Wa'alaikumsalam wr wb., Pak Darul, Terimakasih tanggapannya sangat menarik.
Jadi ada dua issue yang berkembang saat ini. Dimana sebaiknya ibukota RI?, dan bagaimana daerah melihat dirinya sebagai sentral untuk mengangkat potensi yang dimilki tanpa harus terlalu tergantung ke ibukota? Pak Darul mengangkat potensi Padang yang akan menjadi sentral pembangunan Kawasan Barat Sumatra (KBS) atau kalau boleh usul kita sebut saja Western Sumatra Sub-region (WSS). Ingin saya bayangkan indahnya Kota Padang dan WSS 20 tahun lagi, sebuah kota besar dipusat kawasan yang cantik memanjang dari utara ke selatan diapit pantai samudra terbesar didunia dan rangkaian pemandangan bukit Barisan yang indah muncul dibalik awan. Sebuah kawasan yang kaya dan hijau, berjejer ternak sapi dan kebun sayuran dan buah-buahan. Bebas polusi dari industri yang centang perenang tidak terkontrol seperti yang biasanya kita lihat didaerah kumuh berpenduduk padat. Pada saat itu (20 tahun mendatang) India akan menjadi pusat perkembangan ekonomi besar didunia, dimana pembicaraan okonom dunia tentang India mengalahkan pembicaraan tentang China. Kita lengkapi impian pak Darul, Padang dan Sumbar akan menjadi sebuah pusat budaya yang dapat dibanggakan di kawasan Melayu. Minang akan menjadikan pelopor untuk membesarkan sebuah Kawasan Melayu Raya (KMR) atau Great Melayu Sub-region (GMS), sehingga Padang dan Sumbar akan menjadi Frontgate of the Great Melayu (FGM). Dan Padang akan menjadi Pusat perdagangan internasional ke India, Burma, Srilangka yang padat penduduk. Wassalam, Ridwan > Kini bagaimana, disaat otonomi yang digalakkan, seharusnya Sumbar > memposisikan dirinya sebagai center (pusat) pembangunan. Dengan menjadikan > dirinya pusat pertumbuhan, maka pandangannya harus diarahkan untuk > memanfaatkan potensi ekonomi yang ada didalam dan disekitar daerah ini > (Porter). Coba perhatikan letak geografis Sumbar di peta bumi, maka > sesungguhnya pembangunannya diarahkan untuk: > > Pertama, karena Padang adalah satu dari dua ibukota Provinsi yang terletak > di Barat Bukit Barisan. Padang adalah kota terbesar dan memiliki infra > struktur serta letak geografis yang terbaik dibanding kota lainnya di Barat > Bukit Barisan. Dengan keadaan begini, seharusnya objektif pembanguan Sumbar > mengarah kepada pusat pertumbuhan ekonomi daerah yang berlokasi di Barat > Bukit Barisan tersebut. > > Kedua, letak Padang (ibukota Sumbar) adalah paling ujung Indonesia, diujung > Barat. Padang (Sumbar) dapat memposisikan dirinya sebagai "a front gate to > reach phenomenal Melayu". Jika anda mau melihat Melayu (Malay) sesungguhnya, > maka mulailah perjalanan anda dari Minangkabau International Airport (MIA). > Dengan ini diharapkan Bundo Air (bagaimanalah khabarnya kini), atau > penerbangan lain membuka jalur penerbangan Colombo-MIA- Jakarta-Bali, New > Delhi-MIA- Singapore-Bali, Amsterdam-MIA-Singapore-Bali (kapan ya mimipi ini > jadi kenyataan). Asal kita mengucapkan ini bisa, dan mencurahkan perhatian > dan pembangunan untuk dapat membisakannya, maka niscaya nanti akan bisa. > Kamu pasti bisa. > > Ketiga. Dengan memposisikan Sumbar sebagai pusat pertumbuhan, secara > regional maka Padang harus mebuka dan menggenjot hubungan dengan pasar yang > amat besar India, Srilangka, Bangladesh, Pakistan dsk. Janganlah hanya > selalu berfokus ke Jakarta, Riau dan Singapore. Coba bangun objektif > menjadikan Sumbar sebagai pusat perdagangan regional, sebagai saudara, adik, > anak atau cucu dari Singapura. Buka mata lebar-lebar bahwa dilepas pantai ke > Barat itu masih ada negeri, malah asal usul nenek moyang orang Minang > (Allahualam), negeri yang berpenduduk No. 2 terbesar dunia, India. Sadari > sebenarnya kita jauh dengan India karena ulah penjajah. Karena India, > Malaysia, Singapura dijajah Inggris, mka India dekat ke Malaysia dan > Singapura. Dan Indonesia dijajah Belanda, jadilah kita Inlander seperti > katak dibawah .................. > ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ------------------------------------------------------------ Tata Tertib Palanta RantauNet: http://rantaunet.org/palanta-tatatertib ____________________________________________________

