Assalamu alaikum wr wb

Selasa, 23 November 2004 yang lalu, Forum Komunikasi
Mahasiswa Minang Universitas Gadjah Mada
(FORKOMMI-UGM), telah sukses menyelenggarakan "alek",
yang diberi tema "Education Explore 2004", di Gedung
Bagindo Aziz Chan, Padang. Acara ini dihadiri oleh
kurang lebih 500 audience yang terdiri dari kepala
sekolah, guru, pemerhati pendidikan dan siswa/i SMU
se-Sumatera Barat. Acara yang dikemas dalam 4
rangkaian acara, antara lain: Peluncuran buku "get ur
dream", talk show dengan tema "Peran Penting
Pendidikan dalam Meraih Impian", apresiasi seni, dan
university expo (pameran universitas).

Untuk buku "Get Ur Dream" sendiri, mendapat respon
positif dari berbagai pihak. Pada saat peluncuran buku
tsb terjual sebanyak 99 buah. Selain itu, pada hari
Rabu, ketika saya bertemu Bpk. Satni Eka Putra (Ka
Dinas Pendidikan Prov. Sumbar) di Kanwil Diknas, Pak
Satni membeli sebanyak 100 buah buku untuk disebarkan
ke seluruh SMU yang ada di Sumatera Barat. Dari Ketua
GEBU MINANG, yang juga Dirjen Pendidikan Luar Sekolah
dan Pemuda, Bpk. Fasli Jalal, juga memesan sebanyak 50
buah buku untuk sebarkan ke SMU-SMU yang ada di
Jakarta. Buku "GEt Ur Dream" ini juga sudah bisa
didapatkan di toko-toko buku di Sumatera Barat
(GRAMEDIA).

Salut buat Dendi and Team!!!
Wassalamu alaikum wr wb
Aulia Postiera
Mantan Ketua Umum FORKOMMI-UGM periode 2003-2004

Berikut, postingan acara Education Explore 2004
FORKOMMI UGM di harian umum Padang Ekspres:

Pendidikan Jalur Kembangkan Potensi 
Oleh Redaksi 
Rabu, 24-Nopember-2004, 09:21:55 
 
 
Padang, Padek�Untuk mencapai sebuah kesuksesan,
seseorang mesti memiliki cita-cita atau impian yang
mensyiratkan pengenalan diri agar bisa disesuaikan
dengan jalur pendidikan yang akan ditempuh.  
 
Seseorang yang menekuni disiplin ilmu atau bidang
tertentu karena intervensi, mengikuti trend, atau
menjatuhkan pilihan asal-asalan karena minim
informasi, akan mengalami hambatan dalam mencapai
impiannya. 

Agar generasi muda, terutama tamatan SLTA agar tidak
salah pilih terhadap disiplin ilmu untuk mencapai
cita-cita atau impian, Forum Komunikasi Mahasiswa
Minang Indonesia (FORKOMMI) Universitas Gajah Mada
(UGM) menggelar Education Explore 2004 dengan kegiatan
launching buku �Get �ur Dream,� talk show tentang
peran penting pendidikan dalam meraih impian,
musikalisasi puisi dan �expo university�. 

Tampil sebagai pembicara dalam talk show, Pj Katua
Kadin Sumbar, Rusmazar Ruzuar, Rektor UNP, Z Mawardi
Efendi, Dekan Fakultas Psikologi UPI, Dwi Enrianti dan
Azmi dari Pusat Pengkajian Islam Minang Kabau (PPIM). 

Ketua Pelaksana, Dayat Adiputra, mengatakan Education
Expo dilakukan dengan maksud untuk memberikan
pemahaman, terutama terhadap lulusan sekolah menegah
yang akan menetapkan pilihannya terhadap sebuah
perguruan tinggi, serta menyoroti peran guru Bimbingan
Konseling (BK) yang kurang maksimal untuk membimbing
siswa mengenal potensi diri dalam kaitannya penentuan
pilihan disiplin ilmu yang akan ditekuni. Dayat
didampingi Ketua Umum KOMMI-UGM, Dendi Reynando, dan
Stering Comite (SC), Gusfi Wendri dan Aulia Postiera. 

Gusfi menambahkan, khusus dalam expo universitas akan
dibuka stand-stad universitas di Gedung Bagindo Aziz
Chan. Masing-masing stand akan dilengkapi dengan
selebaran masing-masing universitas yang ditempati
salah satu mahasiswa perguruan tinggi. Telah positif
bergabung, UI, UNPAD, UGM, ITB, IPB, UIN Syarif
Hidayatullah, UIN Sunan Kalijaga, Unand, STT Telkom,
STAN, ISI Yoyakarta dan Undip. 

Usai talk show, Rusmazar Ruzuar dalam percakapannya
dengan koran ini mengakui, di dunia ini kita memiliki
kebebasan untuk memilih. Ia menganjurkan pilihlah
sesuatu yang berarti bagi diri kita dan berarti
terhadap kehidupan bersama. Dalam artian, saat
menentukan pilihan terlebih dahulu harus mengenal
potensi yang dimiliki. Potensi mesti pula disadari
tidak akan cukup tanpa pengembangan. Itulah menurutnya
sebabnya orang mesti memilih jalur pendidikan yang
tepat untuk pengembangan potensi yang ada. 

Namun lelaki yang juga menjabat Ketua Bidang Penanaman
Modal dan Perdagangan Luar Negeri itu juga mengakui,
untuk menentukan pilihan pendidikan itu seseorang akan
selalu berhadapan dengan stimulus-stimulus dari luar.
Seperti trend dan interpensi. Namun menurutnya
pengaruh itu bisa diatasi dengan melakukan pengenalan
diri diri dengan baik. Sebab orang tidak akan
terpengaruh jika sudah mengetahui apa yang dibutuhkan
dirinya, dan kemana ia akan melangkah. 

�Dalam masyarakat, ada orang yang berpikiran jika
berhasil masuk di eksakta dinilai sudah hebat. Ini
pemikiran yang salah, karena dalam sejarah penjajahan
Belanda dahulu banyak yang dipaksa masuk eksakta untuk
jadi tukang, apakah itu hebat?. Lagipula yang banyak
berperan merancang di dunia ini bukan orang eksakta,
tapi orang-orang yang punya impian dan orang ekonomi,�
tuturnya. 

Jika masuk ke suatu bidang pendidikan atas dasar
pengetehuan terhadap potensi diri, maka besar
kemungkinan akan selesai dalam kondisi memiliki nilai
lebih dari orang lain, dan orang demikianlah yang
dibutuhkan. Rusmazar menceritakan sebuah perusahaan di
Jerman yang kepala bagiannya dijabat seseorang dengan
titel doktor, tapi pimpinan perusahaannya hanya tamat
sekolah menengah karena memang ia memiliki kemampuan
lebih dalam bidangnya. Artinya, yang tahu dengan
potensi dirinya dan melakukan pengembangan akan lebih
memiliki kemampuan ketimbang seseorang yang
berpendidikan tinggi, tapi hanya ikut trend,
diiterpensi atau asal masuk perguruan tinggi karena
minim informasi. 

Sementara Rektor UNP, Prof Dr Z Mawardi Efendi
mengatakan, seseorang mesti memiliki cita-cita, namun
mesti dengan mengenal kemampuan. Semua perguruan
tinggi itu baik, dan bisa digunakan sebagai tempat
untuk memperoses diri untuk mencapai impian atau
cita-cita. Dunia ini sebesar yang kita inginkan. Jika
ingin yang besar maka akan didapat yang besar, namun
jika ingin yang kecil, maka akan dapat yang kecil. 

�Namun untuk menetapkan sebuah cita-cita atu impian
mesti disesuaikan dengan kemampuan, minat, bakat dan
juga kondisi keuangan. Dalam pandangan orang Minang,
�mungkin� secara internal dan �patuik� dari segi
eksternal,� jelasnya. 

Sementara Prof Azmi dari Pusat Pengkajian Islam
Minangkabau (PPIM), mengatakan yang terpenting dalam
hidup itu adalah belajar memahami konsep-konsep dasar
karena semua ilmu dibelakangnnya pada dasarnya adalah
sama. 

Dengan memahami konsep-konsep dasar maka seseorang
akan bisa memproses semua hal, termasuk hal baru.
Dengan demikian, apa yang diimpikan atau
dicita-citakan akan bisa dicapai. (haj) 



__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke