To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 17, 2004 11:16 AM
Subject: [pakguruonline] WACANA SEPUTAR PENDIDIKAN (1)


Assalamualaikum, ww
Dunsanak inilah Dasar Pemikiran Depdiknas untuk pengembangan Pendidikan di
Indonesia.

> WACANA SEPUTAR PENDIDIKAN
> Oleh : Dr. Zamroni
> (Kepala Pusat Informatika Balitbang Depdiknas)
>
> 1.1.  Perbandingan sistem pendidikan tradisional dengan modern (Kajian
> Sistem Pendidikan di Negara Jepang dan Amerika)
>
> Jepang membuat kejutan baru. Kali ini berkaitan dengan sistem dan prestasi
> di bidang pendidikan. Banyak pengamat pendidikan dan pembangunan di
Amerika
> Serikat melihat bagaimana sistem pendidikan di Jepang telah berhasil
> mencetak tenaga kerja dengan semangat, motivasi dan watak yang "pas" bagi
> pembangunan. Sebagai suatu masyarakat yang sepenuhnya mengakui peran
> pendidikan dalam pembangunan, para ahli di A.S. mulai menengok sistem
> pendidikan di Jepang, sekaligus mengevaluasi sistem pendidikan di,A.S.
> sendiri. Maka dibentukiah team Jepang dan A.S. yang bertugas untuk
> mengevaluasi  pertemuan antara Reagan dan Nakasone pada tahun 1983. Pada
> tanggal 4 Januari tahun 1987, secara serentak di kedua lbu Kota negara
> diumurnkan hasil kerja team tersebut.
>
> Team Amerika Serikat mengumurnkan 128 halaman laporan yang oleh seorang
> pejabat di kantor  pendidikan di Washington disebut sebagai suatu potret
> sistem pendidikan yang canggih. Dalam  laporan tersebut, sebagaimana
dikutip
> oleh Newsweek, 12 Januari 1987, dikernukakan bahwa murid-murid di Jepang
> diperkirakan mempunyai IQ yang tinggi, buta huruf sudah tidak dikenal
lagi.
> Di samping itu berdasarkan tes yang telah distandardisir secara
> internasional ternyata murid-murid SMA di Jepang memiliki skore di bidang
> matematik dan sain lebih tinggi dari pada murid-murid SMA di A.S. Tambahan
> lagi, penelitian ini mempertebal keyakinan para pengamat bahwa pendidikan
di
> Jepang telah memain.kan peran yang penting dan sangat menentukan dalam
> pembangunan ekonomi negara pada dua puluh lima tahun terakhir ini.
>
> A. Antara Menghafal Dan Berfikir
>
> Dimana letak kehebatan sistem pendidikan di Jepang ? Para ahli dan
pengamat
> pendidikan boleh kecewa. Ternyata sistem pendidikan Jepang, kalau dilihat
> dengan kacamata teori pendidikan barat, bisa dikategorikan sebagai suatu
> sistem pendidikan tradisional. Pemerintah pusat memegang kontrol
pendidikan,
> termasuk menentukan kurikulum yang berlaku secara nasional baik bagi
sekolah
> negeri ataupun sekolah swasta. Pengajaran menekankan hafalan dan daya
ingat
> untuk menguasai materi pelajaran yang diberikan. Materi pelajaran
diarahkan
> agar murid bisa lulus ujian akhir atau test masuk ke sekolah lebih tinggi,
> tidak mengembangkan daya kritis dan kemandirian murid. Semua murid
> diperlakukan sama, tidak ada treatment khusus untuk murid yang tertinggal.
>
> Sekolah menekankan pada diri murid sikap hormat dan patuh kepada guru dan
> sekolah. Dengan singkat sistem pendidikan Jepang dapat dikatakan suatu
> sistem pendidikan yang "kaku, seragam dan tiada pilihan bagi anak didik".
Di
> fihak lain, sebanyak 78 halaman laporan team Jepang antara lain menyatakan
> pujiannya atas fleksibilitas sistem pendidikan Amerika Serikat. Di samping
> itu, juga disebut dan bahwa meski anak didik di Jepang memiliki prestasi
> lebih tinggi dari pada prestasi anak Amerika, narnun hal itu dicapai
dengan
> pengorbanan yang tidak ringan. Antara lain murid-murid di Jepang tidak
bisa
> "menikmati" enaknya sekolah.
>
> Sebab dari waktu ke waktu anak didik di Jepang dikejar-kejar oleh
pekerjaan
> rumah, ulangan dan ujian. Hasilnya murid-murid Amerika lebih independent
dan
> innovative dalam berfikir, dan juga sudah barang tentu lebih bahagia
> dibandingkan dengan anak-anak didik di Jepang. Narnun demikian, kuranglah
> tepat kalau secara tegas ditarik kesimpulan bahwa sistem pendidikan yang
> menekankan disiplin dan hafalan serta daya ingat sebagaimana yang
diterapkan
> di Jepang lebih hebat dari pada sistem pendidikan yang menekankan
kebebasan,
> kemandirian dan kreatifitas individual sebagaimana yang diterapkan di
> Amerika Serikat.
>
> Dibalik sistem pendidikan di Jepang yang kaku dan seragam tersebut
> sebenarnya ada beberapa hal yang patut dicatat. Pertama, dengan menegakkan
> disiplin patuh terhadap guru dan sekolah menyebabkan anak didik di Jepang
> secara riil  menggunakan waktu sekolah  lebih  besar dari  pada anak-anak
> sekolah di Amerika Serikat. Kedua, sistem pendidikan di Jepang telah
> berhasil melibatkan orang tua anak didik dalam pendidikan anak-anaknya.
lbu,
> khususnya senantiasa memperhatikan, memberikan pengawasan dan bantuan
> belajar kepada anak-anaknya. Tambahan lagi, lbu-ibu ini terus secara
> berkesinambungan membuat kontak dengan para guru. Ketiga, di luar sekolah
> berkembang kursus-kursus yang membantu anak didik untuk mempersiapkan
ujian
> atau mendalami mata pelajaran yang dirasa kurang. Keempat, status guru
> dihargai dan gaji guru relatif tinggi. Hal ini mengakibatkan pekerjaan
guru
> mempunyai daya tarik.
>
> Di fihak lain, pendidikan di Amerika tidaklah sebagaimana digambarkan
orang,
> dimana anak didik mempunyai kesempatan yang luas untuk mengembangkan
> kreatifitasnya. Penelitian nasional yang dilakukan oleh Goodlad yang
> kemudian diterbitkan menjadi buku yang berjudul "A Place called school"
> ternyata menunjukkan sesuatu yang lain. Antara lain disebutkan ternyata
> hanya sekitar 5 % dari waktu jam pelajaran yang digunakan untuk
berdiskusi.
> Sebagian besar waktu, sekitar 25 % untuk mendengarkan keterangan guru,
> seki+ar 17 % waktu untuk mencatat dan sisa waktu yang lain untuk praktek,
> mempersiapkan pekerjaan dan test. Jadi dengan kata lain, sistem pendidikan
> di Amerika tidak sepenuhnya berjalan sebagaimana dicita-citakan para ahli.
>
> B. Kiblat Pendidikan
>
> Membaca laporan kedua team di atas, setidak-tidaknya memberikan nuansa
baru.
> Yakni bahwa sistem pendidikan untuk suatu bangsa harus sesuai dengan
> falsafah dan budayanya sendiri. Mengambil alih suatu sistem atau gagasan
> dibidang pendidikan dari bangsa lain harus dikaji penerapannya dengan
latar
> belakang budaya yang ada. Sebagai contoh, sekarang ini dunia pendidikan
> Indonesia sedang dilanda semangat untuk mengetrapkan sistem pengajaran
yang
> menekankan "proses", dengan metode pengajaran yang disebut "Inquiry
Teaching
> Method". Metode ini sangat ampuh untuk meningkatkan critical thinking anak
> didik. Tapi dalam praktek metode ini sulit untuk bisa diterapkan di kelas
> kelas di Indonesia. Mengapa ? Sebab metode ini menuntut adanya suasana
yang
> bebas di kelas dan anak didik memiliki semangat untuk mencari kebenaran
dan
> keberanian untuk mengutarakan gagasannya. Dan hal ini yang belum dimiliki
> oleh kelas-kelas dinegara kita. Oleh karena itu gagasan menerapkan metode
> inquiry perlu didahului mengembangkan kondisi-kondisi yang diperlukan.
> Misalnya dengan mulai menerapkan di tingkat sekolah dasar kelas satu.
Atau,
> malahan sebaliknya, lebih baik memantapkan pelaksanaan pengajaran dengan
> metode yang sudah dikenal tetapi sebenarnya belum dilaksanakan sebagaimana
> mestinya. Sebagaimana yang pernah penulis ternui pada suatu perternuan
> dengan guru-guru sekolah menengah yang menyatakan "Apakah tidak sebaiknya
> kita mencoba untuk mengembangkan bagaimana cara mengajarkan dengan metode
> ceramah yang efektif, dari pada menggunakan metode baru yang masih sangat
> asing ?" Nampaknya, kiblat pendidikan tidak hanya Amerika Serikat, kita
> perlu berkiblat juga ke Jepang dalam rangka menyusun dan mengembangkan
> sistem pendidikan yang cocok dengan falsafah dan budaya Indonesia.
>
> (bersambung)

Pembahasan pendidikan secara matang dan ilmiah supaya dapat diprogram dan
diaplikasikan silahkan dunsanak bergabung di :
http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/ dan
mendaftarkan diri dengan mengklik : [EMAIL PROTECTED]
atau http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/join?referer=1
Wassalam,
Z. Rky. Mulie



____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke