mengenai urang awak nan jadi pareman/copet rasanya
bagi ambo bukan hal aneh di jakarta ini. Krn memang
kalau diranking, tindak pelaku pareman wabil khusus
copet itu adalah Palembang, Batak dan Sum-Bar (bkn
Minang), mungkin sumbar dan batak bersaing ketat.
Ada bbrpa pengalaman yg bisa saya sampaikan, yaitu
pertama, peristiwa di kolong jembatan st. cawang, kejadian
sudah cukup lama, ketika itu tante istri saya menyusuri
kolong tsb menuju st. cawang dan dihadang oleh bbrp pemuda
kemudian tante istri saya reflek menjawab dgn bahasa minang
dan alhamdulillah si pemalak itu mempersilahkan tante istri
saya untuk lewat sambil membentak untuk lain kali berhati2
lewat kolong tsb pd malam hari.
kejadian kedua adalah, yang dialami istri saya disebuah
angkot dr ps. minggu ke Fatmawati. Waktu istri saya naik
angkot tsb didlmnya sdh ada 4-5 lima pemuda dengan duduk
saling berjauhan. Di perjalanan seorang pemuda meminta secara
paksa kpd seorang wanita yg kebetulan paling dekat dgn mereka.
Dan menurut istri saya salah seorang dari mereka bicara dgn
dialek bhs minang, istri saya selamat krn segera turun dari
angkot tsb. Bbrp kejadian di P.6 jurusan Kp. Rambutan-Grogol
saya pun pernah menemukannya dan biasanya mereka berkelompok
dan teman saya pun bilang, dialeknya spt orang padang.
Dan rasanya saya orang yang tergolong ga' kapok2nya kecopetan
sejak mulai SMA sampai kejadian terakhir pd Des'2003, kalau
tidak di bis ya di KRL, kalau dihitung2 biaya bolak balik mengurusi
KTP dan SIM yg ga' pernah habis dipakai sampai masanya krn dicopet 
mulu, dah lumayan juga ya :-))

he...he...mungkin para pencopet itu melakukan pekerjaan tsb
krn pesan2 yg biasa disampaikan ketika hendak merantau salah
satunya yaitu jan mancilok kecuali tapaso :-))

Untuk itu ada baiknya kalau dunsanak di lapau ko kalau terancam
dek si pencopet atau pemalak, langsuang sen lah pakai bahaso minang,
palembang atau batak. Krn meski si pencopet itu urang palembang
tp kalau targetnya urang awak, kemungkinan besar akan dilepas juga
mungkin itu sudah kode etik dunia percopetan dan pemalakan kali.
"Sesama bis kota dilarang saling mendahului"
"Sesama orang sumatera dilarang saling menyakiti"

wassalam,
harman

-----Original Message-----
From: hdmessa [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Tuesday, November 23, 2004 9:23 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] rang awak jadi pareman kriminal ?



dari sisa kisah kriminil ,pembunuhan santri Aa Gym,beberapa bulan yg 
lalu di daerah Cimahi-bandung ( dakek rumah rang gaek uda Adrisman) , 
ternyata beralur panjang ceritanya. 
Ternyata keponakan da Ad, sempat jadi korban juga sebelumnya, tapi 
hanya luka luka saja,jadi kelompok tsb sudah sering melakukan 
aksinya .

Setelah kejadian tsb, dimana dikatakan pelakunya orang seberang ( 
sumatera), marah lah orang sunda karena ,tanah pasundan dibuat 
ribut ,dikotori oleh orang seberang , sampai beberapa tokoh Sunda spt 
Acil Bimbo, menyatakan bahwa orang sunda pun bisa marah, kalau orang 
seberang yg ada di bandung sering berbuat kerusakan, selain 
sebelumnya juga sering membuat kekacauan karena pedagang kaki lima, 
berdagang di mana2. ( sindiran utk pedagang kaki lima rang awak )

setelah kasus tsb, maka di daerah Cimahi, sempat resah lah para 
perantau dari Sumatera, yg kebanyakan adalah rang awak, batak dan 
palembang. Tapi urang awak agak tenang , karena mustahil sampai ada 
rang awak yg tega membunuh gadis berkerudung pulang ngaji. yg paling 
was was adalah orang batak, karena memang supir angkot ( yg jadi 
target tertuduh) kebanyakan adalah orang batak.

ternyata setelah tertangkap polisi ( 3 dari 6 tersangka) , ternyata 
pelakunya orang palembang,yg memang selama ini dikenal banyak 
terlibat kriminalitas , khususnya di bandung, kebanyakan copet yg 
tertangkap adalah orang palembang. ( maaf utk rang palembang )

tapi ambo, jadi kaget pulo, karena ternyata dari gerombolan pembunuh 
tsb, satu orang adalah rang awak , pareman rang awak yg spt tak 
diakui lagi oleh keluarga nya karena kelakuan jelek nya. sehingga 
bergaul lah ia dg preman2 dari palembang tsb , tak lagi tinggal di 
rumah rang gaek nyo. keluarga nya mungkin secara ekonomi lumayan 
juga, karena mereka punya toko, berdagang kain.

Ternyata ada juga urang awak yg jadi pembunuh keji , di jakarta saya 
sering dengar pula banyak pemuda minang yg jadi copet, perampas dan 
pelaku kriminal lain nya.

Sungguh menyedihkan , karena selama ini kita mengenal pemuda minang, 
paling rendah juga adalah jadi pedagang kali lima di pinggir jalan, 
dan tak sampai jadi pelaku kriminil , yg sering kita gambarkan sbg 
stereotipe pemuda batak atau palembang.

kalau ada pemuda minang yg jadi pareman berlaku kriminil apalagi yg 
kejam, berarti sudah tak ada lagi mekanisme sosial -budaya, mamak 
mengendalikan kemenakan nya , setelah rang gaek nyo pun tak peduli.

menandakan mekanisme sosial- kekerabatan matrilineal, dan sistem 
sosial budaya minang, sudah mulai luntur

sekian dulu carito dari banduang nan dingin berselimut kabut

wassalam 

HM





____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke