--- Darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Assalamulaikum WW

> >
> 
> Saya rasa bisa saja kalau disana ada beberapa mamak.
> 
> >
> 
> Saya rasa bila buat pertama, biasa kita menanyakan
> sebaiknya saya panggil
> apa. Kadang si Minang Modern (katanya) tidak senang
> dipanggil, senangnya
> dipanggil tante. Dasar kemoderenan.

Nah..ini nih  yang sering saya kewalahan. Dalam dunia
nyata baru pertama sekali ketemu, sementara dalam
dunia maya sudah puluhan mail yang melayang via japri.


Karena merasa saking dekatnya,saat di dunia maya lupa
tanyakan,mo dipanggil apa sepantasnya,jadilah
kebingungan disaat pertama sekali ketemu.

Berbeda dengan da Darmawan dari Jepang saat itu, sudah
sering via japri,mgkn ratusan mail kali,mana sudah
sering chatting,hampir tiap hari kali saat itu,walau
ngak lama, tapi tetap ada, sudah sering dengar
suaranya, jadi sudah sangat akrab, sehingga pas ketemu
tidak canggung lagi, sudah kayak kenal bertahun-tahun
aja kami padahal baru ketemu wajah, sampai saat ini da
Darmawan itu bukan orang jauh lagi bagi saya,apa-apa
sering saya minta pendapatnya.


Begitupun dengan da Adrisman. kalau ketemu kami kelak,
rasanya pasti sudah seperti tahunan aja kenalnya,
kayak bundo Nismah dan ayah. Rasanya sejelek apapun
ngak ada lagi yang disembunyikan, kelihatan watak asli
saya, kalau sudah kenal dekat itu.

Pada intinya mungkin saya suka banyak teman, dan suka
dekat, tapi tak gampang didekati, butuh waktu lama.
Kalau sudah dekat itu sulit pisah, maksudnya sulit
melupakan, dan biasanya saya suka membantu dan
menolong memecahkan problema orang yang saya dekati
itu juga, yah..persis sudah dianggap saudara kandung
ajalah.

 
> 
> >
> > umur 40 tahun atau bahkan 30 tahun keatas bagi
> saya
> >yah sudah tua donk mak darul,seperti saya kan sudah
> >tua.Sudah diatas 35 tahun maret nantik saya sudah
> 36
> >tahun.( duh..kalau dihitung umur ummat
> >Rasulullah,sudah setengah penghidupan yang saya
> >jalani,apa yang telah saya perbuat selama
> ini,rasanya
> >ngak banyak berbuat baik, malah dosa aja yang
> >bertimbun kali)
> >
> 
> Mari kita bertanya kepada rumput yang bergoyang
> ........... janganlah
> melihat kedepan terus, sekali-kali lihatlah
> kebelakang, kan gitu?

Nah..ini dianya. Dalam buku laa tahzan itu
dikatakan,.." jangan lihat kedepan atau
kebelakang,..kerjakanlah apa yang dapat kamu kerjakan
saat ini,...dst..."

Mulanya saya sempat kaget. Koq ngak boleh lihat
kebelakang atau kedepan? ternyata alasannya bisa saya
terima.

Dalam buku itu juga disebutkan,persis sebagaimana yang
disebutkan oleh da Adrisman, Robert Kiyosaki (kali),
"jangan kamu memperdulikan apa yang dikatakan orang
tentang kamu..dst..".

Wah..saya pikir, mana mungkin kita bisa cuek dengan
pandangan atau kritikan orang terhadap kita? tetapi
setelah saya teliti dan telusuri buku itu sampai jauh,
akhirnya saya bisa mengerti apa yang dimaksudkan
pengarang. Bukan berarti kita tak peduli, tetapi
jangan sampai omongan orang tentang kita mematahkan
semangat kita untuk maju.

Saya tahu bahwa dalam AlQuran kita disuruh untuk takut
dan khawatir akan meninggalkan keturunan yang lemah
(lihat surah An Nisa), makanya kita disuruh berbekal.
Tetapi berbekal yang dimaksudkan adalah dengan
meninggalkan ketaqwaan, ilmu dan agama pada anak-anak
kita, bukan dengan harta, karena harta akan gampang
dicuri orang,sementara bekal ilmu tak ada yang bisa
mencurinya,kecuali tentu yang punya kita yaitu khaliq.
Dan itu harus kita lakukan detik ini juga, jangan
tunggu nantik sore,apalagi besok

Jadi kerjakan apa yang dapat kamu kerjakan detik ini,
karena kita ngak tahu jangan-jangan dua detik
seterusnya kita sudah dicabut nyawa.

Begitulah setiap saya membaca buku, selalu saya
perhatikan apersepsi saya dengan ilmu yang saya
ketahui dari ilmu agama,bertentangan apa tidak..lama
saya merenungi dan mendalaminya sampai saya menemukan
kecocokan dan kesinambungan buku yang saya baca dan
apa yang dimaksudkan oleh sipenulis sebenarnya.Ngak
serta merta saya mengatakan : " Wah..ini salah !"
> >
>
.........................................................

> 
> Bukan karena harta, tapi karena dari sono, karena
> disayang olehNya. Malah
> kami sering menjalani hidup ini dengan keprihatinan
> dan perjuangan berat.
> Mungkin karena sduah sering menderita sehingga
> derita itu sudah biasa. Hidup
> adalah untuk dijalani, bukan untuk memberatkan
> fikiran. Serahkan saja
> padaNya, bisa tenang kan?

Iyah benar, buat apa mikirin penderitaan yang takkan
pernah selesai-selesainya. Tapi saya lihat mak Darul,
dalam zaman modernisasi sekarang, ternyata duit itu
memegang peranan penting paling tidak untuk pendidikan
anak-anak bukan.Lihat aja,..biaya sekolah semakin
meningkat. 

Dan kita tak ingin anak kita tak sekolah karena tak
ada biaya,teriris rasanya hati kalau anak pintar namun
karena tak ada biaya, kita tak mampu menyediakannya.
Jadi harta itu dicari sebenarnya bukan untuk diri kita
sendiri, mungkin kita bisa menderita, hidup prihatin,
namun kasihan anak-anak kalau tak bisa sekolah. itu
saja, maka jadi pikiran jugalah biaya anak-anak
tersebut.

Beda dizaman rasulullah SAW, biaya untuk sekolah tidak
sebengkak biaya sekarang. itu sebabnya sering juga
saya menghubungkan kehidupan zuhud Rasulullah SAW
dengan bagaimana kebutuhan manusia zaman sekarang.
Sering saya lihat orang salah kaprah dalam hal ini.

Untuk kesalah fahaman alinia terakhir, ngak salah
faham koq mak darul. saya faham maksud mak Darul,
namun saya ungkapkan itu, maksudnya kalau saja ada
yang bertindak semacam itu pada tetangganya,.janganlah
sampai begitu.

Untuk pendidikan anak, yang tidak dibeda-bedakan.
Inilah yang harus dirubah oleh guru. belum tentu anak
yang berhasil kelaknya adalah anak yang terpintar saat
itu dikelasnya. Bisa jadi yang berhasil adalah mereka
yang otaknya biasa saja. 

Karena apa,..? Satu sisi ia lemah dalam bidang mata
pelajaran,.sisi lain saya yakin ia pintar dalam bidang
lainnya yang tak dimiliki oleh anak juara I, atau II,
atau III itu. Saya percaya masing-masing anak punya
kelebihan dan kelemahan. Mungkin rasa ini yang kurang
diperhatikan dan dimiliki oleh para guru.Phisikologi
anak dan metode pengajaran dan pendidikan yang tepat. 

Wassalam.Rahima.


                
__________________________________ 
Do you Yahoo!? 
Yahoo! Mail - Find what you need with new enhanced search.
http://info.mail.yahoo.com/mail_250

____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke