Assalamualaikum.Wr.Wb.

hehehe..tambah seru nih..

Begini..ada cerita saya dan suami. 
Suami saya inikan orang Minang asli,
tulen.beneran...apalah namanya,.pokonya made ini
Minang Asli, ngak buatan 100% keturunan Minang,
termasuk adat istiadatnya sangat beliau fahami sekali.

Sementara saya Minang campuran. 

Nah..salah satunya yang ini nih...

Suami saya mungkin sudah terbawa sifat " pemalu " dari
sononya, dari didikan Minang ( kali yah ). Sementara
saya didikan Siantar yang bebas tetapi tahu batas dan
norma agamalah begitu. Sepanjang itu ngak salah
menurut koridor agam, kenapa emangnya..? Itu sikap
saya, beda dengan suami ada batas , atau norma adat
istiadat Minang.


Perbedaan kami seperti langit dan bumi, itu makanya
ketemu kali. Listrik ketemu akibat ada aliran positif
dan negatifnya. Dan itu yang terjadi pada saya dan
suami. 


Saya orangnya cukup tegas, keras, suara saya keras,
cocok jadi penceramah , guru, dosen, dan MC, makanya
sering kepilih jadi MC kalau acara-acara, dan bergaul
dengan siapa saja, ngak pandang bulu. Seniman,
pejabat, orang emperan ditengah jalan, anak-anak kaya,
 miskin dan sebagainya, pokeke, ditemani aja semuanya.
Boleh dikatakan orang masyarakat. Tulisan suka yang
nadanya santai dan romantisme. Sentimentil,
melankonis, dan sebagainya.


Sementara suami saya ini orangnya pas untuk
protokoler, semua serba diatur, semua serba pakai
aturan dan tata cara, adat istiadat. Ngomong ngak
sembarangan, tahu diampek lah istilahnya, tahu jalan
mendaki, melereng,datar atau apa kek namanya. 

Orangnya sangat lembut, berkata sangat halus,
pelan-pelan, saking pelannya sering ngak kedengaran,
dan buat orang jantungan, terutama kalau menelpon saya
 : " Ima sayang... ( langsung diam..) buat saya kaget
ada terjadi apa,..tabrakan atau anak2 sakit, jatuh dan
sebagainya, pokoke suaranya pelannya  luar biasa,
kalau ingin sesuatu itu, pakai taktik persis gaya
Minang, bila menuju suatu tujuan, berbelok dulu
jalannya, baru ketujuan, bukan kayak saya, kalau mau
itu, to the point aja langsung.
bagi saya A tetap A, bagi belia lain lagi A bisa
berbelok dulu ke B baru kembali ke A. 

Kalau beliau nulis surat resmi dan formal sangat
lihai, cepat secepat halilintar kali ( hehehe,.bukan
kayak saya, puyeng tujuh keliling mikirin konsepnya,
makanya surat menyurat resmi itu urusan beliau, tapi
surat menyurat santai dan romantis itu urusan saya  ).
Sangat beda sekali watak kami berdua.

 Yang menyatukan kami hanyalah : " Sama-sama kuat
agama, maaf ,..memang sama-sama suka menolong orang
dan sungguh kami sama-sama penyayang, pengertian,
saling menghormati orang lain, suka berteman, dan
terbuka, yah..boleh dikatakan ngak ada maksud atau
niat jelek pada siapapun. Suka berhati baik saja pada
siapapun tanpa pandang bulu. Disitu aja pertemuan
sifat dan watak kami. Selainnya banyak bedanya.

Salah satu contoh..

Saya didepan umum, kalau dengan suami, biasa aja,
kelihatan mesra begitu, berani saya peluk suami
didepan umum. Beliau...?? Wow...malunya minta ampun.

Pernah saya bilang begini : " Uda...bukankah ima ini
istri uda..? " Jawabnya : " Iyah,.emang kenapa..? "

" Koq uda ngak pernah mau sih pegang ima, atau peluk
ima didepan publik..? " 

Beliau jawab : " Ima,..kemesraan itu ngak perlu
ditampakkan pada orang lain, bisa jadi ada yang
cemburu pada kita akhirnya berusaha merusak hubungan
RT kita, kemesraan itu cukup didalam kamar
aja,.toh..uda jauh lebih mesra kalau dikamar kan..? .
Dan meskipun kita sudah halal, sudah suami istri, tapi
di Minang itu ada yang namanya tata cara pergaulan ,
ada rasa malu melakukan pegangan tangan atau lebih
dari itu didepan umum, di Minang itu rasa malu itu
sangat tinggi, walaupun sudah suami istri ".

Yah..saya berusaha mengerti, bahkan sering nakal
padanya. Pernah bilang begini " Uda..uda sayang ima
kan..coba deh buktikan peluk atau cium ima sekarang di
jalanan ini..kan ngak ada orang disini sekarang (
dijalan sepi kala itu maksudnya, kala itu kami jalan
berdua ).

Apa jawab beliau : " Iyah,.kita ngak lihat orang,.mana
tahu ada orang dalam mobil, atau ada mobil yang
lewat,.bisa-bisa kita dinilai bukan suami istri malah
".

Okay..saya terima sikap beliau, kalau memang itu
maunya.

Eh...ngak tahunya seinring perjalanan waktu.
Suatu kali, kita tabrakan mobil. Tanpa disadari
beliau, beliau memeluk dan menciumi saya erat-erat
didepan sekian banyak orang Mesir, dan orang asing.
Minta maaf," maafkan uda ima,.uda sudah salah. mobil
kita jadi ketabrak begini ".

Saya kaget setengah mati : " saya jawab aja,.ngak papa
koq uda,.yang pentingkan uda selamat,.kalau uda luka
atau terjadi apa-apa dengan uda, kan yang susah ima
juga, pada siapa lagi ima bergantung didunia
ini,.sudah bersyukur pada Allah uda selamat,..mobil
rusak bisa diperbaiki, duit hilang bisa dicari lagi,
tapi kalau uda hilang kemana harus ima cari..ngak akan
ima temui suami sebaik uda ini..? "

 Begitulah jawab saya untuk menenangkan hati beliau,
sambil terheran-heran seberani ini beliau peluk dan
cium saya didepan umum sangat lama sekali,
sampai-sampai ada orang yang malu-malu kucing lihat
kami berdua kala itu.

Akhirnya lama kelamaan berjalan pernikahan itu cukup
lama,.beliau sudah ngak sungkan-sungkan lagi mencium
dan memeluk saya didepan umum, didepan mahasiswa,
bapak-bapak diplomat , berjalan memegang bahu
saya.Bahkan jadi terbalik, saya yang sedikit malu,
tapi senang juga sih, saya dipeluk didepan publik
begitu. Beliau yang jadi heran. 

Dan semua ini ( pegangan dan sebagainya itu ), didepan
umum, sedangkan sudah halal saja, sudah sekian tahun
beliau baru berani lakukannya, apalagi sewaktu
pacaran..? Ngak pernah sama sekali. Jadi murni saya
ngak diapa-apakan oleh beliau, ngak pernah makan di
restoran berdua, ngak pernah dipegang tangan, apalagi
lebih dari itu. Benar-benar pacaran sesuai dengan
ajaran islam. Cukup saling mengenal watak dan pribadi
masing-masing, ngak perlulah sampai mengubar nafsu
begitu, yang melakukan hal-hal sampai yang jauh.

Sewaktu saya tanya setelah menikah : " Kenapa sewaktu
pacaran, beliau ini ngak mau pegang tangan saya " ,
beliau jawab : " Ima bukan wanita yang halal bagi uda,
untuk uda lakukan semacam itu, karena ima bukan istri
uda,.haram pegang tangan wanita yang tak halal bagi
uda, apalagi sampai jauh, lagian,.. uda sangat takut
kehilangan ima, kalau itu uda lakukan, nantik ima
pasti sangat marah, karena ima orangnya sangat keras
sekali, ngak bisa disakiti hatinya ".

Saya coba memancing lagi : " Kalau ternyata kebetulan
aja saat itu, ima nakal, dan suka godain uda, suka
memancing uda agar mau pegang tangan ima,dengan
berbagai macam caralah,.bagaimana sikap uda..? ".

Beliau jawab lagi : " Tapi ima tak lakukan itu
kan,..ima suka diam dan curi pandang uda aja,.kalaupun
itu ima lakukan, tetap uda ngak mau lakukan walau
pegang tangan itu sampai ima benar-benar jadi istri
uda, biarlah nahan nafsu itu kan cuman sebentar koq (
4 thn ngak akan lama ), sampai baru halal beneran,
kalau sesuatu yang halal itu koq rasanya enak,.ngak
was-was, plong begitulah, ngak banyak dosa ,.hati itu
tenang.." .

Berat yah..bagi yang pacaran hal semacam ini, sangat
berat. Sayapun sebenarnya merasa cukup berat menahan
semua nafsu kala itu. Tapi itulah dia kenyataan masa
pacaran ( istilah zaman sekarang, kalau istilah suami
saya lain lagi, masa perkenalan )selama 4 thn itu,.

Semua bisa ditahan, kalau benar-benar niat baik untuk
menjadikan ia pasangan hidup kita, biarlah tahan buat
berapa tahun kedepan, sampai dihalalkan oleh Allah
kelak,.Saya bisa mengerti betapa inginnya kita
dipegang oleh pacar kita, karena itu perasaan pasti
datang sendirinya, karen asyetan selalu saja menggoda
untuk itu , tapi semua bisa ditahan koq, dan saya bisa
menahannya dulu itu. 

Dan didikan semua ini baik buat anak-anak kita
kedepan, bisa jadi anak kita bertanya pada kita mama
baba dulu bagaimana pacarannya ? Kita bisa jawab semua
itu dengan kejujuran tanpa ada kebohongan didalamnya,
karena itulah realita kita sebagai ortunya. 

Wassalam. Rahima.

--- Ronald P Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Waalaikum salaam Wr Wb
> 
> Mak, Kalau iyo ado yang indak namuah bapacik an jo
> bini/lakinyo
> di muko umum, itu marugi namonyo tuh mak  :-))  Ba a
> kok baitu, dek
> karano urang yang indak halal seh namuah bapacik an
> di muko
> umum, masak yang  alah halal koh malah indak namuah
> dan manjago jarak..?
> Marugi namonyo tuh...  :-))
> 
> 
> wassalaam,
> Ronald
> 
> 
> 
> 
>                                                     
>                                                     
>                                      
>                       [EMAIL PROTECTED]            
>                                                     
>                                      
>                       Sent by:                      
>   To:       [EMAIL PROTECTED]            
>                                      
>                       [EMAIL PROTECTED]     
>   cc:                                               
>                                      
>                       ntaunet.org                   
>   Subject:  Re: [EMAIL PROTECTED] Cup ! ( pergaulan suami
> - sitri yang kelihatan   sepele ,    
>                                                     
>    tapi perlu )                                     
>                                      
>                                                     
>                                                     
>                                      
>                       12/08/2004 01:42 PM           
>                                                     
>                                      
>                       Please respond to palanta     
>                                                     
>                                      
>                                                     
>                                                     
>                                      
>                                                     
>                                                     
>                                      
> 
> 
> 
> 
> 
> Assalamu'alaykum Wr.Wb.
> 
> Rangkayo Raima Rahim sarato Sidang Rn
> 
> satantangan sayang ka "bini" indak bapanampakkan ko,
> iyo baitu nan
> ajaran nan tuo-tuo.
> Sio nan indak ka sayang jo "bini"no ? ambo raso sado
> nan jadi apak-
> apak, tantu lai sayang ka "bini"no, antah kok indak



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Read only the mail you want - Yahoo! Mail SpamGuard. 
http://promotions.yahoo.com/new_mail 

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke