Provinsi yang saat ini dinamakan Sumatera Barat dimasa mendatang bernama Propinsi Ranah Minang dengan ibukota pemerintahan Padang dan kota pusat perdagangan Bukittinggi,terdiri dari 6 kabupaten dan 2 kotamadya,yaitu Kab.Agam dengan ibukota pemerintahan Lubukbasuang termasuk di dalamnya Bukittinggi,Kab.Tanah Datar dengan ibukota Batu Sangkar,Kab.Solok dengan ibukota Solok,Kab.Limo Puluah Koto dengan ibukota Payakumbuah,Kab.Pesisir Selatan dengan ibukota Painan,Kab.Sawah Lunto dengan ibukota Sijunjuang,serta Kotamadya Padang dan Padang Pariaman.
Popinsi Ranah Minang mempunyai 2 Bandar Udara dan 1 Pelabuhan Laut,yaitu Bandara Internasional Minangkabau,Ketaping dan Bandara Gaduik,Bukittinggi,serta Pelabuhan Teluk Bayur. Propinsi Ranah Minang dikenal dengan propinsi yang kaya dengan produksi sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas global dengan tetap menjalankan budaya lokal (Think Globally,Act Locally),dengan pusat-pusat pendidikan seperti Pusat Pendidikan INS Kayu Tanam,Sekolah Tawalib Padang Panjang,Universitas Islam Negeri Imam Bonjol yang bekerja sama dengan Universitas Al Azhar,Kairo,serta beberapa perguruan tinggi dan sekolah-sekolah menengah yang sudah bekerja sama dengan pusat-pusat pendidikan lainnya di luar Sumatera maupun manca negara menjadikan Ranah Minang sebagai daerah tujuan bagi masyarakat Indonesia untuk menimba ilmu pengetahuan sehingga dari Ranah Minang bermunculan putera-puteri terbaik Indonesia yang berperan aktif dalam kancah pertumbuhan ekonomi,teknologi dan budaya dunia.Ranah Minang menjadi pusat kajian teknologi Islam dunia,pusat kajian Ekonomi Syariah,juga menjadikan Ranah Minang dengan Bukittingginya menjadi pusat neo-transit perdagangan internasional. Dengan panoramanya yang indah,seperti Ngarai Sianok,Danau Di Atas dan Di Bawah,Ngalau,Rimbo Panti,Pantai Bungus,Sikuai dan yang lain-lainnya,serta kesenian anak nagari yang beraneka ragam,seperti Randai,Maratok,Saluang dan lain-lain,Ranah Minang menjadi salah satu tempat tujuan wisata bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Sebagai Nagari yang berlandaskan Adaik basandi Syarak,Syarak basandi Kitabullah masyarakat Minang baik yang di Ranah Minang maupun yang di rantau saling bahu membahu memajukan masyarakat dan kampung halamannyo sehingga penerapan anak dipangku kamankan dibimbiang diberlakukan dengan proporsional dan berkeadilan,sehingga sangat sedikit terjadi penyelewengan-penyelewengan jabatan,kekuasaan dan anggaran serta aset pemerintah yang nota bene hak masyarakat ulayat Ranah Minang. Demikianlah sepenggal kisah Ranah Minang yang didambakan oleh Rang Minang. HRM.Jambak ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

