Dengan mata berkaca, dia bertanya, "Apakah Allah telah murka?" "Tidak" jawabku. Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang kepada makhlukNya. Tidak ada yang melebihi kasih sayangNya kepada isi alam ini. Kasih sayang Allah itu sangat luas, melebihi murkaNya. Bencana yang telah diturunkanNya, bisa jadi adalah suatu jalan saja bagiNya untuk mema'afkan segala kekhilafan yang pernah kita perbuat. Dibalik setiap bencana, ada ampunan bagi orang yang sabar. Ada pintu surga yang akan terbuka. Begitulah janjiNya dalam kitab yang agung. Dan, bisa jadi bencana ini adalah suatu rahmat pula dari Allah bagi kita, untuk beramal dan berbuat baik. Karena terkadang kita 'tidak menemukan' kesempatan yang baik untuk itu, mungkin inilah kesempatan itu.
Kenapa ? karena bisa jadi pula, Dia memindahkan pusat gempa itu ke laut jawa dan tsunami melumat Jakarta. Dan jika hal itu terjadi, tidak akan ada lagi kesempatan bagi kita untuk beramal sholeh. Bukankah semua itu begitu mudah bagi-Nya ? "Tapi kenapa Allah menimpakan bencana ini?" matanya masih berkaca, tercenung di depan tv. "Nabi Allah, Yakub alahissalaam juga terkena bencana, tapi bukan berarti Allah murka padanya, itu hanya suatu ujian dan cobaan. Itulah sunatullah. Agar ada yang menyampaikan berita gembira kepada orang-orang yang sabar, agar ada yang berucap : Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Allah itu Maha Perkasa, Dialah pemilik alam semesta ini. KepunyaanNya apa yang di langit dan di bumi. Bahkan kalaupun Dia melipat langit dan bumi ini esok hari, kita tidak bisa mencegah, harus ridho dan menerimanya dengan sabar. Bencana yang datang ini, telah mengetuk relung hati kita, bahwa nyawa dan harta, adalah milik Dia semata. Dia bisa mengambil kapan saja dan dimana saja. Tak sedetikpun kita bisa menunda. Bencana ini, telah mengikat kembali buhul-buhul hati yang sempat terpisah, telah membasahi mata kita dan mengaliri sungai ukhuwah yang hampir mengering. Ya Rabb Yang Maha Pengasih lagi Penyayang Yang Menguasai Langit dan Bumi beserta isinya Tak pernah sedikitpun kami meragukan kebesaranMu Jikalah musibah ini bermuara pada ampunanMu maka ampunilah saudara-saudara kami disana Upaya mereka dalam menghindari bencana, jadikanlah sebagai pembakar segala kekhilafan mereka dimasa lalu, hingga mereka suci kembali menghadapMu.. ketika tubuh renta orang tua kami tertatih lari dari sapuan air bahMu, maka kami angkat tangan ini bermohon kepadaMu, agar lelah mereka, Engkau ganti dengan luasnya surga. Jadikan terjangan air bahMu pada tubuh-tubuh lemah mereka, sebagai pembasuh segala kekhilafan mereka, hingga mereka suci kembali menghadapMu.. Ya Yang Maha Pemurah Tetes ari mata kami disini jadikanlah sebagai pembasuh duka dan kesedihan mereka disana. Jadikan air mata kami dan mereka sebagai pembasuh jiwa-jiwa kami hingga kamipun, bisa suci kembali menghadapMu nanti.. --- kami masihlah tercenung di depan tv.. jakarta, 29 Dec 2004 " bergeraklah kawan, berikan bantuan. Walau hanya lewat sebait do'a " -- This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you are not the intended recipient (or have received this e-mail in error) please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this e-mail is strictly forbidden. ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

