Renungan Syawal 1425 Refleksi Oleh : Redaksi (Swaramuslim) 16 Nov 2004 - 12:54 pm
Allahukabar, Allahuakbar, Allahuakbar Dengan dikumandangkannya takbir berarti berakhirnya Ramadhan sebagai bulan yang dirahmati oleh Allah SWT, marilah kita menginstropeksi diri kita kembali dan sudah sejauh mana perjalanan umat Islam. Alhamdulillah, semoga Allah mengangkat derajat setiap muslim menjadi orang-orang yang bertakwa. Amin. Oleh karena itu kita harus bergembira dan bersyukur kepada Tuhan semesta alam di dalam memperingati Hari Raya ini. Dikarenakan selama ini kita telah mencurahkan perhatian kita kepada Allah SWT, sesungguhnya Allahpun telah mencurahkan perhatianNya kepada kita, sebagaimana yang telah Dia janjikan kepada kita. Sesungguhnya dengan terpilihnya George W Bush untuk melanjutkan kegiatan terorismenya untuk empat tahun yang akan datang merupakan pencapaian yang besar bagi seluruh muslim. Dikarenakan hal ini akan membakar semangat jihad, dan membangunkan banyaknya muslim di dunia ini yang mana selama ini sebagian dari mereka mencoba menyembunyikan kepalanya di dalam tumpukan pasir dan menghindari kenyataan sesungguhnya bahwa perang terhadap terorisme ini adalah perang terhadap agama yang mereka anut sendiri, yang merupakan perang terhadap diri mereka sendiri. Dan sudah semakin jelaslah selama Ramadhan ini, dengan terpilihnya George W Bush secara mutlak dengan suara terbanyak sebagai presiden Amerika membuktikan bahwasanya rakyat Amerika tidaklah dapat dikatakan lagi tidak bersalah di dalam turut serta menghancurkan Islam, tetapisesugguhnya mereka turut serta mendukung pemerintahan mereka untuk membunuh para muslim dan berperan aktif di dalampenghancuran Islam. Tidak ada lagi alasan yang bisa ditawarkan oleh Amerika dan rakyatnya, bahkan oleh demokrasinya sekalipun; sesungguhnya mereka dan sistem mereka berperan aktif di dalam pembunuhan muslim, merampas dan menjajah negeri-negeri muslim untuk menambah keuntungan pribadi mereka. Allah SWT sesungguhnya telah memberikan rahmatNya kepada kita dengan kita melihat adanya sebuah persatuan baru diantara Muslim di seluruh dunia. Kita menyaksikan secara khusus di front-front terdepan di Irak, Afghanistan, Checnya, Saudi Arabia dan Palestina bahkan di Indonesia, kelompok-kelompok yang selama ini beroperasi sendiri-sendiri bekerja sama untuk sebuah agenda yang sama yang mana hal ini diperlukan apabila kita menginginkan berdirinya kekhilafahan. Pada intinya adalah, kekalahan-kekalahan yang selama ini yang dialami oleh kaum muslimin dikarenakan adanya perpecahan dan dikarenakan selama ini kita sebagai muslim tidak mempunyai kemampuan lagi untuk bertindak di bawah bendera yang satu yaitu bendera Islam. Kita harus patuh dan setia terhadap apa yang telah Allah kabarkan kepada kita, dan dengan patuh dan setiakepada apa yang telah disampaikan oleh Allah kepada kitalah yang akan membuat kita bersatu dan memungkinkan kita menghancurkan musuh yang kuat dan menegakan hukum-hukum Allah. Dari penghancuran di Falujjah kemaren inilah kita bisa mengambil pelajaran, bahwasanya perlawanan saja sendirilah tidak cukup. Kita melihat saudara-saudara kita dibumihanguskan dengan kekuatan yang tidak seimbang, kita menyaksikan para ulama kita membisu tidak satupun yang mengutuk pembunuhan masal tersebut dan kita mengetahui bahwa para pemimpin - pemimpin kita di negeri-negeri Islam bersikap seperti orang bodoh. Oleh karena itu sesungguhnya yang kita perlukan adalah sebuah kepemimpinan Islam. Kepemimpinan dari para ulama-ulama terbaik kita, para pemikir dari umat yang bisa mengkomunikasikan pesan-pesan Islam kita dengan dalil-dalil yang kuat, memuaskan pikiran dan menenangkan hati. Orang-orang enggan kepada Islam dikarenakan mereka tidak mengerti agamanya sendiri, tidak mengerti hukum-hukumnya serta tujuan-tujuannya. Agama kita sendiri sudah tertutupi dengan meriahnya mesin-mesin propaganda yang menjelek-jelekannya, yang memberikan alternatif sesaat yang melupakan umat akan kewajibannya. Tetapi sekarang seluruh dunia melihat kekejaman sedang dilakukan terhadap kita. Kita memerlukan pemimpin yang tidak hanya menginspirasi para Muslim, tetapi juga mengarahkan para pemimpin di dunia ini untuk mengkomunikasikan pesan perdamaian yang dibawa Islam. Kepemimpinan, persatuan dan jihad adalah merupakan agenda kita bersama kedepan. Sebagaiman Ramadhan telah selesai, marilah kita tidak kembali kepada kelalaian dunia yang akan membius kita. Untuk pertama kalinya di dalam bertahun-tahun ini, kita telah membangun momentum untuk bergerak lebih maju lagi ke depan dan kita perlu memeliharanya apabila kita benar-benar menginginkan bangkit dari debu-debu penderitaan. Sebagai individu kita harus benar-benar berpegang teguh kepada tali Allah sebagaimana kita berpegang teguh sesama kita untuk membangun persatuan. Kita harus mengambil peran aktif di dalam setiapwaktu dan kesempatan yang telah diberikan oleh Allah kepada kita. Sesungguhnya sebagai seorang muslim tidak ada satupun yang kita takutkan di dunia ini, karena ajal dan kematian adalah ditanganNya, dan setiap orang pasti akan menemuiNya. Semangat yang membara untuk menemuiNya dalam ridhoNya adalah motivasi yang tak terkalahkan bagikita. Allah telah menjajikan kepada kita kemenangan dan Insya Allah kemenanganlah yang akan kita dapat. Tergantung kepada kitalah cepat atau lambat kemenangan itu akan kita dapat. Disadur oleh Ardi Muluk [EMAIL PROTECTED] dari Artikel Khadija Abdul Qahaar "Ramadhan In Retrospect" http://www.geocities.com/al_haqa/sawaramuslim.html http://www.geocities.com/al_haqa/selamat_ied.html ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

