Bismillaahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum.Wr.wb.

Dunsanak milist sekalian, semoga dirahmati Allah.

Dik Udrekh,..gimana kabarnya sekeluarga dan dik
Arfian.
katanya sering ketemu yah. Padahal dulu uni ada niat
lho kirimkan copy Cd bhs Arab, beserta kurma asli dari
negeri mesir ( hehehe..tapi ngak bisa di copy sih
tanya aja dik Arfian,.uni spi sempat menelpon dik
Arfian, dan istri beliau yg ambil, kedengaran suara
anaknya panggil " Abi ". wah..uni surprise,.Islami
sekali  kelihatan oleh uni , dr panggilan istri,
anak-anak beliau kepada beliau. Itu yang ke pikir oleh
uni. ).

Mengenai menulis ini, uni rasa banyak penyebabnya.
Bisa jadi banyak yang sibuk oleh masalah lain, atau
juga karena minat dan bakat seperti yang dik Udrekh
sebutkan.

Kalau uni pribadi, pada prinsipnya suami uni cukup
mendukung uni aktif di milist, juga di organisasi yang
ada di Mesir itu. Asalkan jangan sampai masalah RT ,
kuliyah uni jadi terabaikan. Itu saja.


Itu sebabnya uni harus pandai-pandai bagi waktu.
Banyak juga yang tanya sama uni di japri, maupun di
jalum ada yang heran dan bingung kali yah , gimana
sampai bisa membagi waktu itu, bisa buat nulis di
milist, bisa aktif di organisasi dan bermasyarakat,
juga RT uni, sebagai istri dan ibu dari 4 orang anak
yang lumayan masih kecil2.


Sebenarnya uni rasa tidak begitu sulit, kalau kita
membiasakan membagi waktu itu. Tahu nilai waktu.
Sedangkan di Indo, tanpa suami dengan tiga orang anak
masih kecil2 kala itu ( 1-3-5 thn ), sementara uni
mengajar di sekolah. Uni bisa membagi waktu, tanpa
berpembantu sama sekali.


Caranya begini aja.

Uni tidur jam 11 malam, dan bangun sekitar jam 3-4
dini hari. Sementara anak-anak uni biasanya tidur jam
9 malam, bangun jam 6 pagi. Jadi banyak pekerjaan yang
bisa uni selesaikan sementara anak-anak uni tidur dan
juga bila mereka berangkat kesekolah.

Uni ceritakan deh keseharian uni. 
Kala di Indonesia dan Kairo :


Anak-anak dibiasakan tidur cepat, setelah selesai
shalat magrib, baca Al Quran,  makan malam, nonton tv
dan belajar, shalat isya, langsung tidur jam 9 malam
itu. Paling lama mereka tidur jam 10 malam, ini kalau
malamnya ada acara, atau jalan2 keliling kota saja,
maka waktu tidur bisa terlambat dari biasanya.

Kala anak-anak tidur, malam itu uni bisa 2 jam membaca
buku-buku, kalau kebetulan murid-murid, ngak datang
belajar. Biasanya sering ada saja yang datang belajar
sampai jam 10 malam, kalau di Indo itu. Uni tetap
layani, sampai sebatas jam 10 malam itu saja.

jam 11 malam, setelah baca, shalat isya dan shalat
witir, uni tidur.

Bangun lagi jam 3 pagi ( kalau capek sekali siangnya
bangun jam 4 pagi ).

Menjelang shubuh sekitar jam 5 itu, uni shalat
tahajjud, baca Al Quran. itu saja pekerjaan uni, ngak
ada yang lain, sampai shalat subuh.

 Selesai shalat subuh uni suka jalan2 pagi sekitar
15-30 menit aja. Olah raga perlu buat menyegarkan
pikiran, kesehatan tubuh, biar ngak gemuk, meski sudah
banyak anak. 

Jadi badan uni biasanya segitu2 aja, ngak gemuk , dan
ngak kurus, sedang2 terus, karena selalu dijaga. Yang
ngak bisa dijaga adalah proses penuaan karena memang
sudah kodrat illahi, kita sulit menolaknya.


Jam 5.30 anak-anak sudah bangun. Uni mengajarkan
mereka dulu bacaan shalat, baca AlQuran, juga membaca,
atau belajar di pelajaran sekolah mereka. ( ini khusus
kala itu untuk anak uni yang besar, sementara 2 lagi
yg msh berumur 1-3 thn, belum diajar, dan masih saja
bobo ). Kalau sekarang semua kena bimbing.


 Kadang sambil mengajarkan yang kecil baru belajar
membaca, membimbing yang gede juga untuk mengerjakan
Pr, atau juga membaca pelajarannya. Jadi sering
mengajar anak-anak itu tiga orang sekaligus.

Caranya gampang. Yang satu di suruh baca, kita
dengarin, yang ia tidak mengerti tanya pada mamanya,
yang satu di suruh mengerjakan Pr nya, yang kecil baru
belajar membaca, baru di seriuskan memperhatikannya
sekali.Itu saja, ngak susah koq, asalkan kita tahu
metodenya.Dan bisa memanage semua itu.

Selesai mengajarkannya, uni siapin sarapan,yang besar
disuruh makan sendiri, yang masih kecil disapin, habis
itu nyapu rumah, ngepel rumah, cuci piring , masak
buat siang harinya ( karena di Indo itu lantai, jadi
harus di pel, beda dgn di kairo, karpet, jadi ngak
perlu ngepel segala , cukup pakai vacum cleaner ).

Anak2 berangkat sekolah jam 7.30- jam 8. pagi, uni
baru sarapan , shalat dhuha, dan siapin diri untuk
pergi mengajar ( mengajar uni jam 9 pagi ).

Anak-anak pulang sekolah yang Sd jam 11 pagi yang Tk
jam 3 sore. yang SD uni suruh kesekolah aja, dan main2
aja di lapangan , atau di kantor saya disekolah
sementara saya mengajar ke kelas2.

Jemput anak yang Tk, jam 3 sore, jalan-jalan bersama
mereka, kadang main2 aja, sampai menjelang magrib,
kadang juga sambil mereka main2 saya menggosok
pakaian, kalau ngak ada gosokan lagi, biasanya saya
membaca buku, nonton tv, atau bermain2 ke tetangga,

 ( tp main ke tetangga ini sangat jarang, saya malas
ke rumah tetangga, kecuali sekedar untuk silaturrahmi,
kita sebagai anggota masyarakat, perlu membina
persaudaraan dan pergaulan juga, jangan sampai kita
kuper, dan cuek keadaan masyarakat, tapi ngak pula
saya habiskan waktu untuk itu, paling dalam seminggu
sekali atau dua kali saja.)Kalau mencuci gampang pakai
mesin cuci, tinggal jemur doank koq.


Habis shalat magrib, baca Al Quran lagi, yang kecil
biasanya main2, yang besar saja di dengarkan hafalan
Al Qurannya. Kalau sekarang, karena semua sudah bisa
baca , jadi lebih enakan, tinggal dengarin doank,
kalau salah di benarin bacaan dan hafalannya, sambil
mereka belajar kita bisa menggosok, nonton tv, ( kalau
di kairo, bisa sambil internet ).Begitu terus sampai
mereka bobo dan bangun lagi pagi harinya.

Nah sekarang bagaimana kegiatan saya di Kairo. Ini
lebih gampang dan santai lagi, lebih enakan, ngak
capek, karena ada suami di samping. Tetap ngak
berpembantu, kecuali 1 kali seminggu buat bersihkan
yang berat-berat.

Suami juga membantu mencuci piring, karena beliau tahu
sabun di Kairo bisa melukai tangan istrinya, jari
tangan saya bisa hancur2an kena sabun di kairo ini,
pecah2  semuanya. Itu sebabnya kalau cuci piring yang
menghandle adalah suami saya. Gimana kalau suami
keluar kota berhari2, siapa yang cuci..? kadang saya,
kadang anak saya yang gede ( umur 10 thn ).


Di Kairo saat ini. Anak-anak sekolah jam 8 pulang jam
3-4 sore. Makan disekolah. Begitupun suami, pergi jam
8-9 pagi, pulang jam 7-9 ,malam, kadang kalau sibuk
sekali jam11, mlm, kadang sampai jam 12 mlm, atau
sampai subuh juga, kalau benar2 sibuk.  


Kegiatan saya malah lebih enakan. Karena anak-anak
sudah pada gede, dan dari jam 8-3 sore itu, ngapaian
saja saya di rumah ? 

Tentu belajar, masak, bersihkan rumah, internet (
menulis yang bermanfaat tentunya ), saya ngak mau
waktu itu kebuang begitu saja, main2 saja kerumah
tetangga, atau pergi raun2 ke mal. wah..saya ngak suka
sekali semua itu.

Waktu itu bagi saya sangat berharga. Kalau orang barat
bilang " Time is money ", bagi saya lain lagi " Time
is prayer ", shahat ,do'a, beribadah, kerjakan yang
bermanfaat buat diri dan masyarakat. Semua pekerjaan
yang baik saya niatkan ibadah, ikhlaskan, lillahi
ta'ala saja, tanpa ada embel2 apapun dari yang saya
kerjakan. 

Saya menjauhi sekali kerja apa saja, apa itu kerja
rumah, nulis , dan sebagainya itu, kalau saya tidak
ikhlas, lebih baik tidak saya kerjakan. Karena saya
tahu semua itu akan sia-sia. Buat apa kerja agar di
puji orang, agar tenar, atau karena apa saja, selain
benar-benar karena niat ibadah saja.

 Kalau saya kesal dengan suami, saya bilang aja terus
terang,"  uda ,.ima lagi kesal, ngak bisa masak ".
sampai suami tanya ada apa..? saya terus terang aja
ceritakan yang saya kesalkan itu. Sampai kesal itu
hilang, baru saya kerjakan masak itu.


Waktu tidur dan bangun sama saja dengan di Indonesia
dulu. Tidur jam 11 malam, bangun jam 2-3 pagi, jarang
yang jam 4 malah. tapi tidur siang ada sekitar
setengah jam.

Biasanya kalau di Indo itu waktu saya banyak mengajar,
sekarang menjadi banyak menulis di internet. Dulu jam
9-2 sore, saya mengajar, sekarang belajar dan menulis,
jadi sama aja, tetap membagi ilmu yang bisa saya bagi
buat masyarakat dimana saja saya berada. 

Yang penting waktu ngak terbuang sia-sia begitu aja.
Pasti saya gunakan buat yang bermanfaat dan berguna
untuk diri  , keluarga dan masyarakat.

Biasanya di Kairo, kalau anak-anak sudah berangkat jam
8 pagi itu, saya membersihkan rumah, masak, dan shalat
dhuha, baca Al Quran, baca berita, baca buku2,
belajar, dan internet, sampai mereka pulang jam 3
sorenya ( saya yang jemput sendiri, dengan jalan kaki,
dekat koq, paling 100 m, sekalian olah raga ).

Pulang mereka jam 3-4 sore, mereka main2 dulu, saya
bisa tetap belajar, baca buku, menggosok, sambil
nonton sinetron ( saya suka sekali menonton sinetron
).

Sudah ashar baru mereka saya bimbing pelajarannya.
Saya tanyain, apa pelajaran tadi pagi, ada PR apa
kagak, kalau ada saya suruh mereka kerjakan, sambil
saya membimbing dan  perhatikan apa yang mereka tak
mampu. Semua tiga sekaligus anak-anak saya belajar
dalam bimbingan saya. Syukur yang besar sudah bisa
belajar sendiri. Tinggal yang kecil berdua aja. 

Apalagi di Kairo, kadang suami membantu membimbing
anak-anak belajar, jadi tambah ringan pekerjaan saya.

Sejak si kecil ( bayi lahir ), kegiatan saya tetap
seperti biasa. Karena alhamdulillah ia ngak rewel,
badannya sehat. Dan syukurnya karena anak-anak saya
sehat2, jadi ngak begitu repot mengurusnya. 

Saya memang sengaja menjaga kesehatan suami dan
anak-anak saya dengan benar-benar memperhatikan
kesehatan mereka, makan mereka. Jarang sekali saya
berikan mereka makanan yang dari luar, atau makanan
pakai bumbu penyedap, makanan kaleng, instan,.biarlah
saya capek menyiangi sayur, ikan, daging, asalkan
makanan itu segar semua, demi kesehatan suami dan
anak-anak saya juga, sebab kalau mereka sakit saya
juga yang repot dengan sendirinya.

 Selalu saya masak sendiri, sehingga pada akhirnya
suami dan anak-anak saya lebih suka makan makanan yang
saya masak, karena lidah merek asudah terbiasa.
kalaupun beliau ini makan di luar ( dirumah orang ,
karen aada acara, atau undangan ), beliau pasti makan
dulu sebelum pergi, atau pulang dari acara makan lagi
dirumah. 

Ini karena apa..? Beliau bilang makan di luar itu
seperti makan icak-icak, main-main, ngak enak saja
perasaan itu. Itu jawabnya kalau saya tanya, " Koq uda
makan diacara atau undangan itu selalu sedikit sekali,
sementara di rumah nambah2 ". 


Beda dengan saya pribadi, mungkin karena sudah bosan
makan masakan sendiri, kalau makan di rumah orang
Ceplok ( goreng )telorpun dikasih wah..enak sekali
rasanya. Tapi tidak untuk suami dan anak-anak saya. Di
rumah itu seperti makan di Syorga kali. 


Kadang beliau ajak saya makan di restoran, karena
untuk menyenangkan hati saya aja. Beliau tahu, saya
sendiri suka makan diluar, alias suka makan masakan
orang lain, ketimbang makan masakan sendiri, bosan aja
bawaan saya. Beda amat dengan suami, kalau makan di
rumah itu, nambuh terus, sampai saya ingatkan jangan
terlalu banyak makan, ntar kegemukan ngak bagus buat
badan dan kesehatan. 


Timbangan badan suami selalu saya perhatikan, jangan
sampai berlebih atau berkurang banyak, kalau cuman
nambah atau kurang 1-2 kg, wajar bagi saya, tapi
biasanya badannya tetap begitu saja, karena benar2
saya cerewet untuk kesehatan hal semacam ini. Mungkin
ini sebabnya suami saya sehat, begitupun anak-anak
saya, sehingga tidak mengganggu kegiatan saya
sehari-hari. 

Coba kala mereka sakit, atau salah seorang sakit,
waktu saya terkuras untuk menjaga yang sakit tentunya.
Ini namanya prinsip saya sedia payung sebelum hujan.
menjaga lebih baik ketimbang mengobati.

Jadi anak-anak sehat, suami sehat, kegiatan apa saja
pun yang saya lakukan sehari-harinya tenang, enak dan
tidak mengganggu.

lantas bagaimana kegiatan di organisasi dan masyarakat
saya di Kairo ?

Seminggu sekali, atau dua kali dalam seminggu saya
siapkan waktu untuk itu, tiga sampai empat jam. Saya
ikutan pengajian, dengan terkadang mengisi bidang
keilmuan. ( tiga organisasi ibu2 di kairo itu, saya
masuk ketiga2nya jadi pengurus ). 


Saya suka hidup bermasyarakat, suka bergaul, dan suka
bercanda dengan teman-teman saya di Kairo itu,
sehingga kalau dalam seminggu itu saya ngak hadir pada
kehilangan, pada menelpon kerumah , kemana aja,.koq
ngak nongol ? tanya mereka. Kadang kalau saya sudah
sakit, pasti ada yang datang kermah menjenguk saya,
merek adi rumah, saya jadi sehat, karena senang aja
pikiran banyak teman2 itu. mereka butuh saya, saya
juga butuh mereka, saling membutuhkan jadinya.

Begitupun pada suami, suami saya sangat manja
orangnya. Dan saya suka suami yang manja, gampang
mengurus orang kalau manja itu. Orang manja itu
pertanda ia baik dan penyayang juga. 

Sampai detik inipun meski telah 11 thn menikah, yang
namanya makan , tetap sepiring berdua. Saya pemalas
makan, sehingga suami suka temani saya makan, ntar
kalau berlebih beliau yang jadi sapu jagadnya ( alias
yang tukang habisin isi makan yang di piring itu ).





Itulah kegiatan kehidupan saya sehari2.

Wassalam. Rahima.






--- Udrekh <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Wa alaikum salam Wr.Wb.
> 
> Waa.. bagus-bagus uni.. bermanfaat sekali nih
> tulisannya... Sering-sering
> ya, biar kita kaum pria jadi tercerahkan nih...
> 
> He..he..he. sebenernya sih saya fikir nggak susah
> juga uni (mengomentari
> paragraf awal tulisan uni).. Tinggal banyak wanita
> yang mau jadi penulis.
> Kebanyakan guru kok saya lihat kaum wanita ya. Waktu
> sekolah juga prosentase
> pria dan wanita juga seimbang. Kesempatan menulis
> dan berkarir juga saya
> lihat terbuka lebar tanpa membedakan jenis
> kelamin...he..he..he.. Kecuali
> alasan-alasan minat dan bakat..
> 
> Hal ini juga sama dengan kritik terhadap poligami
> atau banyak hal sejenis.
> 


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Meet the all-new My Yahoo! - Try it today! 
http://my.yahoo.com 
 


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke