Assalamualaikum, ww.
Dihimbau pada dunsanak nan lai kapaduli kapandidikan di daerah awak,
silahkan bagabuang di Mailing List "pakguruonline" dengan mengirim
format (mailto) ke :
mailto:[EMAIL PROTECTED]

atau kunjungi situs "yahoo groups" :
http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/

Di millist ko (pakguruonline) kito bahas masukkan sanak sacaro ilmiah,
aplikatif, dan implementatif (bukan hanya sekadar
perbandingan atau wacana saja) agar (insyaAllah) dapat
kito parrtimbangkan didalam memprogram pendidikan
nagari awak ke depan.

Wassalam,
Z. Rky. Mulie.

----- Original Message -----
From: "Zulfikri" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, December 17, 2004 7:25 PM
Subject: [pakguruonline] WACANA SEPUTAR PENDIDIKAN (2)
>
> WACANA SEPUTAR PENDIDIKAN (2)
> Oleh : Dr. Zamroni
> (Kepala Pusat Informatika Balitbang Depdiknas
> MA, Ph.D. Florida State University, AS)
>
>  1.1. Konsep Pendidikan Desentralisasi, dan De-Berlinisasi
>
> Persoalan yang kini dihadapi oleh banyak negara, termasuk Indonesia,
adalah
> bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan. Kualitas pendidikan umumnya
> dikaitkan dengan tinggi rendahnya prestasi yang ditunjukkan dengan
kemampuan
> siswa mencapai skore dalam tes dan kemampuan lulusan mendapatkan dan
> melaksanakan pekerjaan. Kualitas pendidikan ini dianggap penting karena
> sangat menentukan gerak laju pembangunan di negara manapun juga. Oleh
> karenanya, hampir semua negara di dunia menghadapi tantangan untuk
> melaksanakan pembaharuan pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan
> kualitas pendidikan.
>
> A. Desentralisasi
>
> Untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Amerika Serikat, Friedman ekonom
> yang pernah menjabat sebagai penasehat ekonomi Reagan menyarankan agar
> sekolah-sekolah negeri dihapuskan sebab sumber dari rendahnya mutu
> pendidikan pada dasarnya adalah sekolah negeri itu sendiri yang
> keberadaannya sangat tergantung kepada anggota Pemerintah sehingga
motivasi
> untuk mencapai prestasi pendidikan pada sekolah-sekolah negeri tersebut
> rendahnya. Sebagai ganti sistem sekolah negeri, pemerintah mengembangkan
> sistem "voucher", yakni pemerintah memberikan bantuan pendidikan kepada
> masyarakat dengan memberikan voucher, dimana pemegang voucher dapat
memilih
> sekolah yang diinginkan. Sekolah pada gilirannya akan menukar voucher
dengan
> uang kepada pemerintah. Dengan system voucher ini akan terjadi kompetisi
di
> antara sekolah-sekolah. Sekolah yang bermutu tinggi akan banyak
mendapatkan
> uang. Dan sebaliknya sekolah yang bermutu rendah akan miskin muridnya,
> miskin voucher yang berarti miskin uang. Lebih lanjut, karena sebagian
besar
> keuangan sekolah bersumber dari voucher ini, maka sekolah yang tidak laku
> akan gulung tikar secara alamiah. Sekolah yang bisa terus hidup adalah
> sekolah yang bermutu tinggi. Sudah barang tentu sebagai ekonom yang
terkenal
> berpandangan liberal, ide Friedman tentang voucher ini bersumberkan dari
ide
> "free fight competition". Dari ide voucher ini nampak jelas bahwa sekolah
> harus diorganisir dengan desentralisasi, malahan sangat ekstrim,
> masing-masing sekolah mempunyai kemandirian dalam melaksanakan pendidikan.
>
> Ide yang berkembang di Sovyet pada hakekatnya tidak jauh dengan ide
Friedman
> di atas. Untuk meningkatkan pembangunan masyarakat sosialis di Uni Sovyet
> sistem pendidikan negara yang bersangkutan diusulkan untuk diperbaharui.
> Yegor Ligachev, orang nomor dua di Sovyet setelah Mikhail Gorbachev,
menilai
> bahwa mutu pendidikan di negara "beruang merah" tersebut tidak lagi
> sepenuhnya sejalan dengan perkembangan yang ada. Artinya, sistem
pendidikan
> yang ada tidak bisa lagi berperan secara maksimal sebagaimana yang
> diharapkan. Oleh karenanya, Ligachev mengusulkan terdapat usaha yang terus
> menerus untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
>
> Tetapi, boleh juga dipertanyakan, betulkah adanya desentralisasi akan
> meningkatkan kualitas pendidikan di negara kita? Tidaklah mudah menjawab
> pertanyaan tersebut. Hal ini
> dikarenakan, pertama kebijaksanaan desentralisasi memerlukan
> pelaksana-pelaksana yang bertanggungjawab, inovatif, kreatif, dan berjiwa
> mandiri. Karena pengalaman dibawah sistem pendidikan sentratisasi yang
cukup
> lama dan berlebihan, maka pelaksanaan pendidikan dengan sifat-sifat di
atas
> tidak banyak. pelaksanaan pendidikan kita sudah terbiasa dengan instruksi,
> juklak dan dan juknis. Sehingga adanya kebijaksanaan desentralisasi
> setidak-tidaknya untuk waktu tertentu akan menimbulkan kemandegan dalam
> dunia pendidikan. Kedua, desentratisasi mungkin bisa untuk meningkatkan
> kualitas pendidikan dalam arti meningkatkan penguasaan anak atas mata
> pelajaran yang diberikan sebagaimana ditunjukkan oleh skore tes, tetapi
> desentralisasi belum merupakan jaminan bisa ditingkatkan eksternal
> effisiensi, dalam arti lulusan sekolah bisa mendapatkan dan melakukan
> pekerjaan sebagaimana seharusnya.
>
> B. De-berlinisasi
>
> Apabila disebut Berlin, maka gambaran yang ada pada benak kita adalah
> hadirnya suatu tembok yang kokoh dan kuat yang berada di Jerman. Tembok
> tersebut betul-betul memisahkan Berlin bagian barat dan Berlin bagian
timur
> secara total. Tembok yang kokoh kuat sebagaimana tembok Berlin tersebut
> muncul dan memisahkan "dunia pendidikan''.di satu fihak dan "dunia kerja"
di
> fihak lain. Adanya tembok pemisah tersebut menjadikan adanya kesenjangan
> antara kedua dunia tersebut. Akibatnya, hubungan antara dunia pendidikan
dan
> dunia kerja tidak harmonis. Kemajuan yang terjadi di dunia kerja tidak
bisa
> cepat disadap oleh dunia pendidikan. Akibatnya, apa yang dihasilkan dunia
> pendidikan tidak cocok dengan kebutuhan dunia kerja. Dan, adanya
> pengangguran bersamaan kekurangan tenaga kerja di dunia kerja tidak bisa
> dielakkan lagi.
>
> Penghilangan tembok pemisah antara dunia kerja dan dunia pendidikan atau
> deberlinisasi ini sangat diperlukan untuk melengkapi desentralisasi. Sebab
> desentralisasi hanya akan meningkatkan kualitas pendidikan dalam arti
> meningkatkan penguasaan pelajaran, tetapi bukan meningkatkan kemampuan
> bekerja. De-berlinisasi berarti memberikan kesempatan orang-orang dari
dunia
> pendidikan untuk mendapatkan sesuatu yang riil dari dunia kerja,
sebaliknya
> orang-orang dari dunia kerja bisa mendapatkan informasi- informasi dari
> dunia pendidikan yang dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas
dunia
> kerja. Pelaksanaan deberlinisasi dalam ujud konkret dapat dilakukan dengan
> memberikan kesempatan yang luas dan mudah orang-orang dari dunia
pendidikan
> untuk praktek kerja, observasi dan magang di dunia kerja. Demikian pula,
> tenaga-tenaga ahli dari dunia kerja diajak untuk mengembangkan kurikulum,
> pendidikan, bahkan sudah masanya mereka ini diundang masuk ke dunia
> pendidikan. Hal ini dapat dilakukan di mana dunia kerja menyumbangkan
tenaga
> ahli yang berpengalaman untuk pada waktu tertentu menjadi staf pengajar
luar
> biasa di lembaga pendidikan. Kehadiran tenaga dari dunia kerja ini tidak
> hanya akan menjadikan apa yang disampaikan sangat menarik sehingga
meningkat
> aspek kognitif mahasiswa atau siswa, tetapi yang lebih penting lagi,
> kehadirannya akan membawa semangat dan mentalitas dunia kerja ke dalam
dunia
> pendidikan.
>
> Nampaknya usaha peningkatan kualitas pendidikan sangat besar perannya bagi
> peningkatan pembangunan bangsa. Dan peningkatan kualitas tidak cukup hanya
> dengan kebijaksanaan desentralisasi di bidang pendidikan, tetapi harus
juga
> diiringi dengan penjebolan tembok pemisah antara dunia pendidikan dan
dunia
> kerja.
> (bersambung)
>
> --------------------------------------------------------------------~->
>
> Mailing list ini bertujuan sebagai media informasi, komunikasi, diskusi,
dan media masukan atau sumbang saran antara guru sebagai pelaksana lapangan
dan pejabat sebagai pengambil keputusan serta masyarakat sebagai pengawas
dan pemakai lulusan (output) institusi pendidikan (sekolah) baik yang berada
dalam negeri maupun yang berada di luar negeri dalam rangka kepedulian kita
terhadap kemajuan pendidikan anak bangsa Indonesia umumnya, khususnya di
Propinsi Sumatera Barat yang kita cintai ini.
>
> Kirimkan pendapat dan saran anda berupa :
> 1. Makalah atau tulisan singkat seputar pendidikan.
> 2. Jurnal pendidikan.
> 3. Berita dan issue strategis pendidikan.
>
> Alamat moderator/owner :
> Subdin Program Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat
> Jl. Jend. Sudirman No. 52 Padang - Sumatera Barat
> Indonesia
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/

















____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke