi uni dengan dengar, kalau mau menikah sang calon suami dan istri
diperiksa dulu ( ngak tahu apa yang diperiksa), yang pasti untuk menentukan
mereka ini dapat menghasilkan keturunan normal kelak atau tidak, maka
diperiksa, dan harus ada keterangan dari dokter bahwa keduanya bisa kawin (
bersatu ).

Uni heran, orang zaman dahulu sepertinya ngak pakai periksa itu segala ?
kawin..yah kawin aja. Jadi juga toh anak-anak mereka normal. tetapi memang
ada uni lihat anak-anak yang pertumbuhannya kurang normal, dia sudah berumur
12 tahun, namun tingkahnya msh seperti umur 1 thn, ngomongnya juga ngak
lancar.

Uni lihat , kenapa ia seorang, lantas kakak2nya yang lain normal, ada pa..?
Apa salah obat,.atau apa..?

Uni setiap hamil, karena mitos orang tua-tua : hamil itu dijaga sekali,
jangan sampai mencaci orang cacat, kelak anaknya akan cacat, sampai2 kalau
hamil, uni takut lihat orang cacat, kelihat tak sengaja, uni langsung
berpaling dan mengucap astagfirullahal adzim.

 Ya Allah ampuni aku, meski dalam pertanyaan, kenapa ia sampai begitu yah..?
cacat lahir atau setelah lahir? namun karena hamil semua itu uni kikiskan.
percaya sih sama takdir Allah, semua itu kan sudah takdir Allah, tapi
terkadang uni ingin tahu apa penyebabnya, paling tidak kita bisa menjaganya
atau mencegahnya baik untuk uni pribadi atau anak-anak uni kelak, juga
keluarga uni. yah..seperti kurang normal pertumbuhan akalnya , atau buta
sejak lahir, sumbing dan sebagainya itu. 

Maaf bukan apa-apa , cuman ingin tahu biar bisa menjaga buat keluarga uni
itu saja tujuannya. Karena pengetahuan uni dalam hal ini sangat kurang
sekali, walaupun sering baca medical di majalah atau internet.

Uni dengar ada yang karena obat atau lainnya itu. Bisa ngak dokter lebih
menjelaskan masalah ini ? maksudnya supaya bisa menjaga saja.

Jawaban:
Beberapa obat memang diketahui dapat mengganggu proses kehamilan maka
sebagian besar obat2 tersebut sudah tidak boleh beredar atau dilarang
digunakan untuk ibu2 hamil. Selain itu memang ada pula obat yang menyebabkan
kecacatan dan bahkan kematian janin apabila obat2 tersebut digunakan ketika
sedang hamil. 
Namun sebagian besar obat2 yang beredar (kecuali yang diberi peringatan
dilarang digunakan untuk ibu hamil) sudah memiliki uji klinis layak
digunakan untuk ibu hamil sehingga kekhawatiran berlebihan mengenai
mengkonsumsi obat ketika sedang hamil dapat ditepis..


******

Maaf satu lagi aja yang ditanya. Apa bisa ngak ada cara untuk mengatasi
kehamilan. 

Begini maksudnya, Misalkan ada seseorang yang sudah berhubungan intim, namun
tidak mau hamil, lantas tanpa disadari yang namanya sexualitas itu ngak tahu
kita entah kapan datangnya.

Mereka hubungan tanpa pakai alat pengaman, juga sang istri tak pakai KB
apapun.

Di karenakan rasa khawatir hamil, ada ngak sebelum masa haid sang istri
minum obat atau suntik untuk menjatuhkan maaf ( sperma yang telah masuk itu
tadi ), khawatir kalau-kalau saja jadi.

Atau kalau sudah sebulan, ngak jug adatang haidnya, ternyata hamil belum
sampai dua bulan baru 1 bln beberap ahari saja. kalau di kairo bisa pakai
suntikan agar itu bibit jatuh ( karena belum jadi janin dan belum ditiupkan
ruh, menurut sebagian pendapat ulama sepanjang belum ditiupkan ruh, masih
bisa digugurkan ).

Namun kalau ternyata tidak gugur juga, ada ngak pengaruh suntikan obat itu
bagi sang bayi bila lahir kelak..?

Jawaban:

Alat KB sebenarnya menjadi jawaban pertanyaan uni. Jenis dan ragamnya tak
pula sedikit. 
Mencegah kehamilan setelah melakukan hubungan seksual di dunia kedokteran
kita kenal dengan "the morning after pills" yang hanya digunakan untuk kasus
emergency contraception. Pill KB nya diminum 2-4 pills setelah sex
intercoure ( efektif dalam waktu 72 jam) kemudian diulangi setelah 12 jam.
Teorinnya pil ini akan menghambat proses fertilisasi. (baiknya berkonsultasi
ke dokter ahli kebidanan mengenai dosisnya ini sangat individual sekali).

*******



Demikian maaf dokter banyak sekali pertanyaannya, jawab sesempat dokter aja
yah. jangan dipaksakan.
Okay. Makasih sebelumnya.

Oh yah,.mudah2an uni jadi pulang thn depan itu sekaligus periksa
sensitivitas ( oh yah apa sih namanya sdh lupa lagi, benar ngak sensitivitas
? ) itu. Yang penting ngak disuntikkan kalau periksa itu ?
tapi banyak amat bahannya sampai 46 jenis..?
Wow..berapa lama diperiksa sebanyak itu. Duh..masuk RS saja sudah gemetaran.


Jawaban:
Gak usah terlalu khawatir uni. Dunia kedokteran sekarang sudah begitu maju
tidak seperti zaman dulu yang masih menggebuk pasien kalau dia mau dibuat
pingsan..

Demikian

Rahyussalim

*****

Wassalam. Rahima.








____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke