---------- Forwarded message ---------- From: dian rubianti <[EMAIL PROTECTED]> Date: Sat, 15 Jan 2005 08:51:51 -0800 (PST) Subject: Masukan untuk Aceh To: [EMAIL PROTECTED]
Assalamu'alaikum wr.wb Mohon maaf Pak Duta, saya memberanikan diri mengirim email ini pada bapak. Selama ini saya sempat mengikuti pemikiran2 kritis Bapak. Saya mohon masukan untuk pemikiran di bawah ini. Salam rekan-rekan, Semoga coret-coret saya (dari hasil comot sana-sini) ini bisa jadi bahan pertimbangan kita untuk ditindak lanjuti. Sama sekali tidak ada niat untuk menambah kacau situasi yang memang "tak terkatakan" ini. Mohon maaf kalau kelihatannya sudut pandang saya "tidak tahu diri" dan "kurang kerjaan". Sejauh ini seperti juga rekan yang lian, saya berusaha mengikuti semua ikhtiar dan niat baik berbagai pihak yang ingin membantu Aceh pasca tsunami. Ada satu berita yang mengganggu pikiran dan batin saya, dan mohon masukan dari rekan-rekan semuanya. Mohon disikapi dengan hati dan kepala dingin. Ada rekan yang memforwardkan berita TENTANG rencana kerja dari Bappenas, kemudian di follow-up oleh rekan yang lain. Kesimpulannya kira-kira sebagai berikut: I. BANK DUNIA SAAT INI SUDAH DAN SEDANG MENGIRIM TIM dengan tugas : 1. Menghitung berapa besaran kerusakan gempa dan tsunami di Aceh 2. Menghitung berapa besar alokasi dana yang diperlukan untuk : a. Rehabilitasi b. Rekonstruksi. Dalam keadaan hancur-lebur seperti sekarang, sungguh ini merupakan suatu usaha yang mulia. Tetapi kalau dilihat lebih jauh untuk kepentingan ke depan (jangka panjang), sebenarnya moratorium hanya sampai tim Bank Dunia mendapatkan hasil assessment kerusakan dan kebutuhan dana/yang tidak lain adalah NEW LOAN PROGRAMME PROPOSAL(S). Hutang baru ini tidak saja harus dipikul oleh segenap bangsa Indonesia, tapi juga oleh korban dan ahli waris korban tsunami. Duh! Sudah ditimpa musibah, ditimpa hutang lagi sampai ke anak-cucu. Padahal sekarang ini, hutang kita sudah US$130 milyar? Kalau secara kasar dibagi dengan jumlah penduduk di kepulauan nusantara, kira-kira setiap kita punya hutang $500...termasuk anak saya yang masih balita, belum tau apa-apa...sudah punya hutang yang $500 harus ia lunasi. Sebuah warisan yang mengenaskan! Besarnya NEW LOAN tergantung dari hasil laporan yang dikoordinir oleh BAPPENAS. Oleh sebab itu, untuk rekan-rekan yang punya akses tolong memberi masukan kepada tim ini jangan sampai mereka cuma menyelesaikan "pekerjaan rumah"-nya Bank Dunia dan menyeret sekian generasi anak-anak Indonesia dalam warisan hutang nenek moyang. II. THE PARIS CLUB (TPC) Dari 1956-2004 kira-kira TPC sudah memberikan rescheduling 369 kali untuk 78 negara. Dari 1983-2004 (20 tahun!) jumlah hutang yang sekedar dijadwalkan kembali hanya sekitar 400 milyar dolar. Kemungkinan sangat besar: tuntutan untuk hapuskan hutang Indonesia (kalau yang langsung menyangkut TPC ya 57 milyar hutang multi-lateral dan bi-lateral dari 77 milyar hutang pemerintah) TIDAK AKAN DIGUBRIS. Desakan politis yang jauh lebih mungkin untuk didengar adalah kalau semua komponen rakyat mendesak Presiden dan DPR serta DPRD untuk mengajukan DEBT CANCELLATION dengan jumlah minimum 57 milyar tsb di atas. KITA TIDAK MUNGKIN BERTAHAN bila hutang cuma ditunda. Istilah "PENUNDAAN PEMBAYARAN HUTANG" ini sama sekali tidak menyangkut pembatalan hutang dan sama sekali tidak ada "goodwill" di dalamnya. Semua akibat dari penundaan akan dialokasikan ke pos yang ada dalam HUTANG BARU. Mohon dipertimbangkan, kalau sekarang Daerah boikot, IMF--yang ternyata harus didapatkan tanda-tangannya utk setiap moratorium baru--, plus institusi peninjau dari TPC yaitu semua lembaga keuangan multilateral, tidak mungkin lagi tutup mata. Kalau SBY ngomong dengan polosnya "kami tidak akan bisa memenuhi syarat-syarat pembayaran hutang pemerintah dari sumber-sumber multi dan bi lateral tanpa menimbulkan kekacauan dalam negeri untuk 5 tahun ke depan" jelas akan membuat 19 anggota TPC bakal blingsatan. III. KALAU BUTIR II MASUK AKAL soal praktis adalah apakah masih ada campaigner/organisasi yang masih belum penuh kedua tangannya oleh beban tsunami-relief, lalu dalam tempo 1/2-1 minggu mikirin lebih runtut soal ini dengan tangkas, lalu ngundang rapat, mobilisasi dsb? IV. FORUM ACEH BANGKIT Apakah ada diantara rekan-rekan yang tau siapa yang duduk dalam forum tersebut? KITA tidak menentang adanya forum seperti ini, JUSTRU SANGAT MENDUKUNG. Kita perlu sekali forum seperti ini untuk menyuarakan rakyat Aceh korban tsunami, sebuah forum yang membela hak-hak mereka. Tapi ada CATATAN SANGAT PENTING yang harus kita ingat: jangan sampai forum yang terbentuk malah tidak mewakili pihak yang SEHARUSNYA DIWAKILI. Penting sekali bagi forum seperti ini untuk mendapat masukan yang benar dan jujur, karna forum ini akan diminta MEWAKILI RAKYAT ACEH untuk bicara didepan CGI, menentukan berbagai kebijakan, langkah strategis dan rencana2 dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pasca tsunami. Kita MEMANG TIDAK MUNGKIN MEMBANGUN ACEH SENDIRIAN. Kita butuh bantuan semua pihak. Program rehabilitasi dan rekontruksi haruslah sesuai dengan amanah rakyat Aceh dan mewakili kepentingan rakyat, aspirasi mereka hidup dalam setiap langkah yang dicapai. JANGAN SAMPAI : DANA HUTANG BANK DUNIA mengucur ke JAKARTA....berlangsunglah berbagai mega proyek dan korupsi pun terjadi di sepanjang jalan.... kemudian rakyat Aceh jadi penonton dan tamu di tanahnya sendiri. Semoga ada manfaat dan jadi pertimbangan kita. Kalau KITA PEDULI, SEKARANGAATNYA. Karna rakyat Aceh mungkin sudah tidak punya "BESOK" dalam nasib yang ditulis banyak pihak di perbagai penjuru dunia untuk mereka. Salam, Dian ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

