Batua komentar Sutan Ronald tun duh.

BBM untuak kito inok2an basumber dari barang nan sangaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaik
lamo terbaharunyo, bisa dikatokan malah ndak terbarharui. Jadi sungguah kito
sangaik mubazir kalau mamanfaatkan BBM tu indak tapek.

Ambo taruih tarang sangaik satuju harago BBM tu dinaikkan, dengan alasan nan
samo-samo lah dikamukokan dek sanak Ronald dibaruah.

Apo bilo harago BBM dinaiakkan (kalau dapek 100% dari harago kini), nan
paralu di atur dek pamarentah sabaiak-baiaknyo adolah subsidi ka rakyaik nan
langsuang manarimo akibaiknyo. Jo caro sabagai barikuik:

1. Menaikkan rata2 50% untuk gaji pagawai, upah pekerja, atau upah buruh
(dengan menetapkan KHM=Kebutuhan Hidup Minimum untuk K02, bukan UMR lagi)
nan bisa maakomodir kenaikan biaya hiduik tadi.
2. Mambuek program bantuan/tunjangan miskin kapado rakyaik nan miskin (ambo
danga tadi pagi ado sakitar 20 juta orang atau 4 juta KK). Misalnyo
tunjangan miskin diberikan Rp. 500,000.00 per KK nan bisa di ambiak di BRI.

Salam,

dn


----- Original Message -----
From: "harman" <[EMAIL PROTECTED]>
To: "Palanta RantauNet" <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: "Surau" <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, December 20, 2004 9:13 AM
Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] RE: [surau] Kenaikan BBM


>
> Kalau dilihat/dibanding secara porsi spt jelas meman si kaya
> yang banyak memakai daripada si miskin. Tapi seperti yang
> saya sebutkan bagi si kaya pencabutkan subsidi ini hanya
> MENGURANGI sbgn kecil kekayaan/kenikmatannya, tetapi bagi
> si miskin ini adalah MENAMBAH beban hidup mereka yang berat
> untuk semakin berat.
> Pengalihan subsidi ke bidang lain? boleh saja tapi apakah
> bisa dlm satu waktu yang bersamaan misal, tanggal 01/01/05
> BBM naik, maka besoknya sembako juga ikut naik, apa pada
> saat itu juga pendidikan dan kesehatan langsung gratis??
> Rasanya tidak, anggap saja dua bulan berikutnya, tapi dlm
> dua bulan itu rakyat kecil (wong cilik) mereka sudah terlanjur
> susah. Selain itu, apa iya besarnya alokasi subsidi dari BBM
> itu, juml. bisa menutupi bid. pendidikan dan kesehatan.
> Waduh, yg saya ingat, AR sendiri bilang untuk bikin gratis itu
> rasanya sulit.
> Misalkan 2 bulan mendatang pendidikan dan kesehatan gratis tp
> jika daya beli masy. tetap rendah, bagaimana? apa mungkin
> si anak ke sekolah tanpa harus makan dan pakai baju?
> Bagaimana denga kel. yang anaknya belum masuk masa sekolah?
> tentu dua fasilitas itu tidak mereka rasakan, sementara beban
> hidup tetap dirasakan paling tidak untuk makan dan mungkin
> susu untuk anaknya. Apakah dengan pendidikan dan kesehatan
> gratis akan secara langsung akan mendorong daya beli masy
> kelas ek.lemah?
> Apakah pendidikan gratis itu, juga berarti beli buku dan alat
> tulis lainnya gratis? yg jelas dan pasti harga kertas itu akan
> ikut naik mengikuti kenaikan BBM.
> Belum lagi jika dikaitkan dengan tulisan Kwik Kien Gie yg
> mengatakan bahwa Subsidi tdk sama dgn uang keluar.
> Jika pemerintah merasa terbebani dengan subsidi kenapa pemerin
> tah tidak mencari dari dana lain misalnya menyita asset pengusaha
> (konglomerat) yg jumlahnya triliunan, kalau yg diurusi dan
> ditangkapi kelas kanga goreng/ikan teri ya mana bisa untuk
> menutupi yg triliunan itu.
>
> Memang ada perbedaan pada masy. kita menyikapi kenaikan BBM
> ini jika dibandingkan pada era rezim MSP. Padahal alasan yg
> digunakan oleh rezim terdahulu adalah sama persis dengan yg
> sanak Ronald jelaskan, makanya bagi saya penjelasan sanak itu
> bukan hal yang istimewa atau baru. Tapi kenapa ya, bbrp elemen
> masy. yg dahulu begitu galak dan tanpa mau sedikitpun memahami
> alasan dan kesulitan rezim MSP, sekarang mereka relatif tampak
> lebih 'arif dan bijak' sehingga bisa memahami dan menerima
> alasan dan jurus lama (mungkin photo copya-an) yg pernah
> dimainkan rezim Megawati Sukarno Putri, yg berbuah pernyataan
> dr seorang tokoh yaitu "Mega Lebih Berpihak pada Wong Licik
> (konglomerat hitam) Ketimbang Wong Cilik".
> Kasihan juga saya dengan mu IBU? tentu saat ini Ibu bener2 kesel
> dengan elemen masy. kita yg saat ini justru menjadi jubir tak
> resmi thdp kebijakan penguasa.
>
> BTW, klo saya boleh tahu, apa sanak Ronald ketika itu (kenai
> kan BBM th 2003) juga sudah punya sikap dan pengertian spt
> saat ini??
> Maaf pertanyaannya sedikit melebar? dijwb boleh, ga' juga ga'
> apa-apa.
>
> oh iya, sebelum kenaikan BBM sepertinya Elpiji juga
> sudah naik, pemanasan deh ....
>
> wassalam,
> harman
> -----Original Message-----
> From: Ronald P Putra [mailto:[EMAIL PROTECTED]
> Sent: Friday, December 17, 2004 10:51 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] RE: [surau] Kenaikan BBM
>
>
>
> Uda Mukhlis,
> tidak mungkin kita mengatakan bahwa jika subsidi BBM hanya akan
> menguntungkan
> orang berduit adalah salah besar. Coba hitung berapa konsumsi nasional
> atas BBM yang disubsidi per harinya, dan lihat berapa sebenarnya porsi
> utk si rakyat kecil. Sebagian besar BBM yang disubsidi itu dikonsumsi oleh
> orang yg punya kendaraan pribadi, pengusaha angkutan umum, industri. Ini
> yang saya maksud dengan subsidi hanya akan menguntungkan orang berduit.
>
> Kenapa, karena sekarang negara kita telah menjadi net importir, harus
> membeli
> dari luar utk mencukupi kebutuhan dalam negeri. Harga beli luar itu jauh
> lebih
> tinggi dari harga jual dalam negeri sehingga harus di subsidi dari
anggaran.
> Nah, sekarang siapa yang mengkonsumsi di dalam negeri ? ya itu, sebagian
> besar oleh pemiliki kendaraan bermotor, pengusaha angkutan umum, indsutri
> (bukan rakyat kecil). Jadi wajar dong jika kita bilang bahwa pmth telah
> mensubsidi
> pihak-pihak di atas dalam mengkonsumsi BBM. Atau kalkulasi saya salah ?
> Bukan masalah mau 50 rb atau 100 rb sekalian, tapi pihak-pihak diatas
telah
> menikmati 'margin' yg harus dibayarkan pemerintah tsb.
> Seandainya mereka beli di India, mereka harus bayar 7000 rupiah per liter
> premium,
> sementara di sini mereka hanya bayar 1810 rupiah perliter dan bisa dipakai
> utk berusaha angkutan kota.Saya tidak mengelompokkan pengusaha angkot
> sbg rakyat kecil, tapi coba hitung berapa ratus liter BBM yang disubsidi
itu
> mereka konsumsi perharinya. Ini maksud saya.
> Belum lagi selisih harga dalam dan luar negeri ini telah mengundang para
> penyelundup
> dan kejahatan BBM yang telah merugikan negara puluhan miliar rupiah
> pertahunnya.
>
> Bukan tidak ada sejarahnya subsidi dialihkan ke bidang lain di negeri ini,
> justru
> tiap tahun pmth melakukan subsidi silang dari satu bidang ke bidang lain
> sebagai
> penyeimbang anggaran. Kalau kita menilai bahwa itu semua hanya 'bullshit',
> itu
> kan ada pada tataran tekhnis pelaksanaan yang amburadul, baik dalam
> distribusi
> maupun dalam pengawasan program, yang suatu saat bisa diperbaiki. Tapi
pada
> konsepnya kan bukan demikian.
>
> Kemungkinan adanya kebocoran-kebocoran dalam pelaksanaan pendidikan dan
> pengobatan gratis buat rakyat bukan berarti menutup kemungkinan program
itu
> bisa
> terlaksana. Kebocoran akan selalu ada dan ada dimana saja. Tidak
dipungkiri
> itu,
> tapi bukan berarti dengan adanya kebocoran, lalu kita tidak berbuat sama
> sekali.
> Akan ada masanya dimana hukum bisa tegak disini, dan pada saat itu segala
> kebocoran akan hilang dgn sendirinya, mudah-mudahan.
>
> itu saja ya Uda, terlebih terkurang mohon dima'afkan
>
>
> wassalaam,
> Ronald
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
> Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
> Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
> http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/vbOolB/TM
> --------------------------------------------------------------------~->
>
> -----------------------------------------------------------------------
>                 "Sudahkah anda shalat dan berinfaq hari ini ?
> ========================================================================
> Info Islam-Minangkabau, kunjungi: http://www.surau.org
>
> Yahoo! Groups Links
>
> <*> To visit your group on the web, go to:
>     http://groups.yahoo.com/group/surau/
>
> <*> To unsubscribe from this group, send an email to:
>     [EMAIL PROTECTED]
>
> <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
>     http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
>


____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke