-----Original Message-----
From: Herman Jambak [mailto:[EMAIL PROTECTED]
Sent: Sunday, January 02, 2005 9:23 PM
To: Urangawak Milis; Surau; Ranah Minang; Nagari
Cc: Hasan Basri-Milis; Umi Syamsiah-Milis
Subject: [Hbasri] Ranah Minang ke depan: "Mambangkik Batang Tarandam"

Upaya pemerintah daerah Sumatera Barat dalam rangka peningkatan pendapatan
asli daerah (PAD) melalui promosi pariwisatanya akhir-akhir ini patut kita
acungkan jempol sehingga pada tahun 2005 dicanangkan sebagai "Tahun
Kunjungan Wisata Sumatera Barat", walaupun kurang didukung oleh berbagai
pihak dan tanpa peningkatan upaya kualitas pelayanan.
Berbicara mengenai pariwisata tidak lepas dari pelayanan, dan berbicara
mengenai pelayanan tidak lepas dari keinginan dan kemauan seseorang untuk
membantu dan menolong orang lain, juga rasa empati yang ada pada diri
seseorang tersebut.
Bagaimana pemahaman masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat maupun yang di
rantau terhadap pelayanan? Dari pengamatan dan pengalaman penulis dapat
diambil suatu kesimpulan bahwa sebagian besar masyarakat Minang alergi
terhadap pelayanan. Ini disebabkan kata dasar dari pelayanan adalah pelayan,
dan masyarakat Minang yang alergi terhadap kata tersebut lebih menerima kata
Layanan. Masyarakat Minang agak susah untuk tersenyum. Sedangkan senyum
adalah salah satu yang diperlukan dalam dunia pelayanan selain keinginan
untuk membantu dan menolong orang lain.
Terlintas dalam benak penulis bahwa masyarakat Minang kurang memahami
pepatahnya yang berbunyi Adat Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah,
karena ketiga kompetensi yang penulis sebut di atas, yaitu Keinginan dan
Kemauan untuk membantu dan menolong orang lain (Customer Service
Orientation), Empati (Emphaty), dan Senyum adalah dianjurkan oleh Islam,
serta adalah sebagian dari Ibadah.
Bagaimana agar masyarakat Minang dapat mempunyai kompetensi di atas?
Ada 2 (dua) program pembangunan yang dapat segera dilaksanakan dan cukup
masuk diakal karena kelebihan Sumatera Barat adalah sumber daya manusia
(SDM) khususnya yang ada di rantau. Dan program pembangunan ini bisa kita
sebut dengan Program Mambangkik Batang Tarandam.
Program Mambangkik Batang Tarandam ini disebabkan karena sebagaimana kita
ketahui bersama bahwa Ranah Minang pernah menjadi pusat pendidikan di
Andalas yang menghasilkan orang-orang besar seperti Imam Bonjol, Inyiek
Jaho, Inyiek Canduang, Hamka, Natsir, Hatta, Sutan Syahrir, PK. Ojong sampai
dengan Harun Zein serta Azwar Anas dan Emil Salim. Juga darah pedangang dan
pebisnis yang mengalir pada rata-rata masyarakat Minang yang pernah menjadi
pengusaha besar di tanah air seperti Dasaat, Hasyim Ning hingga Fahmi Idris
serta Wanadi Bersaudara dan Chairul Tanjung.
Beberapa langkah dalam melaksanakan Program Mambangkik Batang Tarandam,
antara lain :
1.     Menjadikan Ranah Minang sebagai pusat pendidikan tinggi di berbagai
bidang sehingga dapat menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang
berkualitas global dengan tetap berperilaku dan bermoral sesuai dengan Adat
Bersandi Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah. Jadikan Kota Padang dan
Pariaman sebagai pusat pendidikan kelautan dan perikanan, Padang Panjang
serta Bukittinggi dan Agam sebagai pusat pendidikan Agama dan Manajemen
berbasis Syariah, Pasaman dan Solok sebagai pusat pendidikan Kehutanan dan
Pertanian, Mentawai sebagai pusat pendidikan Hospitality seperti Perhotelan,
Pariwisata, Tanah Datar sebagai pusat informasi dan pendidikan Kebudayaan
serta Sejarah, Paya Kumbuh dan Lima Puluh Koto sebagai pusat pendidikan
Peternakan, dan yang lainnya. Untuk mewujudkan rencana tersebut Sumatera
Barat harus menjalin kerja sama saling menguntungkan dengan beberapa negara
yang mempunyai kesamaan sejarah dan budaya maupun dengan negara-negara
lainnya terutama negara Islam di dunia.
2.     Dikarenakan Bukittinggi dan Agam adalah pusat pendidikan Manajemen
berbasis Syariah maka otomatis kedua daerah ini dapat menjadi jalur sutra
(Silk Road) perdagangan dengan Malaysia, Singapura dan Thailand sehingga
Sumatera Barat menjadi salah satu Trade Hub di Indonesia, yang mana
negara-negara tersebut mengimpor daging, sayur-sayuran dan kebutuhan pokok
lainnya dari Sumatera Barat.
3.     Kedua langkah tersebut di atas perlu diawali dengan terus melanjutkan
usaha-usaha yang telah dirintis oleh Walikota Padang, yaitu Kembali Ke
Surau, serta mengubah Bank Nagari menjadi Bank Syariah yang terbukti dapat
menguntungkan segala pihak dan tidak terimbas oleh krisis moneter beberapa
waktu yang lalu dan memilih pemimpin yang bersih dari KKN.

Dengan dilaksanakannya Program Mambangkik Batang Tarandam ini maka
diharapkan akan terimbas kepada timbulnya kompetensi tersebut di atas dan
juga meningkatnya jumlah wisatawan yang ingin datang karena hidupnya kembali
permainan budaya anak nagari seperti kehidupan di surau, pasar malam,
saluang, rebab dan lain-lainnya, serta untuk mengetahui dan mengadakan studi
banding dalam dunia pendidikan, perdagangan.
Namun Program Mambangkik Batang Tarandam ini dapat terlaksana jika ada
kemauan dari pemerintah daerah dan masyarakat Minang untuk meningkatkan
kualitas diri dari aparat dan masyarakat  Minang sendiri, serta keinginan
masyarakat Minang untuk memilih Pemimpin yang egaliter, inovativ dan berjiwa
entrepreneurship dengan tetap menjalankan kaidah-kaidah Adat Bersandi
Syarak, Syarak Bersandi Kitabullah.
Mudah-mudahan tulis ini dapat membantu meningkatkan pembangunan Ranah Minang
ke depan,amin.




HeRMan Jambak
    Perantau
  _____

Do you Yahoo!?
All your favorites on one personal page   Try My Yahoo!
<http://my.yahoo.com>
  _____

Yahoo! Groups Links
*       To visit your group on the web, go to:
        http://groups.yahoo.com/group/Hbasri/

*       To unsubscribe from this group, send an email to:
        [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]>

*       Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service
<http://docs.yahoo.com/info/terms/> .
____________________________________________________

Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke