Waalaikumsalam.Wr.Wb.

Hmmmm..da Bandaro Labiah.
Ada baiknya sebagai seorang istri ( juga sebaiknya
para istri yang lain ), menjawabnya, karena ini
menyangkut perasaan istri.

Satu sisi pantun itu ada benarnya, sementara sisi
lain, ngak jugalah.

Ini sesuai dengan hadist rasulullah SAW yang walaupun
hadist ini derajatnya dha'if, ada juga firman Allah
yang kira-kira senada , berbunyi bagaimana bersikap
dengan perempuan. : " Dan pergaulilah istri-istri kamu
dengan ma'ruf ".

Kenapa disana dikatakan " ma'ruf " bukan " Qawlan
syadiidaa " ( kata yang benar ), bukan pula " Qawlan
baliighaa " ( kata yang bentuk penyampaian ) , bukan
pula " Qawlan layyiinaa " ( lemah lembut ) ?

Ini semua ada hikmahnya :  Perkataan ma'ruf yang
disampaikan pada istri maksudnya adalah : " Bersikap
baiklah pada istri dengan amar ma'ruf , nahi mungkar "

Jadi istri itu jangan terlalu dikerasi, tapi tidak
baik pula terlalu di lemah lembuti sekali, maksudnya
segala permintaannya dikabulkan.

Seorang wanita kalau ia terlalu dimanjakan sekali,
kelak ia akan mengkek istilah Medannya, atau apalah
namanya " bergaya " begitulah. Suami sendiri kelak
yang akan susah menghadapinya, semua keinginan istri
harus dipeturutkan. Dan itu ngak baik. Tetapi
perlakukanlah istri itu dengan ma'ruf ( amal ma'ruf
nahi mungkar ), salah di peringatkan, diberi bimbingan
agama dan pelajaran yang baik, karena istrilah yang
akan mendidik anak-anak para suami itu.Itu yang
tercantum dalam Al Quran. 

Jadi ada benarnya pantun itu juga, tetapi tidak
seratus persen benar. Karena bagaimanapun si istri
sangat senang bila sang suami menampakkan kasih
sayangnya dan cintanya, apalagi kecupan tiap saat.
Bukan pagi dan malam saja.

 Kalau saya dimana ada suami apalagi kalau beliau lagi
di depan kom, pasti saya gangguin dengan kecupan, dan
disuguhi segelas teh hangat, dan makaanan ringan, saya
ungkapkan dan saya ingatkan agar ia selalu
mengungkapkan kata-kata " I love you, or Bahibbak, or
Uda sayang ima...dst.." ( sebagaimana istri juga harus
melakukan hal yang sama, jadi ngak sepihaklah, saling
donk ).

Demikian tanggapan saya.

Wassalam. Rahima


--- Bandaro Labiah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Assalamu'alaykum Wr.Wb.
> 
> "Ronald P Putra" sarato sidang RN.
> 
> ambo acok mandanga :
> Sayang ka anak, iyo dipatangih.
> Sayang ka kampuang tingga-tinggakan
> Sayang ka "bini" usah dipanampakkan.
> 
> ba a puo kiro-kiro satantangan nan bak nantun,
> apokoh lah salah tu 
> salamoko ?
> 
> Wassalamu'alaykum Wr.Wb.
> 
> 
> Bndaro Labiah
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Ronald P Putra" 
> <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Cup !
> > Sudahkah anda memberikan sebuah kecupan pada istri
> anda hari ini ?
> > Sesaat sebelum tidur atau sebelum berangkat kerja
> di pagi hari ?
> > Syukurlah kalau sudah, atau mungkin belum karena
> terlupa
> > 
> > Terkadang,
> > Kesibukan kita sehari-hari membuat kita terlupa
> > Akan seseorang yang 'luar biasa' di rumah
> > Jangan bilang bahwa istri anda adalah orang biasa
> saja
> > Jangan !
> =====
> > Jangan juga pernah katakan bahwa urusan kecup
> mengecup itu adalah
> > monopoli pasangan muda saja, jangan !
> > Karena raga mungkin tua, tapi hati selalu butuh
> sesuatu yang lembut
> > dan romantis untuk memikatnya.
> > Maka pikatlah istri anda dengan sebuah kecupan !
> ===== 
> 


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Helps protect you from nasty viruses. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke