�Banda Aceh, ibukota Provinsi Nanggore Aceh Darussalam
(NAD) bagaikan baru saja dijatuhi bom atom.
Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan. Nyaris setiap
sudut kota ditemukan jenazah�� berita detikcom siang
ini.

Ada rasa sesal sehabis mempostingkan catatan
perjalananan---bersenang-senang dengan isteri dan dua
orang anaknya di kampung halaman saya Sumatra
Barat---setelah mengetahui adanya korban tewas akibat
gempa dan gelombang tsunami di Nanggroe Aceh
Darussalam dan Sumatera Utara yang hingga Minggu malam
sementara tercatat 814 orang. Seratus orang lainnya
dinyatakan hilang

Dan catatan Depkes RI Senin siang ini enyatakan,
korban tewas terbesar ditemukan di Banda Aceh dengan
angka 3.000 orang

Tiga ribu orang, di Banda Aceh saja!.

Dan isteri saya Kur, yang menyangka bahwa saya belum
mengetahui bencana alam tesebut menelepon saya dengan
menangis memberitahu tentang bencana tersebut, dan
kami menyepakati sebuah angka, yang akan kami sisihkan
dari rezeki yang Allah SWT karuniakan kepada kami,
---tidak besar---apalagi bila dibandingkan dengan
besarnya bencana dan penderitaan masyarakat di tempat
bencana tersebut.

Setiap orang yang hati nuraninya masih berfungsi pasti
hatinya menangis, terutama untuk Aceh, yang sudah
berpuluh-tahun menanggung penderitaan silih berganti,
dan itu sepertinya masih belum cukup���..  

Tetapi kok masih ada orang yang seperti tanpa beban
tega-teganya bicara bahwa perdagangan saham RI tidak
akan terganggu oleh Bencana Tsunami di Aceh� 

Dengan kata lain, Bencana di Aceh yang di Banda Aceh
saja itu sudah menelan korban tiga ribu orang hanya
�ecek-ecek� bila dihubungkan dengan perdagangan di
Bursa Efek, karena jauh dari pusat kegiatan ekonomi.
Masya Allah! 

Tiga ribu orang������

Ketika demo menentang pembangunan Waduk Nipah di
Sumenep Madura sekitar 10 tahun yang lalu  dihadapai
aparat dengan kekerasan sehingga menyebabkan jatuhnya
empat korban jiwa, dengan nada sangat geram KH Alawy
Muhammad berucap: �Nyawa satu orang manusia tidak
dapat ditukar dengan emapat pulau Madura!�.

Dan ini  tidak satu orang, tetapi  tiga ribu
orang���.. di Banda Aceh saja!

Seakan-akan tiga ribu orang itu hanya sekedar
bilangan�.

Sungguh, saya kadang-kadang tidak tahu, apakah yang
sebenrnya sedang terjadi di Republik tercinta ini?

Salam duka,

Darwin 

.


Reporter: Irna Gustia
detikcom - Jakarta, Kondisi perdagangan di Bursa Efek
Jakarta tidak terpengaruh banyak dengan bencana
Tsunami yang terjadi di Aceh. Alasannya, karena jauh
dari pusat kegiatan ekonomi, beberapa investor masih
yakin window dressing akhir tahun akan terjadi yang
selanjutnya akan membuat indeks naik.

"Kalau dilihat, bencana seperti gempa bumi, Tsunami
merupakan bencana umum yang sangat besar. Secara
jangka menengah, hal tersebut bisa mengganggu
perekonomian karena rusaknya infrastruktur untuk
kegiatan ekonomi. Namun pelaku pasar di Indonesia
melihat bencana tersebut jauh dari pusat bisnis,
sementara sebagian lagi masih yakin akan adanya window
dressing sampai akhir tahun. Hal ini yang membuat
indeks di BEJ tidak jatuh karena bencana Tsunami,"
papar Fendi Susianto, Wealth Management BNI kepada
detikcom, Senin (27/12/2004).

Sementara mengenai sepinya perdagangan saham di BEJ
yang pada sesi I hanya mencatat transaksi sekitar Rp
400 miliar, Fendi menjelaskan hal ini disebabkan
karena banyaknya investor asing yang tidak melakukan
transaksi karena libur akhir tahun. Padahal 40 persen
lebih pemain saham di BEJ adalah asing. Ini berbeda
dengan bursa saham di Thailand dan Malaysia dimana
basis investor lokalnya lebih besar ketimbang di
Indonesia sehingga dengan adanya bencana Tsunami,
mereka cepat mengambil keputusan. "Sedangkan investor
di Indonesia yang kebanyakan asing sedang libur,
sehingga ketika ada bencana, mereka tetap tidak
melakukan transaksi apapun," katanya.

Fendi juga menjelaskan bahwa investor lokal masih
optimis window dressing menjelang akhir tahun akan
terjadi. Hal ini terutama karena masih bergaungnya
sentimen positif atas naiknya peringkat utang
Indonesia dari B menjadi B+ oleh S&P. Kondisi ini
menguntungkan emiten yang utang luar negerinya sangat
banyak seperti PT Tjiwi Kimia tbk dan PT Indah Kiat
Pulp and Paper tbk.

Investor di Indonesia juga menilai, jauhnya lokasi
bencana dari pusat bisnis bisa dilokalisir oleh
pemerintah. Menurutnya ini berbeda jika ada satu orang
meninggal karena peledakan bom yang terjadi di Jakarta
dimana kepanikan investor sangat tinggi. Dampak
bencana Tsunami ini menurutnya secara jangka panjang
bisa mempengaruhi kegiatan perekonomian karena seperti
terganggunya pasokan gas dari Aceh dan rusaknya
infrastruktur jalan yang membuat distribusi ekonomi
terhambat. (qom)



                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Jazz up your holiday email with celebrity designs. Learn more. 
http://celebrity.mail.yahoo.com

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke