Sanak Yth. Untuk response postingan Rank Marolako ingin ambo mangirim baliak postingan ambo tempo hari (13/12) sbb:
-----Original Message----- From: Darul [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Monday, December 13, 2004 1:15 PM To: Palanta RantauNet Subject: RE: [EMAIL PROTECTED] Festival Minangkabau Tunggu Waktu Assalamulaikum WW Sayang seribu kali sayang, Fesival Minangkabau ini hanya diartikan sebagai "pasar malam di Padang" saja. Coba perhatikan bahwa perhatian Pemda hanya tercurah pada arena pasar malam tersebut saja. Seharusnya ini adalah sebagai arena promosi parawisata secara keseluruhan. Dalam arti semua objek wisata di Sumbar seharusnya menyambutnya secara antusias, semua lapisan birokrasi di daerah ini memanfaatkan moment ini untuk memperkenalkan daerah mereka. Para pengunjung atau peserta nantinya kan bukan hanya berkunjung ke pasar malamnya saja, tapi mereka akan berkeliaran di seluruh objek wisata yang ada di daerah Sumbar. Bagaimana kalau mereka berkunjung ke "Tugu Khatulistiwa" di Bonjo, yang kini telah berubah fungsi jadi WC dan tempat judi pareman sekitar. Apa hal ini ada perhatian dari Pemda Pasaman Barat. Begitu juga tempat tujuan wisata lainnya. Dan komponen pendukung wisata lainnya, bagaimana kabarnya kini? Wass. WW St.P > >==================================== > >Jelang Pekan Budaya Sumbar Festival Minangkabau 2004 >* Peserta juga Berasal dari Luar Negeri >Oleh Redaksi Senin, 13-Desember-2004, 03:50:07 40 klik > >Festifal Minangkabau 2004 semakin dekat. Alek besar Sumbar sebagai ajang >promosi pariwisata, pertujukkan seni dan budaya ini bakal ditabuh 18-24 >-----Original Message----- >From: [EMAIL PROTECTED] >[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of RaNK MaRoLa >Sent: Tuesday, December 28, 2004 12:06 PM >To: Palanta Rantau-Net; KaSurau >Subject: [EMAIL PROTECTED] Festival Minangkabau, Festival Seni atau >Pembangunan? > > >Crosposting dari ranah-minang.com >--------------------------------- > >Festival Minangkabau, Festival Seni atau Pembangunan? >27/12/2004 - 18:23 > >Ranah Minang - Mendengar nama Festival Minangkabau, yang terbayang >adalah sebuah festival yang sarat dengan muatan budaya, seni, tradisi >dan berbagai hal lain yang kental nuansa Minangkabaunya. Apalagi, >Festival Minangkabau diklaim sebagai salah satu kegiatan untuk >mambangkik batang tarandam, untuk mengangkat kembali harkat dan martabat >budaya Minangkabau yang belakangan warnanya sudah mulai pudar. Karena >itu, festival ini disebut juga dengan Pekan Budaya Minangkabau. > ............................................................ > >Lihat saja pameran kebudayaan Minangkabau yang banyak menampilkan >gambar-gambar Padang dan beberapa daerah lain tempo doeloe, yang digelar >di salah satu ruangan di Museum Adityawarman, yang tepat berada di depan >Taman Budaya. Pengunjung yang datang ke ruangan ini bisa dihitung dengan >jari. Begitu juga dengan kegiatan seminar sastra yang juga digelar >sebagai bagian dari festival. Malah, seminar ini pesertanya jauh lebih >sedikit dibandingkan lainnya. > >Tapi walau bagaimanapun, festival ini sudah dilaksanakan, walaupun >sebenarnya lebih layak disebut sebagai pameran pembangunan, karena lebih >banyak menampilkan perusahaan atau daerah lain yang melakukan promosi >tentang kesempatan dan peluang berinvestasi di daerahnya masing-masing. >Sehingga tidak heran jika kemudian ada seorang pengunjung yang justru >menyebut festival itu sebenarnya lebih layak disebut sebagai pasar >malam. > >Tapi setidaknya, festival ini memberikan kemudahan bagi ibu-ibu yang >ingin berbelanja murah. Semuanya tersedia. Celana dalam, pakaian anak, >cendol, sepeda motor, beras, telepon seluler, balon warna-warni, sate >dan teh talua, semuanya ada di sini. Harganya pun di diskon! (Bonk/RM) > > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

