Assalamu'alaikum wr.wb.

Katupek Lebaran 1425 nan alah agak dingin

CERPEN  : Ketupat Lebaran (1425)

Ba'da asar di mesjid Al Husna. Kami sedang duduk-duduk mengamati panitia
zakat, anak-anak muda  Remaja Mesjid yang sedang bersiap-siap
membagi-bagikan amplop zakat untuk para mustahiq yang sudah datang
berkerumun bahkan sejak waktu zuhur tadi.  Sementara kami duduk-duduk itu,
pak Hasbullah membuka pembicaraan.

'Syukurlah kita telah hampir menyelesaikan bulan Ramadhan ini dengan penuh
kedamaian. Betapa sedihnya membayangkan penderitaan umat Muslim di Falujah
pada saat-saat seperti ini,' ujar pak Hasbullah dengan nada sendu.

Kami berlima yang duduk melingkar tepekur mendengar ucapan beliau itu.
Ungkapan itu benar-benar menusuk. Betapa tidak. Pekan terakhir Ramadhan ini,
tentara penjajah Amerika menggempur Falujah di negeri Irak sana dengan
membabi buta, mengerahkan semua peralatan perang canggih penebar maut untuk
meluluh lantakkan bumi Falujah. Berita penyerangan itu ditulis di
koran-koran, disampaikan oleh televisi dan radio secara terang-terangan.
Dalam satu malam, negeri itu dihujani beribu-ribu ton bom, membuat kota
berpenduduk 300,000 itu bagai mengalami kiamat kecil. Lalu sesudah itu
datang dua puluh ribu serdadu dengan peralatan artileri lengkap menyerbu
masuk untuk menaklukkan negeri yang mestinya sudah tak berdaya itu.

Perang berkecamuk dahsyat. Entah berapa penduduk Falujah yang terkorban,
Allah Ta'ala saja yang tahu. Entah berapa bangunan yang hancur, mesjid yang
rusak karena banyak di antara mesjid-mesjid itu memang dijadikan tempat umat
berlindung. Penjajah Amerika mengakui dua belas serdadunya mati. Lebih dua
ratus orang yang luka-luka dan dievakuasi ke Jerman untuk perawatan.
Benarkah hanya sebegitu itu korban tentara penjajah itu? Entahlah. Entahlah,
apakah betul cuma sebanyak itu tentara penjenayah orang kafir itu yang
gugur.

'Ada yang menyentak pemikiran saya pak Hasbullah,'  pak Somad berkomentar
setelah beberapa saat hening.

'Apakah gerangan penyebab kemembabibutaan orang-orang Amerika itu?
Mengerahkan pesawat-pesawat pembom untuk membombardir negeri itu?
Mengerahkan 20,000 orang serdadu untuk menduduki kota yang kononnya
ditempati 3000 orang 'tentara pemberontak' itu? Sepertinya ada apa-apanya.
Sepertinya ada yang tidak beres yang dirasakan oleh tentara penjajah,'  Pak
Somad mengambil nafas dalam sebelum melanjutkan.

'Wallahu a'lam. Tapi saya seperti  melihat hal-hal yang tersirat dibelakang
semua itu. Yakni kefrustrasian pemimpin mereka yang sombong dan takabur itu.
Dia yang memulai peperangan dengan kezaliman dan caranya sendiri, dengan
kemauannya sendiri, dengan aturannya sendiri. Lihatlah betapa perang itu
tidak kunjung usai. Lihatlah betapa masyarakat Irak memberikan perlawanan
dengan gigih, karena tidak sudi negerinya dijajah. Lihatlah betapa tentara
penjajah itu  kerepotan oleh perlawanan itu. Sepertinya tentara penjajah itu
sudah terperosok ke dalam lobang yang lebih dalam. Sangat mungkin Allah
sedang mempermalukan mereka dengan lebih buruk lagi. Saya seperti melihat
Allah telah mengutus 'tentaraNya' ke Falujah. Lihatlah jumlah mereka yang
terkorban menurut pengakuan mereka sendiri. Sangat boleh jadi yang mereka
sembunyikan jauh lebih banyak lagi. Bagaimana mungkin tentara penjajah
dengan peralatan perang mereka  yang sangat canggih itu bisa mendapatkan
perlawanan dari tentara Falujah yang berjumlah sedikit itu, dengan peralatan
yang terbatas kalau bukan dengan pertolongan Allah?' pak  Somad menjelaskan.

'Betul, pak. Sangat boleh jadi demikian. Bukankah pernah kita dengar cerita
tentara 'malaikat' yang diturunkan Allah di tengah medan perang orang-orang
mukmin? Seperti di Afghanistan? Seperti di mesjid Al Fath di Ambon? Dan di
tempat-tempat lain? Saat ini kita belum mendengar apa saja yang benar-benar
terjadi di Falujah karena semua pusat berita terkumpul di satu fihak saja.
Tentara penjajah itu  mengaku telah menguasai kota Falujah. Namun ada yang
aneh. Tentu ada apa-apanya sehingga mereka sampai seganas itu. Sampai
menumpahkan segenap daya dan tenaganya seperti itu,' Haji Bidin ikut
menambahkan.

'Wallahu a'lam tentang tentara 'malaikat'. Tapi semangat jihad orang-orang
yang dizhalimi, orang-orang yang terpanggil nuraninya karena melihat
kezhaliman tentara-tentara Amerika agaknya lebih masuk akal untuk menjadi
penyebab keganasan dan kemembabibutaan tentara penjajah itu. Rakyat Falujah
punya motifasi untuk berjihad membela kemerdekaan mereka, membela harga diri
mereka, membela keimanan mereka. Mereka melihat peperangan itu sebagai lahan
tempat berjihad mencari syahid disisi Allah SWT,' pak Hasbullah menambahkan.

'Tapi masih tersisa kekhawatiran itu, pak. Cepat atau lambat, mereka akan
dikalahkan oleh penjajah Amerika yang berperalatan canggih serta didukung
oleh personel yang jumlahnya berlipat-lipat itu,' ujar  pak Haji Bidin pula,

'Wallahu a'lam. Hanya Allah saja yang tahu. Allah berkuasa melakukan
sekehendakNya. Kalau menurut ketentuan Allah tentara Amerika itu akan
dikalahkan dan dipermalukan di bumi Irak, tidak sulit bagi Allah,' jawab pak
Hasbullah.

'Apa yang dapat kita lakukan pak? Sebagai sesama orang beriman melihat
penderitaan masyarakat sipil di Falujah? Menyaksikan jatuhnya korban dari
kalangan wanita dan anak-anak  dalam keganasan perang itu?' tanya pak Somad.

'Doa,' jawab pak Hasbullah. 'Doa agar mereka dilindungi oleh Allah SWT. Doa
agar penderitaan mereka diakhiri oleh Allah SWT. Agar mereka diberi kekuatan
dan kesabaran oleh Allah SWT. Hanya itu yang dapat kita panjatkan dari
kejauhan sini. Mudah-mudahan Allah segera mengakhiri penderitaan rakyat di
Falujah. Di seantero Irak.  Di Palestina, bahkan dimana saja.
Ditempat-tempat lain dimana perang dengan nafsu angkaramurka berkecamuk,
menzhalimi orang-orang yang tidak berdosa.  Menzhalimi orang-orang sipil,
rakyat biasa yang tidak berdaya oleh keganasan peperangan. Dimanapun di bumi
Allah ini.  Kita doakan agar kiranya mereka dilindungi Allah. Rabbanaa,
waghfirlanaa, warhamnaa, anta maulana, fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin.
Fanshurnaa 'alal qaumizh zhaalimiin,' ujar pak Hasbullah.

Kami mengangguk-angguk mendengar jawaban pak Hasbullah. Anak-anak muda
anggota RISMA sudah selesai membagi-bagikan amplop zakat. Dengan syahdu
sebahagian mereka sudah mengawali takbir.


Allahu Akbar  Allahu Akbar Allahu Akbar, Laa ilaaha illa 'Llahu wAllahu
Akbar - Allahu Akbar waliLlahil  hamd. Allahu Akbar kabiiran, walhamdu
liLlahi katsiiran, wa subhanaLlahi bukratan wa ashiila, Laa ilaaha illa
'Llahu wAllahu Akbar - Allahu Akbar waliLlahil  hamd.





*****





____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke