Ajoduta,
Ambo cuplik tigo postiang manganai tabuik, duo dari Rantaunet dan ciek lai dari tampek lain.
Salam, Uwan (1): Re: [RantauNet] Pesta Tabuik
Syaifuddin Ma'rifatullah Wed, 28 Mar 2001 22:52:15 -0800
Bismillaah, Ar-Rahmaan, Ar-Rahiim Sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah, Yang Maha Esa. Dia-lah penguasa tunggal seluruh 'alam (sistem), Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Sesungguhnya jika ada upaya untuk menciptkan Tuhan selain Allah, maka itu berarti membuat saingan bagi Tuhan Allah. Maha Suci Allah dari segala yang membuat saingan atas-Nya.
Saudara-Saudaraku pembaca milis Rantau-Net, hamba ingin mengingatkan kita semua, "marilah kita berhati-hati dengan amal / perbuatan kita. Janganlah sampai ada seatom syirik pun di dalam diri kita masing-masing, apa pun alasannya". Sebelum jauh kita membahas tentang "tabuik" ini, mohon hamba diberikan penjelasan mengenai proses perayaan tabuik ini: - Apa itu tabuik - Kapan dan Di mana dilakukannya - Siapa yang merayakannya - Mengapa atau untuk apa perayaan itu dilakukan dan - Bagaimana ritual Tabuik itu dilaksanakan.
Mohon maaf, jika hal ini kurang berkenan dan terima kasih atas segala perhatiannya. Hanya kepada Allah hamba memohon perlindungan dan pertolongan dari segala macam gangguan syaitan, baik yang berasal dari jenis manusia maupun yang berasal dari jenis jin.
As-Salaamun alaikum Syaifuddin Ma'rifatullah - Aceh.
At 12:42 PM 29/03/2001, you wrote: >As. W.W. >Berita dari Liputan6.com hari ini. >Was. > >Liputan6.com, Padang: Untuk memeriahkan bulan Muharam sekaligus memperingati >wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husen di Padang Karbala, >masyarakat Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat, menggelar alek nagari >atau pesta budaya Tabuik. Sedianya, pesta itu akan berlangsung selama 14 >hari yang pelaksanaannya telah dimulai 1 Muharam atau Senin pekan ini. > >Dari hasil pantauan SCTV, baru-baru ini, prosesi awal pesta itu ditandai >dengan mengambil segumpal tanah dari daraga, semacam kuburan Hasan dan >Husen. Dari daraga itu, dengan membawa sesajen, masing-masing kelompok akan >bergerak menuju anak sungai yang telah ditentukan dengan diringi gendang >tasa. Selanjutnya, tanah yang telah diambil itu akan dimasukkan ke dalam >wadah yang ditutupi dengan kain putih. > >Selanjutnya, tanah yang telah dimasukkan ke dalam sekitar 13 tabuik kecil >atau kerap disebut tabuki lenong di arak berkeliling Kota Pariaman. Pawai >yang dibuka oleh Bupati Padang Pariaman Muslim Kasim itu, sekaligus >memberitahu warga kota bahwa alek nagari rang pariaman telah dimulai. Dalam >pesta itu, dua tabuik besar setinggi 14 meter dibuat sebagai perlambang >Hasan dan Husen. > >Menurut Muslim Karim, selain acara ritual pengambilan tanah, prosesi lain >dalam budaya Tabuik adalah menebang batang pisang, maradai, ma-atam, dan >ma-arak panja atau jari-jari. Puncak dari pesta itu adalah membuang dua >tabuik itu ke laut. Sedianya, puncak akan berakhir pada 8 April >mendatang.(ICH/Denny Risman dan Aldian)
(2): Re: [EMAIL PROTECTED] Carito tentang Tabuik Piaman (mungkinkah?)
ghani usop
Wed, 25 Feb 2004 02:56:06 -0800
Assalamu alaikum sanak RN
Ambo nak manyilusualo saketek, kato urang batanyo kok ndak tau
Ado pandapek nan mangatokan bahwa pesta tabuik barasa dari budaya Hindu dan kalau dicaliak memang ado babarapo persamaan saparati maarak,mambuek gaba2 dari daun karambia mamacak batang pisang dan lain lain. baa pandapek sanak RN kasadonyo?
Ambo alun paranahlai mancaliak arak tabuiktu,nan ambo sabuik diatehtu hanyolah carito rang dilapau, nan sabananyo Wallahu aklam ambo indak tau dek itu ambo batanyo, tantu sanak RN rang cadiak pandai buliah mambari pandapek terperinci tantangan hal itu, kok dibaco kisah sanak, kan berkaitan jo Hasan Husen Alkisah putra nabi, tapi adakah mengarak tabuiktu indak manyalahi akidah? atau............
Mohon komentar
ghani44
mulyadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ass, wr, wb.
Sambia kito berduka dengan adonyo musibah gampo, ambo sedikit meneruskan carito tentang Tabuik, tertulis dibawah adolah tulisan kawan ambo nan urang Piaman tentang Tabuik.
Silahkan ditukuk ditambahi kok ado dunsanak nan labiah tahu. Tentang tabuik nan di Bengkulu kurang labiah saroman itu pulo
Wassalam, M.St.Bangsawan Rang Sulik Ayie kelahiran Bengkulu 47 tahun nan silam
PESTA BUDAYA TABUIK DI PARIAMAN
KABUPATEN PARIAMAN
Kota Pariaman yang mempunyai jarak 62 km sebelah utara Kota Padang adalah Ibu Kabupaten Padang Pariaman. Pembagian wilayah Kota Pariaman terbagi tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Pariaman Tengah, Kecamatan Pariaman Utara, dan Kecamatan Pariaman Selatan. Pariaman dikenal sebagai daerah pertama pengembang agama Islam di Sumatera Barat yang disebarkan oleh Syech Burhanuddin dari Ulakan.
PESTA BUDAYA TABUIK
Tabuik adalah salah satu bentuk pesta budaya rakyat, yang diadakan oleh masyarakat Kota Pariaman dan Kota Bengkulu. Pada saat sekarang Tabuik dijadikan Event Parawisata Nasional yang diadakan sekali dalam setahun, mulai tanggal 1 - 14 Muharram. Pesta Budaya tabuik diadakan untuk memperingati kematian Hasan dan Hosen, cucu Nabi Muhammad SAW pada waktu Perang Karbala di Medinah, yaitu peperangan antara Bani Umayah dari Syria yang dipimpin oleh raja Yazid dan kelompok Islam yang dipimpin oleh Hasan dan Hosen. Kegiatan tabuik masyarakat Pariaman yang terdiri dari dua kelompok yaitu Kelompok Tabuik Pasar dan Kelompok Tabuik Subarang. Dalam pembuatan tabuik tsb. terdiri dari tujuh tahapan pembuatan dan diselingi dengan kegiatan-kegiatan lain.
1. MENGAMBIL TANAH ( 1 MUHARAM)
Tanah diambil oleh seorang laki-laki yang memakai pakaian putih yang menyimbolkan kejujuran kepemimpinan Hosen . Dua kelompok Tabuik mengambil tanah dari tempat yang berseberangan dan diperjalanan kedua kelompok bertemu dan biasanya mereka berkelahi menyimbolkan terjadinya Perang Karbala. Tanah itu dimasukkan kedalam daraga yang menggambarkan kuburan dari Hosen.
2. MENEBANG BATANG PISANG ( 5 MUHARAM )
Seorang laki-laki dengan pakaian putih menebang pohon pisang hanya dengan satu kali tebang menggambarkan ketajaman pedang Hosen membunuh musuh dalam perang Karbala.
3. MAATAM ( 9 MUHARAM )
Maatam mengekspresikan kesedihan karena kematian Hosen. Beberapa orang dari pembuat tabuik menangis didepan Panja (jari-jari). Berbentuk tangan dari Hosen yang dibuat dari Seng dan diletakkan didalam dulang yang dijunjung diatas kepala seorang laki-laki.
4. MAARAK PANJA / JARI-JARI ( 9 MUHARAM )
Panja yang melambangkan jari-jari tangan Hosen yang diarak sepanjang jalan Kota Pariaman menunjukkan kepada masyarakat kekejaman Raja Yazid yang membunuh Hosen.
5. MAARAK SORBAN ( 12 MUHARAM )
Beberapa orang mengarak sorban, pedang tajam yang dibuat dari bambu dan kopiah Haji Hosen, yang menggambarkan keberanian Hosen pada Perang karbala. Sorban diarak kejalan diiringi dengan gendang tasa, kejadian ini menggambarkan situasi perang Karbala.
6. TABUIK NAIK PANGKAT ( 14 MUHARAM )
Pada waktu Sahur (pukul 4.00 WIB) dua bagian dari Tabuik dibentuk menjadi sebuah Tabuik yang dihias dengan kertas berwarna warni. Kemudian Tabuik yang telah selesai dihias tsb. dibawa ke jalan untuk diarak sepanjang jalan dan diiringi dengan gendang tasa, diperjalanan kedua kelompok pembuat tabuik yaitu Tabuik Pasar dan Tabuik Subarang bertemu dan saling ejek mengejek.
7. MEMBUANG TABUIK ( 14 MUHARAM )
Tabuik dibuang kelaut diakhir perta Budaya Tabuik pada sore hari ( pukul 18.00 WIB). Sebelum dibuang benda seperti Sorban (topi Hosen), pedang, panja disimpan, dan genda ng tasa dibawa kembali kerumah pemiliknya. Selesai. ( St.P ).
(3): TABUIK FESTIVAL (February) Source:http://www.budpar.go.id/events.html?id_menu=0202000000 (Indonesian Culture and Tourissm)
Location : West Sumatera Date : 8 March - 14 March
The festival is held to commemorate the death of the Propher Mohammad's grandchildren, Hasan and Husen in the Karbela war in defence of the Moslem Religion. A mysthical creature named "Bouraq". A winged horse with a woman head, was believed to have carried the souls of the Hasan and Husen to heaven. Effigies of the Bouraq called "Tabuik"(s) are carried in procession accompanied by beatings of drums called Gendang Tasa. Art sunset the Tabuik(s) are thrown into the sea which illustrates the time when the Bouraq carried the souls of Hasan and Husen to heaven.
No virus found in this outgoing message. Checked by AVG Anti-Virus. Version: 7.0.300 / Virus Database: 265.6.8 - Release Date: 1/3/2005
____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

