Innalillahi wainnailaihi rajiun...... Semoga Allah melapangkan jalan mereka, Amin
http://www.mediaindo.co.id/ Rabu 1 Desember 2004 Korban Kecelakaan Lion Air Bertambah Menjadi 31 Orang SOLO-MIOL: jumlah korban tewas akibat kecelakaan pesawat Lion Air MD-82 dengan nomor penerbangan JF 536 di areal makam depan landasan Bandara Adi Sumarmo Solo, Selasa malam, terus bertambah. Hingga Rabu dini hari pukul 00.45 WIB jumlah korban yang tewas menjadi 31 orang. Sementara untuk korban luka-luka 61 orang. Korban tewas dan luka-luka kini berada di sejumlah rumah sakit di Solo, antara lain RS Yarsis, RS TNI-AU, RS Dr Oen, RS Panti Waluyo, RS PKU Muhamadiyah dan RS Kasih Ibu. Korban tewas paling banyak berada di rumah sakit Yarsis Solo (14 orang), RS TNI-AU tiga orang, RS Panti Waluyo, RS Dr Oen dan rumah sakit lainnya. Selain mantan Presiden Abdulrachman Wahid (Gus Dur) yang menengok para korban di rumah sakit, Ketua PBNU KH Hasyim Muzadi juga menengok para korban. Hasyim datang ke rumah sakit Yarsis bersama Ketua panitia Muktamar NU Achmad Bagdja, yang kebetulan seorang anak menantunya (eliana) juga menjadi korban dan di rawat di rumah sakit itu. Gus Dur yang didampingi putrinya Yeni, tiba di rumah sakit Yarsis 22.30 WIB selain menjenguk para korban tewas dan luka, Gus Dur juga sempat menyalati jenasah Yusuf Muhamad atau lebih akrab dipanggil Gus Yus (bukan Gus Wis-red) yang juga Ketua Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi PKB yang ikut menjadi korban. Gus Dur juga menengok salah seorang korban luka Eliana yang juga anak menantu dari Achmad Bagdja ketua panitia Muktamar NU di Donohudan Boyolali. Diantara 146 penumpang pesawat Lion Air yang mengalami kecelakaan di landasan Bandara Adi Sumarmo itu, terdapat beberapa pengurus NU di berbagai daerah maupun keluarganya. Wakil Ketua Syariah PWNU Sumatera Barat Prof Dr Haidir Harun bersama istrinya Ny Romli juga menjadi korban. Prof Dr Hadiri Harus yang juga Rektor IAIN Imam Bonjol Padang itu mengalami luka-luka di wajah dan kaki. Sementara istrinya mengalmi luka serius dan dirawat di RS TNI-AU. Pengurus lainnya adalah Ketua PWNU Riau Badar Ali bersama istrinya. Keduanya mengalami luka dan dirawat di salah satu rumah sakit di Solo. Sementara itu lokasi kecelakaan pesawat hingga kini masih dijaga ketat oleh petugas Provost TNI-AU, Paskhas TNI-AU, Kopassus Kandang Menjangan Kartosuro dan kepolisian. Kapolda Jateng Irjen Drs Chaerul Rasyid SH bersama Komandan Lanud Adi Sumarman dan Kapolwil Surakarta KBP Abdul Madjid sampai Rabu dini hari masih berada di lokasi musibah. Mereka terjun langsung memberikan petunjuk evakuasi dan pengamanan lokasi. Police line berwarna kuning dipasang di sekeliling lokasi, mulai dari pagar tembok yang ditabrak pesawat sampai keliling kuburan. Sementara itu, Kondisi pesawat pada bagian moncong depan bawah nampak retak dan meninggalkan lubang besar memanjang ke belakang. Pada bagian pesawat tepatnya tulisan Lion patah melengkung. Sayap pesawat juga tampak patah. Hingga kini belum diketahui sebab-sebab terjadinya musibah itu. (Ant/O-1) ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

